Anjlog

Waktu itu ia bilang kalau ia suka aku, dan setiap hari ia menjadi pemujaku. Aku bagai bidadari selama kurang lebih beberapa minggu di tempat itu. .   

Tapi tidak ada angin tidak ada ujan, tiba-tiba ia berubah . Ini total,  ia berubah 180°. Ini membuatku gila dan frustasi. Aku bertanya ia menggeleng, kadang ia diam dan menghindar. . Aku bertambah frustasi.

Siang ini ia membisiki sesuatu tepat ditelingaku. Sialnya itu membuatku bertambah gila, aku tidak mengetahui salahku dan tiba-tiba ia berkata seperti itu.

Sial, anjlog sudah semuanya. Tak ada kasih sayang terpancar dari matanya dan perilakunya untuk ku. Ya sudah terimakasih atas beberapa minggu ini.
#Magang3

Iklan

Cerita Ulang Tahun, Desember 2016

Kristal-Diamante-Ganda-Angka-20-Monogram-Kue-Toppers-untuk-Pernikahan-Ulang-Tahun-hv3n.jpg

Holla yey, ini minggu tenang sebelum UAS! Akhirnya bisa kembali ke planet blog ini dan berbagi banyak cerita yang telah kulalui selama di Bumi lol. Jadi ceritanya, tanggal 8 Desember 2016 kemarin saya ulang tahun yang ke jreng… jreng…jreng… 20 tahun heheh. Finally, berkepala dua juga. Pastinya gembira dong, mengingat temen-temen kelas di perkuliahan ini umurnya udah pada 20 tahunan lebih. Ya, paling tua sih 22-23an. Tapi ada juga sih dua anak yang sekarang masih 19 tahun dan bentar lagi di 2017 mereka bakal ulang tahun yang 20. Nah sementara aku baru dapet umur 20 tahun baru “kemarin” hi hi. Tapi yang aku heranin, faktanya saya merupakan anak cewek termuda nomor tiga di kelas dan merupakan cewek yang paling tinggi dan ramping di kelas *agak songong dikit* dan mereka-mereka yang di line 1994, 1995, dan 1996 awal, tengah justru bertubuh pendek, sedang dan ada yang masih kecil imut-imut gitu. Line 1997 juga pendek imut. Bahkan malah ada beberapa anak cowok di kelas tingginya kalah sama saya. Bersyukur! Iya!

Seperti biasa, enggak ada yang spesial. Paling ya diucapin selamat ulang tahun sama didoain yang baik-baik. Aamiin ya pak buk <3. Tak lupa ucapan dari temanku yang jauh, from Ilsa Kusuma Dewi temen pas SMP yang nggak pernah absen kalau saya ulang tahun pasti dia ngucapin dan selalu yang PERTAMA. Thankyou so much best..

Btw busway, terakhir dirayain ulang tahun di rumah itu pas umur 12 tahun. Sebenarnya sih saya bukan termasuk orang yang suka merayakan ulang tahun. Entah malu aja dinyanyiin lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, potong kue TT. Hal yang paling ku suka dari ulang tahun yaitu ucapan selamat dan doa-doa mereka yang semoga saja dikabulkan, Aamiin.

Sebenarnya ada momen-momen yang nggak bisa aku duga di dua kali ulang tahun, yaitu tahun lalu 2015 dan tahun ini 2016. Pas ulang tahun 2015 mendapat ucapan-ucapan dari temen-temen kelas dan sebuah kado dari salah satu teman dekat saya. Tapi ada momen yang nggak di duga yaitu pas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar sang ibu dosen memperlihatkan kami sebuah film pendek dari luar negeri. Nah di film pendek itu ada adegan dimana si pemeran itu merayakan ulang dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun “Happy Birthday” sontak temen-temen sekelas pada nyanyi lagu itu, keras lagi hihihi seneng sih dan terimakasih banyak ya teman-teman.. Ibu dosen tanya, “disini ada yang ulang tahun?” –  beberapa temen menjawab, “ada bu Musda,” dan bu dosen pun ikut ngucapin selamat ulang tahun. Terimakasih bu Eka..

Tahun ini 2016, bulan Desember di sibukkan dengan kegitan latihan buat pagelaran musik. Seperti pagelaran tari di Agustus kemarin, pagelaran ini menguras banyak tenaga, materi, dan ide-ide yang mesti cemerlang buat bisa menunjukkan hasil terbaik. Btw, pagelaran tari Agustus lalu kelas kami dapat juara 3 hehe lumayanlah *enggak tanya*

Waktu itu pas hari Kamis, 8 Desember 2016 (ulang tahun saya heheh) kelas kami menjadwalkan dua kali latihan yaitu pagi sebelum ada kelas dan malem jam tujuh tepat. Pas bangun tidur aku inget si kalau ini hari ulang tahun, buka HP ada Line from Ilsa.

Kelas kita pagi itu latihan di luar kampus dan kita latihan seperti biasanya. Pas latihan selesai Ratih bilang nanti ke kos Nurul sama Azizah dulu yuk. Ya, aku sih oke-oke aja toh kalau nggak ke mereka kemana lagi. Kita mah sering sekali  kemana-mana berempat. Btw, saya kalau ke kampus itu laju pakai sepeda motor. Rumah ke kampus memakan waktu 45 menit hehe, dan kos ratih lumayan jauh dari kampus. Jadilah kita ke kos Nurul dan Azizah. Sebelumnya kita beli nasi ayam dulu *favorit unch. Karena letak nasi ayam sama kos nurul dan azizah deket jadilah azizah sama ratih masuk ke kos duluan. Aku sama nurul yang pesen nasi ayamnya. Jujur, aku sih nggak kepikiran apa-apa waktu itu dan aku malah udah nggak “ngeh” kalau hari ini hari ulang tahun. Tapi pas tiba di kamar kos Nurul  jreng… jreng… sebuah kue ulang tahun beserta lilin 20 dan kamera video yang sudah siap keluar dari kamar Azizah dan masuk ke kamar Nurul. Ya Allah, kaget si karena enggak nyangka dan nggak kepikiran. Mereka ngasih kejutan kayak gitu. Lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, potong kue mereka nyanyikan bersama. Aaaa saya nggak bisa diginiin, jujur saja saya bukan cewek yang “romantis”, aduh bahasanya apa ya  ? Disuruh potong kue, tiup lilin, aaah sebenarnya malu tapi mau gimana lagi ya saya harus menghargai mereka dan duuh di video lagi TT. Terus temen-temen pada pengen nyuapin kue ulang tahunnya ke saya dan difoto lagi pas disuapin, aduh gengss temenmu yang satu ini beda dari yang lain >_< . Saya berkali-kali bilang malu dan merengek khas saya. Memang diantara kita berempat yang menjadi spesialis melakukan hal-hal konyol sih selalu saya, tapi kalau hal-hal romantis penuh kasih sayang dan diperlakukan seromantis ini dengan teman-teman dekat, saya pasti nyerah dan merengek!

Pada akhirnya kue ulang tahun dibawa ke kelas dengan spesialis pembawa emak-emak aka Nurul (dia yang paling tua diantara kami) jadilah kue ulang tahun laris abissss. Dan saya kayak orang yang lagi sunatan menerima banyak ucapan dan doa-doa dari  teman-teman sekelas. Terimakasih banyak ya para genggss kelas. Oh iya pada akhirnya ditagih air minum, okay sorry kawan -___- lupa nggak bawa air minum heheh

Malemnya kita latihan lagi, galon, drum, pianika, botol, keyboard, dan tamborin (gendang, sama simbal absen) mulai beraksi lagi. Ketika waktu menunjukk jam 9 kurang. Mbak Er sebagai leader kami menanyakan buat anak-anak yang laju untuk boleh pulang, dari duo Kendal, anak Mranggen dan terakhir saya. “Musda gimana mau pulang nanti atau sekarang ?”. Saya yang tipe orang yang suka menyelesaikan tanggung jawab dulu dan enggak peduli mau pulang kemaleman (kalau saya pulang duluan saya malah kepikiran dengan teman-teman yang masih dikampus latihan) sayapun jawab “saya pulang nanti nggak papa mbak Er,” Mbak Er tanpa menjawab sepatah katapun langsung justru menyanyikan lagu selamat ulang tahun diiringgi tepuk tangan, sontak galon, drum, botol langsung menabuh dan semuanya ikut menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Oh My God, bahagia itu sederhana chingudeul. Terimakasih yaahh kawan-kawan, *peluk satu-satu.

 

 

#p.s :

  1. Usut punya usut katanya aku mau dikerjain dulu lhoh dikelas, tapi nggak jadi :d
  2. Pas semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun, kondisi lampu kelas nyala padam nyala padam, dan ternyata itu kode dari satpam kampus yang ternyata mau ngunci kelas-kelas
  3. Jadi setelah lampu padam lama, kami akhirnya keluar kelas dan latihan dilanjutkan besok lagi
  4. Maaf baru upload, btw nulisnya pas minggu tenang akhir Desember sebelum uas, postingnya malah pas uas Januari hehhe

 

Sekian dulu postingan dari saya ^_^

Salam,

Mademoiselle Musda

 

Jogja On My Mind

Hope to see you soon~

Jogja… Jogja…

Seistimewakah dirimu sehingga aku selalu memikirkanmu tiap waktu ?

Jogja…

Ku habiskan waktu ku untuk bermimpi menemuimu

Jogja…

Malaikat apa yang merasuki sehingga aku ingin jumpa dengnmu lagi ?

 

Ingatkah kamu ?

Beberapa tahun yang lalu kita memang pernah berjumpa

Tapi aku masih terlalu belum terlalu mengenalmu

Karena aku masih sangat belia

 

Jogja…

Aku sekarang sudah dewasa

Mimpiku untuk bertemu denganmu juga menggebu

Harapan satu-satunya terkandung dalam bulan-bulan kedepan

Hari dimana salah satu dari bulan itu keberuntunganku

 

Jogja…

Pilihan antara bus atau kereta api

Dilema pergi sendiri atau bersama-sama dengan mereka

Tapi ketika mereka tak paham tentang diriku

Aku ingin berangkat menemuimu sendiri

 

Jogja..

Bukan foto selfie atau wefie yang aku inginkan

Tapi ingin eksplorasi penuh tentangmu

Aku ingin tahu kamu lebih jauh

Ada apa saja disana wahai Jogja ?

Inginku menjelajah dengan teduh damai dalam keinginan yang sama

Atau dalam kesendirian yang luhur untuk memaknai kehidupan

 

Jogja…

Aku mencari sesuatu disana

Tentang keinginanku yang tiada orang tahu

Ijinkan aku menemukan sesuatu itu

Biarkan aku tersenyum sejenak disana

 

Jogja…

Kedewasaan yang mengiringiku

Keberanian yang mengantarkanku menjemput jatidiri

 

Jogja…

Tapi aku takut jika aku tak tahu arah

Meskipun sudah ku rencanakan semuanya

 

Jogja…

Jika begini haruskah aku mengajak satu teman yang aku pilih ?

Atau mengajak teman mayaku untuk menemuimu

 

Jogja…

Hanya waktu yang bisa menjawab

Doa yang kupanjatkan semoga terkabulkan

Bismillah, Daerah Istimewa Jogjakarta

 

Tentang Cinta

Kamis, 12 September 2013

Pukul : 18:02 WIB

CINTA… Bicara tentang cinta emang nggak akan ada habisnya. Senang, sedih, kesal, kecewa dapat kita rasakan bersama cinta. Sejatinya cinta itu memang indah. Namun terkadang pelakunya yang menyalahgunakan. Ketidakpercayaan bisa membuat cinta rusak. Saat menjalani suatu hubungan itu hendaknya selalu berfikir positif, saling percaya, dan komunikasi yang selalu dijaga. Agar tidak menyebabkan kesalahpahaman, kekeliruan, ketidakpercayaan dan sebagainya.

Cinta itu menurutku benar-benar istimewa. Bisa membuat hati, pikiran, jiwa menjadi terasa berbeda (menjadi lebih baik). Apalagi saat pertama-tama merasakannya huuhh, a very very something deh pokoknya hehe. Menurut kalian sendiri gimana ? Aku pikir sih sama, haha”. Jadi pada mbayangin waktu pertama kali kalian jatuh cinta kan ?

Kalau bicara tentang konflik cinta itu nggak jauh dari yang namanya bumbu-bumbu cinta. Kayak masakan aja ada bumbunya segala. Tapi itu memang bener loh ! Enggak semuanya cinta berjalan dengan mulus. Yang pasti suatu saat nanti mesti ada suatu terjalan-terjalan di tengah-tengah perjalanan cinta. Apalagi yang namanya cinta sejati.

Meskipun ada konflik dalam cinta, kita itu harus tetep bisa instropeksi diri. Jangan marah yang berlebihan, membanting-banting sesuatu, apalagi memukul si dia. Semuanya itu enggak ada gunanya, rugi seratus persen deh. Mendingan pergi ke suatu tempat yang tenang, merilekskan diri, atau kalian yang muslim berwudhu buat ngilangan amarah. Setelah cukup tenang, bicaralah baik-baik kedia atas dasar cinta kasih dan kedamaian. Ingat friends “cinta itu saling memaafkan”.

Tulisan ini aku tulis berdasarkan keadaan-keadaan yang ada disekitar.

Tentang Bali, Bule, dan Bla… Bla… Bla..

Jadi ceritanya tanggal 27-31 Mei 2016, prodi gue melakukan perjalanan ke Bali buat Studi Eksplorasi disana. Ini kali ke duanya gue ke Bali, dulu yang pertama pas SMA tahun 2013 dengan tema Study Tour. Yah pokoknya dua kali ke Bali buat acara studi-studi begitulah dan masih terkait dengan sekolah ataupun kampus hihi

Masih ingat kan harapan gue yang ngarep banget dapet jodoh manusia putih, tinggi, mata berwarna biru, rambut pirang a.k.a manusia Eropaaah a.k.a bule. Yuppps, dan di Bali bisa dibilang surganya itu makhluk. Oke, gue akan cerita pengalaman selama di Bali dengan menyangkutkan sedikit tentang Bule juga pastinya haha~ iya dikit aja yah!

Bali, Mei 2016 terasa berbeda dengan pas waktu Januari 2013 lalu. Gue ngerasa lebih nyaman ke Bali kali ini daripada pas pertama. Beda temen, beda suasana pastinya. Serius, gue serasa nyesel banget ikut ke Bali pas SMA. Sama sekali nggak menikmati, yang ada malah justru pengen segera pulang. Edanpokoknya ke Bali pas SMA. Dan Alhamdullilah nya, ke Bali kali ini bisa menghapus masa-masa suram Bali pas SMA. Ke Bali kali ini bersama teman-teman yang asyik, suasana yang asyik, 100 persen beda sama perjalanan Bali yang pertama.

Tanah Lot : Hari pertama di Bali mengunjungi Tanah Lot, panasnya minta ampun. Meskipun panas gue masih menikmati suasana pemandangannya. Laut, pura, luar biasanya indahnya. Taman yang ada di Tanah Lot bikin gue pengen tiduran sambil guling-guling disana.

Oh iya tahu sendirikan hobi orang Indonesia kalau ke tempat wisata ? Yupss, langsung ambil selca aliasselfie camera dan ini yang bikin BT manusia jarang selca macam gue!Gue tipe manusia yang memang jarang foto selfie. Koleksi foto selfie gue selama ini bisa dihitung cuman beberapa ajah haha. Entah dari jaman dulu gue nggak suka foto. Ditempat-tempat wisata, manusia yang foto selfie atau wefie atau minta difotokan atau bla atau bla banyak banget guyss, dan wisatawan yang menikmati pemandangan disana itu cuman beberapa aja termasuk gue haha. Dan kebanyakan orang yang ngelakuin selfie, wefie, atau difotokan itu kebanyakan orang lokal a.k.a orang Indonesia asli. Kebanyakan turis asing lebih suka menikmati pemandangannya dantake pict pemandangannya buat dijadikan kenang-kenangan ataupun koleksi pribadi. Nah, dan gue ? Gue termasuk orang lokal a.k.a Indonesia asli yang suka menikmati pemandangannya kemudian ngambil pictpemandangan buat dijadikan koleksi atau kenang-kenangan. Nah campuran kan  ? Ada sifat bule-bulenya dikit lol

Oh iya btw, ada dua teman gue yang hobi banget foto dan minta tolong gue buat fotoin dia. Rasanya bete banget! Niatnya gue pengen tenang, menikmati, dan ambil gambar pemandangan aja. Sumpah gue maleeeeeeesssssss! Tapi namanya temen ya huhuu. Tapi nggak lama kemudian kita pisah, soalnya gue mau observasi Tanah Lot sama temen-temen sekelompok gue.

Selain menikmati pemandangan, kalian pasti tahu sendirikan mata gue kemana-mana lihat apa ? Yuppps bule! Kebanyakan di Tanah Lot bulenya udah pada tua-tua, empat puluh limanan ke atas gitu. Ada sih yang masih muda tapi jalannya sama pacarnya haha –broken heart-. Pengalaman sama bule yang nggak akan aku lupain yaitu pas mau mau ngambil gambar tulisan “PURA PENATARAN LUHUR TANAH LOT”. Disini banyak banget manusia lokal yang mau foto di samping tulisan itu. Nah disini gue niatnya mau foto tulisan itu aja tanpa ada orangnya haha. Tapi nunggu waktu buat kosong dulu karena banyak orang berlalu lalang lewat dan foto-foto di lokasi itu. Alhasil gue nunggu sejenak dan tiba-tiba di samping gue ada bule bapak-bapak yang ternyata mau ngambil gambar tulisan pura itu. Seneng ada temen nunggu, bule lagi haha. Gue bayangin andaikan bule itu masih muda lol, berharap cinta lokasi. Oke, habis ngambil gambar tulisan pura itu gue langsung ngadem, gabung lagi sama temen-temen sekelompok sambil  silent-silentlihat-lihat manusia yang jauh beda sama gue yaitu bule.

Bedugul : Naik speed boat bayar 30rb sama foto dengan background pura di tengah-tengah danau bayar 15rb. Btw, aku naiknya lima orang sama mbok Wayan juga ~ orang Bali yang jadi  pemandu tour di bus ku. Mbok Wayan itu lucu banget orangnya, ramah, baik banget. Kapan-kapan pengen ketemu lagi hihi

Joger Luwus : Di Joger gue beli kaoscouple titipan keponakan gue yang umurnya dua tahun lebih tua dari gue. Auntynya jomblo jadi ya cuman beli kaos satu lengan panjang sama gantungan kunci aja. Sesok Insya Allah couplean mbek mas bule, ora usah khawatir. Btw, tahu sendirikan pas bayar ngantri nya minta ampun! Temen ada yang pada nitip-nitip juga, tapi enggak papalah asalkan uangnya langsung dikasihkan ke gue. Dan kalau dititipin banyak nantinya pasti dapet paperbag Joger yang ukurannya gedhe. Kan gue yang bisa bawa pulang itu paperbag lol *bahagia*.

Tari Barong : Sebenenya tari Barong yang di buking kampus gue mainnya jam setengah tujuh malem, tapi karena molor di Joger jadinya main pukul setengah delapanan. Para pemainnya nunggu kami satu jam dan Alhamdullilah para pemainnya masih semangat!

Nginep di Hotel IBIS : Bahagia itu sederhana nginep di Hotel IBIS~ Selama dua malam

Satu kamar bertiga. Gue jadi ketua suku pemegang kunci kamar nomor 543, kuncinya kunci otomatis dek. Tapi gue mah orangnya ga katrok jadinya tahu caranya lol. Kamarnya Masya Allah, simple, bagus, nyaman. Yang hotel bintang tiga aja udah kayak gini, apalagi bintang empat, bintang lima ? Gue buka korden terlihatlah kota Denpasar yang sungguh awesome mamah. Btw, ini udah dini hari gue langsung mandi, dan tidur hihi

Pagi banget gue yang pertama kali bangun, gue bangunin dua temen gue yang masih tertidur pulas. Sebenarnya gue nggak tega kalau bangunin orang tidur. Tapi gimana lagi lol

Kami siap-siap dan akhirnya keluar dari hotel yang masih sangat sepi. Kami turun ke lantai dasar hotel menggunakan lift. Di lantai dasar juga masih sepi, cuman ada resepsionis, satu kru tour dari kami, satu pegawai hotel dan beberapa pelayan hotel yang ada di tempat prasmanan. Ternyata banyak yang belum pada bangun, dan kami yang pertama. Seorang kru tour kami itu langsung nyuruh kami buat sarapan duluan, waduh eksklusif banget! Kami masih duduk sejenak, lucu juga belum ada mahasiswa-mahasiswa lain pemirsah dan kami bertiga serasa tamu ekslusif disini. Pegawai hotel dan kru tour kami itu langsung nyuruh kami buat makan dulu dan ya sudahlah. Kami beraksi buat makan yang pertama dibandingkan dosen, temen-temen yang lain, dan kru tur yang lain. Dengan alasan daripada nanti keroyokan plus ngantri (bayangin yang ngelakuin studi eksplorasi sepuluh bus, kurang lebih 460an mahasiswa, dosen dan kru tour belum kehitung yah kurang lebih 510an nyawa kalau nggak salah).

Pas makan, tur kami pun menyuruh kami buat hubungin temen-temen kami. Ada yang kami telfon kebanyakan masih ada yang siap-siap, ada juga yang masih tidur lol. Ini guenya yang bangunnya kepagian atau gimana ? Tapi kedua temen gue ngucapin terimakasih ke gue gara-gara bisa makan seeksklusif ini. Tapi ya gue sebenernya tetep BT dengan hobi mereka yang minta gue buat potoin mereka, enggak di kamar hotel, enggak di prasmanan makan, enggak di halaman hotel. Beruntung temen gue yang satunya itu enggak separah temen gue yang satunya jadinya bisa gantian motoin dia!

Pasar Sukowati : Enggak bisa nawar! Jadi kalau belanja temenku yang nawarin lol

Pantai Pandawa : Pantai yang sering banget buat dijadiin tempat syuting FTV. Jalannya anjayyy naik turun. Masya Allah indah banget, kanan kiri masih tebing-tebing tinggi warnah putih. Kemudian terdapat juga tulisan Pantai Pandawa warna merah di kanan jalan dan juga patung berwarna putih di samping kiri jalan. Tiba di pantainya, warna air nya masih biru banget. Pantai baruu! Pengen nyebur eh. Semua mahasiswa berpencar ada yang langsung foto-foto biasalah lokal banget. Gue nyari posisi yang nyaman buat lihat birunya cinta eh bukan, birunya air pantai lol. Yah meskipun panas banget karena siang, tapi setidaknya ada sedikit tempat buat berteduh.

Tanjung Benoa : Perjalanan tanjung Benoa ngelewatin jalan tol diatas laut. Jalan Tol Mandara namanya. Singkatan dari Aman, Damai, Sejahtera. Jalan Tol Mandara jadi jalan tol terindah se-Asia Tenggara. Hebat kan ? Bali punya. Kanan kiri pemandangannya laut semua,awesome banget lah. Di jalan tol ini juga menyediakan jalur khusus sepeda motor juga, tapi ya nggak selebar jalan umumnya. Dari jauh parasut-parasut dan balon udara yang ada di Tanjung Benoa udah melayang-layang manggil kita hahaha. Cominnnnnggg!! Makanan di Tanjung Benoa kali ini lumayan puaslah. Beda sama yang dulu. Alhamdullilah~

Pantai Kuta : Surganya para bule~ Gue bingung mau cerita darimana dulu kalau ngetag pantai Kuta dan bule ini. Bus parkir di Central Park. Perjalanan dari Central Park ke Pantai Kuta naik suttle. Pajero nya khas Bali. Sutle nya cuman bisa ditumpangin 18 orang. Temen-temen deket gue udah masuk beserta mahasiswa lain (semua kelas campur aduk). Pas gue masuk ini sudah muat 18 orang. Akhirnya gue dan anak-anak lain (ga kenal) turun nyari sutle lain dan akhirnya gue terpisah dari rombongan beberapa temen-temen deket gue! Sutle datang lagi dan  gue berusaha untuk masuk TANPA mendesak-desak temen-temen yang lain. Gue orangnya nggak suka mendesak-desak yang lain. Tapi kalau di desak, enggak papalah sabar. Kalian tahu ? Setiap suttle dateng semuanya itu keroyokan masuknya dan gue kurang beruntung lagi. Sutle datang lagi, kali ini gue beruntung guyss. Gue masuk dan duduk di pojokan deket di jendela langsung. Gue duduk sama salah satu anak kelas lain. Lumayan ngobrol dikit! Sepanjang perjalanan serasa nggak kedip, lihat bule pada jalan-jalan. Lihat toko-toko sovenir, baju-baju yang harganya pasti fantasis karena kebanyakan yang beli pasti bule. Ada satu bule muda yang jalan sendirian, dia ngelihatin anak-anak yang ada di sutle kami. Dia melihat dengan tatapan biasa sih, senyum mungkin 1 persen aja. Kemudian dia melihat  ke arah lain lagi.  Dua anak cewek di depan gue langsung bilang gini “hi cuma mlengos” artinya hi cuma sekilas (lihatnya). Gue sih cuman bisa lihat dia aja, sambil berkata dalam hati gantengnya ya Allah. Berharap suatu saat hamba-Mu ini dapet bule seperti itu.

Sepanjang perjalanan lihat kanan-kiri isinya bule semuanya, serasa lagi di luar negeri malah. Ditengah perjalanan temen gue SMS nanyain entar ditunggu dimana, gue jawab Depan Hard Rock Cafe aja. Dia bilang oke.

Tapi problem justru terjadi…

Sesampainya gue jalan menuju depan Hard Rock Cafe dan disitu nggak ada temen-temen gue. Gue ditelfon, gue jawab kalau gue di Depan Hard Rock kalian dimana ? Gue lupa dia mbales apa waktu itu.

Gue clingak-clinguk nyari mereka, dan akhirnnya gue mutusin buat masuk ke Pantainya. Seneng tahu bisa jalan-jalan sendirian seperti ini (tapi gue jalannya masih sekitar dalam gapura belum di bibir pantai). Beberapa orang asing lihat gue lol. Tapi gue jalan-jalan sambil nyari mereka. Siapa tahu mereka nunggu di salah satu gapura masuk.

Gue ditelfon lagi! Gue telfonan sambil jalan cepat, kayak orang sibuk gitu. Sampai dua kali gue keluar masuk gapura. Ya Allah sebenernya sih gue nggak papa sendirian plesiran di pantai. Pengen plesiran sendiri terus duduk ditepi pantai sendirian lihat ombak daripada selfie selfie T.T. Tapi tetep aja temen gue nyari gue *mereka takut gue kelihatan kayak orang ilang kali ya ?

Alhasil kata temen gue mereka nunggu di depan tulisan Hydro Choco. Sekilas tadi sebelum masuk gue lihat itu tulisan itu. Gue kesitu! Dan mereka nggak ada LOL. Gue pengen ngomong “mending kalian langsung masuk ke Pantai aja!” tapi gua ngga sampai ngomong itu. Dia bilang lagi kalau sekarang mereka di depan Hard Rock Caffe-  Yaaahhhh-____- gue jalan kesana sambil clingak-clinguk dan akhirnya nemuin mereka! Satu orang masang muka bete, entah bete karena gue yang nggak jelas atau dia yang memang udah kecapekan piknik eh eksplorasi. I dunno.

Ternyata oh ternyata tulisan Hydro Choco itu  nggak cuman satu doang, tapi banyak! Dan itu bikin kesalahan juga.

Kita-kita akhirmya masuk dan berjalan disekitar bibir pantai. Udaranya panas, bikin kulit gosong. Karena kulit gue sensitif, gue tahu muka gue pasti udah gosong-gosong eksotis. Kami jalan dan terus berjalan nemuin tempat yang pas mesti sama-sama panas. Pas jalan kita ngelewatin salah satu bule yang sudah berumur lagi duduk di kursi. Dia memandangi air pantai yang luas itu sambil membawa sebuah buku, mungkin diary. Ia sesekali terlihat mencatat sesuatu. Gue apresiasi tuh bule, pasti mau nulis cerita atau pengalaman atau deskripsi tentang Pantai Kuta dan segala hal yang ada di Bali.

Tiga orang mulai asyik dengan kamera Yi Cam dan beraksi dengan air ombak yang menyentuk pasir. Empat anak termasuk gue mau nyari tempat duduk yang nyaman, udah pasti duduk di pasirnya kan ? Tapi kejadian malu bin lucu terjadi. Jadi tiga temen gue mau duduk di kursi-kursi yang deket pantai itu. Itu kursi kan khusus buat orang-orang yang beli minuman disitu. Hampir saja saat mereka akan meletakkan pantatnya di kursi itu si penjualnya langsung melarang mereka. Gue pun balik badan, sebenernya gue mau ngomong ke mereka, tapi mereka keburu-buru pengen duduk dan jarak mereka udah beberapa meter dari gue. Gue pun segera duduk di pasir itu, mereka akhirnya juga duduk di atas pasir meski ada yang nanya ada yang bawa tisu nggak buat alas. *Gue bawanya tisu basah lol.

Kalian tahu alasan gue duduk di atas pasir itu sebelah *sini*, becausesekitar tiga meter dari kita ada dua bule ganteng banget lagi berjemur. Dari dua bule itu gue lebih suka bule yang sebelah kiri, serius ganteng pisan lol. Yah sambil modus-modus tapi tulus gue diem-diem mandangin itu wajah bule. Gue tanya dalam hati segala pertanyaan, gue berdoa dalam hati segala harapan. “Ya Allah semoga jodohku seorang bule (baik)”

Gue sesekali merhatiin temen-temen gue, mereka kayaknya biasa aja ya kalau lihat bule. Kalau gue sih mata sedikit pecicilan, tapi senyum juga gue tahan (entar dikira orang gila kalau gue senyum-senyum sendirian), dan hati gue sumprett seneng banget dan selalu doa dapet jodoh bule. Jadi dari luar ya gue kelihatan biasa aja, kayak biasa aja lihat bule. Well, gue jenuh kalau gini-gini aja! Gue ijin ke temen-temen gue kalau gue mau gabung sama temen-temen gue tadi yang bawa Yi Cam, bukan niat numpang foto tapi berharap dua bule itu lihat keberadaan gue. Gue jalan udah pasti jalan disamping mereka berbaring, dan gue nggak tahu apakah bule itu merhatiin gue atau tidak lol

Lelah..

Kita akhirnya kembali, ke sutle bus. Dan ternyata itu bule juga mau beres-beres buat keluar dari pantai.Berjemurnya udah bang ? Hehe

Diperjalanan kembali ke Central Park, bule-bule di jalanan semakin membludak. Gue lihat bule sekeluarga, anaknya sumpret putih banget ____- lagi pada nongkrong disalah satu caffe. Bule yang sliweran pakai motor juga ada, cewek Indonesia berdiri sendirian pakai long dress juga ada. Mungkin dia janjian sama bule ___-. Gue sih pengennya juga gitu jalan-jalan sendirian pakai baju sesantai mungkin, bukan seksi lhoh ya! Terus dapat kenalan bule (baik). Aminnnn

Sampai Central Park kita nongkrong dulu di depan bus kita, males masuk bus soalnya. Masih lama, anak-anak yang lain juga belum dateng. Temen-temen ada yang pengen bakso, nawarin gue juga mau beli atau nggak. Meskipun guE Baksoholic tapi gue was-was juga kalau jajan Bakso di Bali. Temen gue pun bilang *Tumben*. Ya pkoknya was-was aja~~~

Perjalanan kembali ke hotel lagi….

Museum Bajra Shandi : Ada yang bilang ini Monumen ada juga yang bilang Museum. Tapi menurutku dua-duanya bisa sih. Soalnya di dalamnya terdapat museum juga. Pas masuk ada yang lagi foto prawedding disana, duh pengennn!

Gue akhirnya pisah sama temen “geng” ku, mereka lebih suka foto-foto ada juga yang lagi sibuk nyari data laporan. Aku akhirnya sama salah satu temenku sebut saja dia Ayu. Gue sama dia antusias banget buat nyari pengetahuan tentang perjuangan rakyat Bali, satu persatu kita baca tulisan-tulisannya. Tiba-tiba seorang pemandu nyamperin kita, dan secara sukarela njelasin perjuangan rakyat Bali ke kami. Wah lumayan gratisan… Temen gue yang nyari data tentang Monumen ini aja ga di pandu.

Mungkin itu pemandu mengapresiasi pemuda seperti kami yang kepo banget sama apa yang namanya sejarah. Beda sama mereka yang cuman sefie aja kalau udah sampai ditempat wisata *songong dikit.

Oh iya betewe gue nggak naik ke lantai tiga, soalnya si Ayu lagi halangan. Aslinya sih kepo, mau naik sendirian nggak seru juga. Ada sih temen-temen dari kelas lain tapi nggak kenal, jadinya nggak asyik! Mungkin tahun-tahun berikutnya aku bisa kesana lagi. Sekalian foto prewedding hehehe

Dewata : Pusat oleh-oleh khas Bali.

Gue beli gantungan kunci isi lima sama satu kaos Barong titipan. Gue nggak mau balik ke Jawa bawa banyak oleh-oleh. Gue sih cukup beli beberapa barang aja buat kenang-kenangan dari Bali.

Pelabuhan Gilimanuk~~~

Bye Bye Bali, thank you so much. Gue ga bakal ngelupain semua kesan dan pengalaman yang gue dapat di Bali tahun ini. Bali mengajarkanku arti kedewasaan, dunia yang nggak sesempit yang gue kira, Bali mengajariku tentang sesuatu yang nggak monoton. Bali surganya Bule yang semoga saja suatu saat nanti gua dapet satu diantara mereka. Bali aku ingin kesana lagi. Jumpa denganmu lagi. Mengukir sesuatu yang baru tanpa melupakan sesuatu yang lama.

Ada beberapa hal yang belum bisa gue lakuin disini, maka dari itu gue pengen kesini lagi!

Eh hampir lupa, aku dan beberapa temen-temen se-bus pesen Pie Susu yang di koordinir sama Mbok Wayan. Pie susunya enak banget, langsung dari tempat pengolahannya. Dan pienya cuman bisa bertahan sampai beberapa hari aja. Maknyusss pokonya~

See you!

p.s ada beberapa peristiwa lainnya lagi sebenernya tapi sudahlah cukup sekian aja.

Waalaikumsalam Bali~

Ssst sorry typo ^_^

Merci Beacoup “Capable”

Kali ini saya akan membahas tentang salah satu cowok yang gue kenal di tahun 2016 ini. -Capable-
Kita satu kampus dan jurusan kita sama, tapi beda kelas. Dan di semester 4 ini kami berada di satu kelas yang sama yaitu di mata kuliah Pendidikan Matematika 1.

Kami awalnya enggak kenal, tapi karena pembagian kelompok membuat kami tanpa sadar menjadi saling mengenal.

Dia sosok yang sangat sopan, ramah, dan intinya dia baik. Dari sekian banyak teman laki-laki aku rasa dialah yang terbaik untuk saat ini. Aku menulis ini bukan karena aku suka dia, melainkan aku hanya menyisipkan kata terimakasih saja untuknya karena dia sopan dan beda dengan temen-temen cowok yang lain. Dia juga memanggilku dengan cara yang berbeda.

Waktu di Bali pas antri makanan tanpa disengaja dia ngantri di sebelahku. Kami mengantri sambil bercakap-cakap tentang tugas. Lalu aku mengambil nasi, dan aku juga menawarkan padanya untuk diambilkan sekalian atau tidak. Dia akhirnya meminta untuk ku ambilkan sekalian. Sekalian lauk-pauk juga lol

Di BBM dan Line kita juga sempat ngobrol lucu. Aku masih inget dengan kata2nya yaitu kata “gagal paham”. Aku paling seneng saat dia memanggil setengah dari nama panjangku. Thankyouuu so much Capable. Semoga kita bisa temenan terus~

-Tinta Tipis Untuk Capable-
Dia bukan siapa-siapa
Aku juga bukan siapa-siapa
Tapi ditemukan ditempat yang penuh apa
Tempat yang penuh siapa-siapa
Awal yang tak saling mengenal
Awal yang tak saling tahu-menahu
Awal yang penuh rasa penasaran
Awal dari segalanya

Siapa yang memulai dulu
Ah, ketika pena dituliskan oleh sang guru
Disitulah aku dan kamu bertemu

Sekian coretan untuk Capable. Ya, aku menyebut dia Capable yang berarti bahasa Inggris dari nama aslinya~

Missing You

Jadi figur belakangnya begitu indah
Bodohnya aku meninggalkannya
Dia mencariku, tapi aku sibuk dengan duniaku dan meninggalkannya
Kau pantas menyalahkanku~

Kesepian… kesepian dan kesepian (lagi)
Begitulah hari-hari gue setelah jauh dari dia. Kisah relationship antara manusia Aussie dan Indo.
Dulu era Oktober-November 2015 lagi seneng-senengnya chat sama orang Aussie. Sebelum pada akhirnya gue yang pergi dari dia. Gue tahu dia sayang sama gue. Tapi apa yang gue bales ke dia ?
Penyesalan mesti selalu ada, pasti. Entah dialah yang gue inget kalau lagi sendirian gini.
Lagi apa dia ? Biasanya kita share tentang kegiatan sehari-hari. Pernah yah suatu hari kita membahas tentang cinta. Dia tampak antusias dan gue belajar sisi kedewasaan dia. Ya Allah entah, sekarang aku kangen masa-masa itu.

Kalau denger lagu All I Want For Chrismast versi Park Bom (2NE1) sama Lee Hi pasti inget dia~

Oh My Aussy (Manusia Import VS Manusia Lokal)

Siapa itu Aussy ?

Aku kalau denger nama negara Australia itu bapernya setengah mati! Loh bukannya baper kalau denger nama negara “South Korea” ? (betewe aku pecinta hal-hal yang berbau Korea Selatan, tapi enggak fanatik). Tapi pokoknya aku lebih baper kalau denger nama negara Australia.

Oh my Good, my heart want to bloom!

I want to cry, but it’s feels konyol

I miss someone, I called him “Aussy”, Australian

And now, I just can REPENT!

I already neglecting him

I’m sorry, Because I’m stupid

 

Tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku ninggalin dia. Kalau lagi kesepian gini, Aussy lah yang aku kangenin. Aussy, dia itu baik banget, dewasa, dan bener-benar perhatian. Aussy pasti bertanya-tanya kenapa tiba-tiba aku ngilang begitu aja. Itu karena ada seseorang yang tiba-tiba datang di kehidupan nyataku. Oke Aussy, aku tahu kita hanya berada di dalam dunia maya, tapi aku yakin, dimana kita berada kalau udah sama-sama nyaman pasti keadaannya akan menjadi lebih baik. Tapi saat semuanya sedang berada di tengah-tengah, seseorang di dunia nyataku datang dan mengubah segalanya. Seandainya orang itu nggak hadir, pasti aku masih komunikasi sama Aussy.

Betewe, aku akan cerita kisah awal dan penyebab berakhirnya kami dalam tiga chapter -___-

 

Chapter 01 – All I Want

Masih dalam tahap kesepian dan aku sangat rindu Aussy! Mungkin sekarang aku bisa menuangkan segala hal tentang Aussy disini.

Inilah aku dengan segala kepribadianku yang mungkin aneh! Aku tidak bisa menceritakan banyak hal unik atau aneh tentang diriku kepada teman-teman di dunia nyataku. Tapi aku bisa nuangin segala cerita ini kepada teman-teman disini yang mungkin memiliki keinginan yang sama yaitu pengen punya pacar/ suami bule, dan yang mungkin juga punya kisah-kasih dengan orang bule di dunia maya.

Aku memiliki keinginan yaitu memiliki pacar/suami orang bule (baik). Jangan diketawain! Mungkin kalau aku cerita ke temen-temen dunia nyataku, sudah pasti aku bakal diketawain! Temenku itu semua pemikirannya itu rasional, mereka nggak memiliki daya imajinasi untuk melakukan hal-hal yang lebih. Contohnya pengen dapet cowok  bule gitu.       Untuk urusan cowok, mereka sih fine fine aja dapet cowok lokal. Pas sharing-sharing sebagian ada yang ngarep pengen dapet dokter, tentara, sama polisi.  Lah aku cuman diem, enggak ngomong kalau pengen banget dapet cowok bule. Padahal pengen banget ngomong. Tapi jika aku ngomong udah pasti 100 persen diketawain, kalau nggak mereka akan berkomentar “mimpi kamu ketinggiann!”. Alhasil, daripada aku diem aku bilang aja ke mereka kalau aku juga pengen dapet tentara LOL. *cadangan juga sih

Tapi sampai saat ini mereka belum kesampaian dapet cowok yang berprofesi seperti diatas. Jadi ada yang ngejomblo ada juga yang punya pacar tapi tidak berprofesi seperti yang diatas.  Begitupun aku, aku juga masih belum dapet cowok bule (baik) HAHAHA! Ssstt, jangan bilang ke temen-temenku!

Serius deh, sebenernya AKU PENGEN BANGET PUNYA SATU TEMEN di DUNIA NYATA, YANG SAMA-SAMA MEMILIKI KEINGINAN DAPET  COWOK BULE (BAIK). Kan enak bisa sharing bareng about bule, ngobrol bareng, ngimpi bareng, usaha bareng nyari bule HAHA! Tapi sayang, enggak ada satupun temen-temen ku yang punya keinginan sama kayak aku. Alhasil gue nyimpen semua ini sendirian! Mungkin sahabat disini bisa ikut mbantu nyimpen rahasia ini lol.

 

Kenapa sih pengen punya pacar/suami bule (baik) ?

Entah aku pengen sesuatu yang baru, pengen sesuatu yang beda dari  kebanyakan orang yang aku temui. Aku merasa, aku ini biasa-biasa aja. Dan kalian tahu ? Aku merasa jika aku memiliki pacar/ suami bule (baik) aku merasa dunia akan memandangku. Tapi itu semua tidak akan mempengaruhi perubahan hidupku. Aku tidak berubah menjadi sombong atau bagaimanapun. Aku masih seperti biasanya. Dari sisi lain, memiliki pacar/suami bule itu seakan-akan ngangkat derajat kita. But, aku nggak muluk-muluk pengen dapet bule kaya. Aku cuman berharap dapet bule baik, dewasa, pengertian, rajin bekerja, sayang sama aku, keluarganya, dan keluargaku. Dapet bule kaya/tajir itu cuman bonus buat aku. Aku cuman butuh kasih sayang, kejujuran, sama usaha dia buat bisa bersama-sama bersamaku sepanjang hayat. Tentunya aku menginginkan bule yang juga menerima agamaku. Berharap juga bule itu masuk ke dalam agama yang aku anut. Dan suatu saat aku berharap bisa membangun keluarga yang bahagia. Tidak apa sederhana asal bahagia, punya anak-anak campuran  yang ganteng dan cantik. Masalah akan tinggal dinegara mana, terserah. Tapi aku berharap masih bisa tinggal di Indonesia.

 

Terus usaha apa yang kamu lakuin ?

Namanya manusia yang ingin mendapatkan sesuatu pasti harus usaha iyakan ? Yupss ,dan ini saha aku!

Seperti ceritaku diatas aku pun mulai usaha. Huh, sayangnya aku berada di lingkungan yang jauh dengan kehidupan bule. Jadi agak susah juga. Ah bukan agak susah tapi BENERAN SUSAH. But, GAK BOLEH PATAH SEMANGAT!

Dari semua itu, akhirnya aku memiliki hobi yang bisa dibilang konyol. Aku suka browsing-browsing tentang “cara mendapat pacar bule”, “menjadi pacar bule”, dan lain-lain pokoknya yang menyangkut tentang bu to the le alias bule. Aku juga browsing tentang pengalaman orang-orang yang pacaran sama bule. Aku kalau baca-baca tentang itu bisa ketawa sendiri. Gimana nggak ? Pengalaman mereka itu lucu-lucu, tapi ada juga yang bikin terharu. Betewe,  pengalaman mereka kenal bule itu banyak yang berawal dari dunia maya (situs dating, sosmed, dll). Alhasil aku ngikutin jejak mereka, nyari situs dating. Mungkin itu salah satu cara buat kenal/komunikasi sama bule. Yah maklum ajalah, di dunia nyata ini aku sama sekali belum bisa kenal bule. Jadi iseng dulu komunikasi atau kenalan sama bule lewat internet. Siapa tahu beruntung. Langsung download salah satu aplikasi situs dating di playstore.

 

Dipercepat!

Nah di situs itu akhirnya aku diinbox sama bule Australia. Seneng, akhirnya kita kenalan dan berkanjut di Wassap. Awalnya sih aku gak punya WA, tapi pada akhirnya aku di suruh ngunduh lol. Alhasil aku ngunduh dan memulai chat di WA. Menurut data yang dia berikan (ceilah data). Dia berusia 27 tahun, busyett selisih 9 tahun). Dia bekerja di perusahaan cokelat di kotanya. Enggak tahu dibagian apa, mau tanya tapi enggak enak juga. Giliran aku ngasih data kalau aku masih mahasiswa fakultas pendidikan. Btw, aku bilang ke dia kalau aku suka cokelat (siapa sih yang nggak suka cokelat ? lol). Dia suka main piano (oh my God, saya like lol.

 

Hari-hari berlalu kami terus chat. Aku merasa nyaman banget dengan chat itu. Yang pertama kali chat sih pasti dia dulu. Aku nggak berani chat duluan, malu hehehe. Beberapa kali juga dia mengirimkan gambar selamat pagi dan ada namaku juga. Itu buat aku senyum-senyum sendiri. Akupun juga membalas hal yang sama lol. Tapi pernah deh kita satu hari nggak chat, kalau ga salah pas hari Minggu. Waktu itu aku heran sendiri kok dia ngga chat sih ? Apa dia bosen ? Terus hari keesokannya aku ngeberaniin chat dia haha. Okay, alhasil kesimpulannya  hari Minggu dia lagi REFRESHING dengan cara swimming dan shopping.

Aussy, dia itu baik banget, perhatian. Kami laksana kakak dan adik. Seiring waktu kami terasa akrab banget. Oh iya, dulu pas awal-awal kami chat aku pernah bilang ke dia kalau bahasa Inggrisku itu nggak bagus. Jujur aku minder sama Englishnya yang fasih (yailyalah). Tapi dia malah bilang kalau Englishku itu bagus (duh, enggak Aussy. My English is so bad). Pas awal-awal chat dia pernah bilang “Terimakasih”. Aku kaget terus nanya ke dia, dia jawab cuman bisa beberapa kata bahasa Indonesia aja.

Alhasil, kami saling mengajari tentang bahasa. Aku ngajarin dia bahasa Indonesia, dia ngajarin aku bahasa Inggris yang baik dan benar. Efek dari ku ajarin  bahasa Indonesia itu pada akhirnya dia kalau ngucapin waktu (selamat pagi,siang,sore) pakai bahasa Indonesia. Kami juga sempat gobrolin tentang musim di Indonesia yang seharusnya sudah memasuki musim hujan tapi tetep aja masih berada di musim panas hihi.

Ya Allah, aku seneng banget saat itu…

Other chat, dia pernah nanya kalau Semarang itu deket ngga sama Bali ? Tentu aku jawab jauh. Nanya lagi kalau sama Jakarta ? Iya lumayanlah. Terus aku suruh dia buka google map. Di lain chat, aku masih inget obrolan pas aku selesai mata kuliah Penjasorkes 2. Dia chat aku, nanya kalau dari kota ku ke Jakarta naik kereta berapa jam ? Terus aku bales sambil browsing lol. Dia juga nanya kalau naik pesawat juga berapa jam. Disitu aku bayangin gimana kalau ketemuan sama dia hahaha. Pasti deg-degan setengah is dead.

Aussy, dia pernah manggil aku SAYANG. Iya pakai Bahasa Indonesia. Tapi aku nggak suka dan aku bilang ke dia kalau kita kakak adikkan aja nggak lebih. Dia yes, dan obrolan normal kembali.

Satu bulan telah berlalu (Alhamdullilah sudah memasuki musim hujan) pagi itu aku mau belanja. Dia chat aku bla.. bla.. bla.. terus aku bilang  kalau aku mau belanja. Dia senengg banget responnya lol (Dia kan hobi belanja aka shoping). Langsung deh di ngajak bercandaan, aku ngeresponnya juga dengan candaan.

Aku inget, di tengah kota aku duduk (habis belanja), dia chat aku kalau dia pengen ketemu aku. Dia pengen ke Indonesia. Ya Allah, ada rasa bahagia banget. Seriusan dia pengen ketemu aku. Dia yakin banget kalau aku anak baik-baik (aku memang anak baik-baik kok bang haha).  Dia pengen kesini, ketemu aku tapi kendala biaya yang belum cukup. Aku juga bilang ke dia kalau aku juga pengen ketemu sama dia. Kami yakin orang baik pasti ditemukan dengan orang yang baik pula. Suatu saat nanti pasti terwujud. Dunia maya berubah menjadi dunia nyata.

Aku udah ngebayangin dia dateng ke kota ku. Aku njemput dia di Bandara. Lihat wajahnya untuk pertama kali, mungkin aku kaget, seneng, terharu kali. Warga Indonesia dan warga Australia pada akhirnya ketemu. Aku pasti nggak bisa kata-kata, lagipula aku bakalan bingung ngerangkai English secara langsung . Aku juga pasti akan bilang “kalau ngomong jangan cepet-cepet ya!” lol.

 

 

Chapter 2 – I’m Sorry

Waktu terus berjalan, semakin hari semakin mendekati hari ulang tahunku saja. Tapi Aussy belum tahu kalau sebentar lagi aku mau ulang tahun. Aku berencana ngasih tahu dia pas tepat dihari ulang tahunku saja dengan harapan aku diucapin selamat ulang tahun dari bule Australia, iya dia! Hari-hari berlalu seperti biasanya, nanyanin kabar, lagi apa, dan lain-lain. Semakin hari aku menaruh harapan menjelang ulang tahunku.

Tapi sesuatu telah terjadi, aku tidak pernah menyangka bahwa kebahagiaan ini TERNYATA JUSTRU AKU AKHIRI DENGAN SIA-SIA. Kebahagiaan yang telah aku raih, aku buang sendiri. Aku benar-benar bodoh. Belum sempat aku memberi tahu hari ulang tahunku, belum sempat aku diucapkan selamat ulang tahun olehnya. Ternyata malah aku akhiri sendiri.

Tapi sepenuhnya bukan salahku. Ada seseorang di dunia nyataku yang tiba-tiba datang ke dalam kehidupanku. Aku dilanda bingung berkepanjangan. Oke, kadang aku punya perasaan ke orang itu (orang yang di dunia nyataku) dan membuang Aussy yang berada di dunia mayaku. Tapi kadang juga dengan beberapa alasan aku tidak bisa menerima orang di dunia nyataku itu. Tapi entah perasaanku masih simpang siur kepadanya. Sebut saja dia Disturber.

Disturber datang ke kehidupanku, seseorang yang MUNGKIN dikirim untuk menyadarkanku kalau bule hanya khayalan semata. Tidak mungkin terwujud di dunia nyata. Betewe dia tidak tahu dan masih tidak ada yang tahu tentang keinginanku yang pengen dapet cowok bule baik. Tapi dia seakan-akan dateng buat membangunkanku dari mimpi tinggiku. Oke, disini aku mulai pesimis buat dapetin bule, dan belajar buat nerima hal-hal yang sudah ada seperti kebanyakan dapet cowok lokal. Akhirnya, aku melepas Aussy ku, dan beralih untuk berkali-kali tidak membaca chat WA nya dan menghiraukannya. Benar-benar, ternyata itu adalah keputusan terbodoh yang pernah aku lakukan. Padahal Aussy sangat mengkhawatirkanku, aku tahu karena ada segelintir chat yang masih sedikit terlihat. Bahkan Aussy menghubungiku lewat WA selama dua kali tapi aku tidak mengangkatnya. Aku sudah bertekad menghapus Aussy yang berada di dunia maya, dan mencoba mnghadapi sebuah kisah di dunia nyata bersama Disturber.

Waktu semakin berlalu dan tidak ada lagi komunikasi diantara aku dan Aussy. Padahal aku pernah berharap diucapkan selamat tahun olehnya bukan ? Tapi aku justru mengubah semuanya. Tidak ada lagi sesuatu yang terjadi, segala chat aku hapus, nomornya aku hapus dan WA aku uninstall. Tinggal kenangan. Selamat tinggal Aussy terimakasih selama waktu kurang lebih satu setengah bulan ini. Bye, Aussy…I’m sorry..

 

Chapter 3 – Bye.. Bye Dunia Maya And Welcome Dunia Nyata

Pada akirnya aku telah melepaskan Aussy, entah apa yang sudah aku lakukan kepadanya. Menyia-nyiakan orang baik-baik dan memilih untuk menjalani kisah dengan Disturber padahal perasaanku masih simpang siur ke dia. Kalau dengan Aussy, okay aku memang mengganggap kakak adik tapi suatu saat bisa lebih bukan ? Sudahlah, aku sudah melepaskannya dan ini ceritaku dengan Disturber.

Disturber teman sejak SD, SMP, sampai SMA dan sekampung. Percaya nggak percaya, aku sama dia sekelas selama sepuluh tahun. SD enam tahun, SMP tiga tahun, dan SMA cuman satu tahun. Kami terpisah saat memilih jurusan di SMA. Di kelas sebelas dia ngambil IPS, dan aku ambil Bahasa. Temenku ada yang bilang gini, “kalau kalian di jurusan yang sama pasti dapetnya satu kelas lagi.” Well, aku memang ngerasa gitu juga. Entah faktor apa yang menyebabkan kami berdua sekelas terus :3.

Meskipun kami sekampung dan sepuluh tahun sekelas tapi kami nggak deket-deket amat palingan cuman tegur sapa doang. Betewe, dia sekarang pindah ke kampung sebelah dan semua itu membuat jarang melihat satu sama lain. Apalagi kesibukanku selama kuliah malah justru bikin nggak pernah lihat dia. Dan semua ini bikin kaget ketika udah lama banget nggak ketemu apalagi komunikasi tiba-tiba dia nginvite pin bbm. Pasti ada orang yang ngasih pinku ke dia :3

Awalnya sih, aku welcome ke dia. Kami chat bla.. bla.. bla.. dan itu semua yang bikin aku membuang Aussyku. Mungkin aku sudah bangun dari mimpiku. Dia beberapa kali ngajak makan malam, jujur aku males banget disisi lain aku nggak siap (ini pertama kalinya akan jalan sama cowok). Aku juga sibuk kuliah terus dan aku yakin kalau aku jalan sama dia, aku pasti diledek sama keponakanku. Pengalaman pertama broh!

Tapi akhirnya menemukan waktu yang tepat. Aku pasrah, toh kasian juga. Mungkin dia pengen bersilaturahmi karna lama tidak jumpa :3. Bersama Disturber aku memiliki pengalaman diajak pergi makan malam, dan untuk pertama kalinya aku pergi sama seorang cowok! Iya bersama Disturber. Ibuku kenal baik sama dia begitu juga dengan ibunya, jadi ya ibuku welcome ke dia. Beda dengan ayahku, yang protektif banget kalau anaknya ini pergi sama cowok. Tapi ayahku juga kenal dia, yang akhirnya bikin kita jalan. Meskipun aku tahu ayahku nggak srek kalau anaknya ini maen sama cowok.  Oke itu pengalamanku untuk pertama kalinya pergi sama cowok! Padahal harapannya pengalaman pertama itu ya jalan sama cowok bule. Amazing yang gagal!

Makan malem dengan nuansa deg-degan, sampai-sampai aku nggak bisa nelen makanan. Padahal makanan itu favoriteku banget!! Sumpah, aku kayak cewek polos binti lugu ah memalukan! Begini kok mau jalan sama bule, sama cowok lokal aja berabe kayak gini! Ya biarin, pokoknya harus siap kalau jalan sama bule, suatu saat nanti amin heheh! Bule mana bule….

Setelah makan malam, dia nganterin aku pulang. Dia bbm aku makasih udah nemenin makan malam. Dan bodohnya aku bales, iya sama-sama jangan kapok ya main sama aku. BODOH, PARAH! Oh iya pas perjalanan pulang dia itu sempet cerita ke aku kalau dia itu lagi naksir cewek, si ceweknya itu juga sama dia. Nah tapi anehnya cewek itu kok pasang Display Picture sama cowok lain gitu. Nah itu kan bikin Disturber bertanya-tanya lol, gimana perasaan cewek itu ke dia. Aku sih nggak ngurus haha, tapi tetep ku dengerin kok ceritanya!

Okay, betewe dia lagi kecantol sama aku kayaknya, aku pernah bikin PM “Kue Bandung” dia langsung ngerespon “Yuk beli.” Tapi pada akhirnya nggak jadi karena gerimis mau hujan, lol padahal diem-diem aku sudah siap-siap.

Suatu hari Disturber pasang DP seorang cewek, entah kok aku agak gimana gitu. Cemburu ? Embuh, aku ora reti lan I don’t care. Tapi kok ada trecep-trecep sithik maksude pie ki ? Aku yo mung meneng wae sih. Embuh iku sapane kulo mboten ngerthos!

            Lama kami nggak komunikasi, hari ulang tahunku juga lewat. Parahnya dia nggak ngucapin selamat ulang tahun dan aku justru selalu keinget Aussy. Padahal aku udah masang kode di PM BBM kalau hari ini aku ulang tahun tapi Disturber enggak ngirim ucapan selamat ulang tahun. Okay, fine!

Januari tepatnya hari dimana aku membuat Personal Message di BBM  “I Love Library” ada emot ciumnya LOL. Dia tiba-tiba merespon. Eh, btw kami udah lama nggak BBMan dan sekarang ini dia ngajak ngobrol lewat BBM lagi. Dia merespon intinya sih, love juga ngga sama dia begitu. Aku bales cinta sebagai teman, intinya begitu dan bla.. bla…bla… dia tiba-tiba bilang kalau DIA SEBENERNYA SUKA SAMA AKU! Ini enggak bikin aku seneng  tapi justru jadi beban. Dari awal perasaanku memang masih simpang siur. Aku sih mbales dengan percakapan yang santai-santai aja. Dan oke jujur, perasaanku ngagak simpang siur lagi tapi sudah fix kalau aku  nggak punya perasaan suka ke dia dan aku nyesel telah membuang Aussy!

Aku masih inget hari Kamis, pas mau UAS. Dia katanya lihat aku mau berangkat kuliah. Disini dia masih suka sama aku, dia BBM aku kalau jumat malam nanti dia mau traktir es krim. Gimana ya kalau nggak suka ya pengennya nolak. Alhasil aku bilang ke dia kalau masih satu minggu ke depan aku sibuk UAS. Terus dia bales kalau habis UAS aja pergi beli ed krimnya. Aku bales Insya Allah, terus dianya langsung nyemangatin aku buat UAS dan SENGAJA aku D enggak aku read. Ah, entah malesss tauuu.

Selang beberapa waktu aku nulis PM tentang pesanan barang yang udah sampai di rumah. Iya, aku masih belum membaca BBMnya yang sengaja aku D doang.

Hari apa aku lupa, jadi ceritanya aku iseng lihat-lihat kontak. Dan pada akhirnya perasaan gue campur aduk antara percaya nggak percaya, gue juga lihat di chat oh udah menghilang. Ternyata oh ternyata saya di delcon HAHAHHA ! Aku senengnya bukan main! Serius seneng, akhirnya nggak punya beban!

 

Sekian dulu cerita pertandingan (?) antara manusia import dan manusia lokal yang pernah mengisi hari-hariku. Entah hikmah apa yang bisa diambil, silahkan simpulkan sendiri. Semoga gue bisa mupon  dan semoga bisa menulis cerita dengan bule lain (semoga dengan bule Eropa yang kelak akan menjadi suami tercinta, amin heheh)

 

Sssttt sorry typo ^_^