Just A Poem: A Box

Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi

Bukankah kita sudah berpisah sejak jauh hari?

Aku sudah terbiasa menjalani hari-hari tanpa mu

Tapi kenapa kau sekarang datang kembali?

Itu terasa mengganggu ku

Kau datang mengatakan bahwa kau tidak bisa melupakan ku

Sudahlah, aku tak ingin mendengarkan ocehan mu

Lantas aku akan memberi tahu dirimu

Buang saja semua cinta dan segala kenangan di sebuah kotak

Buang saja semua album foto kita di sebuah kotak

Buang saja semua hadiah dari ku di sebuah kotak

Buang saja semuanya tentang ku

Apapun tentang kita di sebuah kotak

Kau mengatakan bahwa kau merindukan ku

Dengar, bagiku itu hanyalah bualan kosong

Pernahkah kau menyadari tentang dirimu sendiri?

Jika kata maaf yang datang aku pasti menerimanya

Jika rindu, oh maafkan aku

Taruh kotak itu di tempat yang jarang kau jangkau

Biar ia menyendiri dalam diam bisu

Perlahan segala kenangan itu akan hancur

Kau pasti menemukan pengganti yang berbeda dariku

Just A Poem: This Way

Perasaanku sedikit cemas

Hubungan kita tidak terkontrol lagi

Kita tidak peduli lagi satu sama lain

Meskipun kita saling menggenggam

Namun akhirnya kita saling melepas lagi

Aku selalu ingin mempertahankan

Kau juga mencoba berjuang

Tapi kenyataannya memang sulit

Aku berterimakasih

Nyatanya kau tidak pernah menyalahkanku

Aku juga tidak akan pernah menyalahkanmu

Mungkin ini jalan kita

Jalan dimana kita harus berpisah

Cinta, waktu, tenaga biar saja menjadi kenangan

Karena nyatanya dengan cara apapun

Tak akan bisa membuat kita merasa hal seperti pertama kali berkencan

Fotomu masih terpajang di dompetku

Haruskah aku keluarkan sekarang?

Lalu kemana akan ku tempatkan?

Akan lebih baik jika ku kembalikan pada mu saja

Jangan sampai ada penyesalan

Hanya karena satu, dua hari ke depan menjadi berbeda

Mari akhiri perpisahan ini dengan bersulang

Seperti saat merayakan pertemuan pertama kali

Just A Poem: Adakah Kesempatan Kedua Untuk ku?

Sudah lama sejak kita berpisah

Namun sekarang kenyataannya aku malah merindukanmu

Aku teringat tentang perdebatan dulu

yang selalu saja terjadi

Ku akui akulah yang paling keras

Dan kau selalu saja mengalah untuk ku

Seharusnya aku tak mengambil keputusan lebih cepat

Kau yang selalu menahanku, tapi aku tak pernah peduli

Seharusnya aku selalu berada disampingmu

Mendukung setiap langkahmu

Karena kau selalu melakukan yang terbaik

Aku yang pernah menjadi perempuan mu

Aku meminta maaf

Aku pikir aku belum dewasa saat itu

Aku belum bisa menerima situasi baru

Lantas bersikeras pergi dari mu

Aku ingin berubah, mencoba menjadi lebih baik

Adakah kesempatan kedua untuk ku?

Dua cangkir kopi yang sering kita gunakan

Masih terpajang di ruang makan

Tak pernah tersentuh lagi

Aku sampai terlupa

Rasa nikmat kopi

Saat bersama mu

Gitar yang selalu kau main kan masih tersender di sudut ruang tamu

Tak pernah kau mainkan lagi

Hanya bisa mengenang

Lagu apa saja yang pernah kau nyanyikan untuk ku

Aku yang pernah menjadi perempuan mu

Aku meminta maaf

Aku pikir aku belum dewasa saat itu

Aku belum bisa menerima situasi baru

Lantas bersikeras pergi dari mu

Aku ingin berubah, mencoba menjadi lebih baik

Adakah kesempatan kedua untuk ku?

Pengalaman Walk In Interview Call Center Officer di PT. VADS (Indosat Ooredoo) – September 2018

Hollaa, ini sebenarnya adalah tulisan lama.

Cerita kali ini tentang WII (Walk In Interview) di PT VADS (Indosat Ooreedoo) bulan September lalu, ceritanya saya mau ngelamar jadi Call Center Officer (di tempatkan di Inbound: terima call langsung dari customer Indosat Ooredoo). Yap, padahal saya sendiri tipe orang yang nggak suka ditelfon maupun nelfon duluan. Kok nglamar kesitu sih? Enggak nglamar jadi guru aja? Kan kamu jurusan guru. Jawabannya, jujur saja bahwasanya panggilan jiwa untuk mengajar saya sudah lama telah pudar. Padahal sejak kecil kan ingin jadi guru, dan di semester yang lumaya tua waktu itu, impian jadi guru malah pudar dan ingin mengejar karir lain. Entah bagaimana nantinya, saya selalu mencoba pekerjaan yang sesuai kualifikasi saya, maksud saya fokus mencari yang all jurusan :D.

Alasan ikut juga karena, waktu itu wisuda masih nunggu sebulan lagi yaitu tanggal 11 Oktober wisudanya. Jadi kan bisa buat nyoba apply lamaran dulu kan ya daripada bengong di rumah. Akhirnya saya dan satu teman saya pun mencoba ikut WII. Fyi, dia yang pertama dapat info dari kakak kosnya yang bekerja jadi CCO di Indosat Ooreedoo Semarang hingga kemudian dia mengajak saya. Saya mah hayuuk ajaa he he

Tahap 1 : Pra Interview

WII yang hari Rabu 12/9 (hari terakhir), ada 49 orang yang ikut. Kita dibawa ke lantai 5. Sebelum interview kita dijelaskan sistem kerja, training, gaji, dll sama salah satu staff HRD. Jika kita sepakat dengan sistem kerja dll tersebut maka kita harus mengisi semacam CV di kertas yang sudah dibagikan dan kita tandatangani. Disini ada 2 orang yang mengundurkan diri.

Tahap 2 : Interview

Ada 4 HRD yang mewawancarai, kebetulan teman saya mendapat interview yang pertama, kemudian HRD lain memanggil pelamar yang lain dan seterusnya. Intinya hanya 1 orang HRD yang akan mewawancari kita. Si teman keluar ruangan, dan dia bilang jika dia disuruh menunggu 1 – 2 hari hasilnya.

Lama menunggu, akhirnya giliran saya. Saya dipanggil di ruangan yang berbeda dengan si teman. Saat Interview pertanyaannya alhamdulillah sederhana sekali. Lalu bapaknya bilang, kalau saya nanti bisa ikut Psikotest pukul 13.00 WIB. Disini saya kaget tapi campur seneng bisa lanjut, tapi kemudian saya teringat ucapan teman kalau dia disuruh nunggu maksimal dua hari. Saya keluar dan menemuinya, menanyakan disuruh ikut Psikotest atau tidak, dia berkata tidak. Kemudian saya tanya pelamar lain yang kebetulan sempat kenalan, kalau dia ternyata juga ikut psikotest. Disini akhirnya tahu, kalau teman saya ternyata gugur, tapi dia terus memberikan semangat kepada saya. Dia pun akhirnya cerita pertanyaan apa saja yang telah ditanyakan sama petugas HRD, ternyata pertanyaan petugas HRD yang mewawancarainya benar-benar sulit, berbeda dengan saya yang ndelalalah sederhana.

Tahap 2: Psikotest

Pukul 13.00, sekitar 30an orang mengikuti psikotest. Sebelumnya kita diberi soal test materi dan test listening.

Setelah selesai kita diberi lembar jawab dan buku berisi soal-soal psikotest. Psikotestnya meliputi deret angka, lawan kata, logika dll. Lumayan banyak.

Lalu lanjut ada tes menggambar orang beserta aktivitas yang dilakukan, menggambar pohon kecuali 6 gambar pohon yaitu pisang, kelapa, bringin, bambu, cemara, dan yang satu lupa pohon apa ha ha. Waktu itu saya menggambar orang pekerja call center gitu, nah untuk pohonnya saya gagal total. Niatnya mau gambar pohon rambutan tapi daunnya kok love love gitu, finally aku tulis saja pohon waru. Serius, saya nggak bisa berimajinasi tentang pohon selain yang disebutkan di atas. Disini saya punya firasat kalau saya gagal.

Lanjut tes Wartegg dan lanjut tes Kraepelin ,saya pun udah cukup mengerti berkat browsing dihari sebelumnya.

Tahap 3: Roll Play

Di tahap ini, siap-siap HP kita berbunyi karena dihubungi penguji buat mengetahui kualitas suara kita. Disini kita disediakan teks jadi rileks saja. Nanti si penguji menyuruh kita untuk bicara paragraf ke berapa melalui sambungan ponsel yang akan didengarkan penguji langsung.

Tahap 4 : Test Mengetik
Menjadi Call Center Office juga dituntut untuk mengetik dengan cepat, nah disini keakuratan mengetik saya baru 93% (minimal 95%) heu heu

Nah sebelum berakhir kita dikasih kertas berupa alamat e-mail, kita disuruh mengirimkan surat keterangan sehat dari dokter dan No. HP Indosat maksimal esok hari. Jadi bagi yang belum punya bisa beli dulu (seperti saya juga harus beli karena cuman pakai Axis), dikarenakan nomir itu akan dihubungi untuk konfirmasi ikut training.

Kalau di hubungi, berarti bisa ikut tahap training, kalau enggak dihubungi berarti gugur.

Sebenernya saya punya firasat kalau saya paling gugur. Dan entah saya aslinya dihubungi atau enggak saya masih penasaran waktu itu. Soalnya nomor Indosat saya waktu itu belum ada konfirmasi persetujuan registrasi. Dan dodolnya, saya juga mengabaikannya (tidak saya otak-atik lagi).

Saya panik ketika teman kenalan mengabari kalau dia siang-siang ditelfon. Terus aku nyoba nelfon nomor Indosat ku pakai HPnya bapak, ternyata benar nomorku tidak bisa dihubungi. Akupun ngotak-ngatik registrasi lagi dan akhirnya bisa. Tapi sayang posisiku waktu itu udah hampir Maghrib, jadi tidak mungkin dihubungi, atau memang nggak dihubungi juga sih ya. Ah cuman perusahaan yang tahu awkwk. See you ^^

Sebuah Catatan di Masa Peralihan

Mendapat Kesempatan Seminar Nasional

Pada akhirnya sebagian keparanoidan saya waktu itu terjawab sudah. Kesempatan antara seminar atau publikasi jurnal untuk mendapatkan LOA sebagai syarat sidang skripsi pun akhirnya saya dapatkan yang seminar nasional (menjadi pemakalah pendamping), yang di adakan di kampus saya sendiri Upgris pada hari Sabtu 14 Juli tepat dua lalu. Padahal saya berharap banget dapat kesempatan yang publikasi jurnal di kampus lain (Unimed). Tapi karena kuota publikasi di kampus Unimed sudah penuh jadilah saya memutuskan untuk mengikuti Seminar Nasional yang alhamdulillah sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah ditutup saya pasti kelabakan nyari channel sana-sini info tentang Seminar atau Publikasi Jurnal.

Alasan mengapa saya sebenarnya lebih berharap mendapat kesempatan publikasi jurnal itu sebenarnya karena publikasi jurnal lebih simpel. Kita tinggal kirim abstrak dan artikel skripsi lalu transfer uang, kita bakalan langsung dapat LOA nya, dan selesai tinggal menunggu jurnal terbit yang menjadi urusan pihak kampus yang menerbitkan (yang penting sudah dapat LOA). Sedangkan untuk seminar, kita mengirim abstrak dan artikel skripsi, transfer uang dapat LOA tapi di hari H nanti mempresentasikan artikel skripsinya. Ya kalau boleh jujur saya paling nggak suka yang namanya presentasi alias ngomong di depan banyak orang xD. Tapi Allah memilihkan jalan itu untukku, yang harus disyukuri sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah tutup saya bakalan kelabakan nyari info seminar/publikasi jurnal di kampus-kampus lain.

ACC Dosen Pembimbing

16 Juli, akhirnya skripsi saya di acc dosbing I, 30 Juli di acc dosbing II. Alhamdulillah banget. Pas di acc Dosbing II itu rasanya senengnya nggak karuan. Itu adalah jawaban dari pertanyaan keparanoidan saya, “kapan ya skripsi di acc?”

Mendaftar Ujian Sidang Skripsi

Tanggal 1 Agustus akhirnya saya mendaftar sidang. Lega? Tentu. Tanggal 8 Agustus info jadwal sidang keluar dan saya mendapat jadwal sidang tanggal 13 Agustus. Waktu itu saat melihat nama penguji III saya kaget karena bukan dari salah satu dosen-dosen dugaan saya. But, Bu Dosen itu baik banget orangnya.

Sidang Skripsi

Temen-teman yang sudah mendapatkan jadwal sidang dan sidang lebih dulu berkata bahwasanya sidang tidak semenakutkan yang dibayangkan. Katanya ya bakalan biasa aja kalau udah di ruangan. Memang pas awal ya takut. Mereka bilang ribetnya nanti pas suruh revisi dan pemberkasan wisuda. Dan saya akhirnya mengalami sendiri, begitulah rasanya. Benar, nggak terlalu deg-degan, he he he. Juga benar kata mereka, ribetnya pas revisi sama pemberkasan wisuda. Saya ngurus revisi dan pemberkasan wisuda ada dua mingguan, jadilah akhir Agustus lalu saya selesai pemberkasan.

Menunggu Wisuda

Finally, saya dalam penantian masa Wisuda yang akan dilaksanakan 11 Oktober. Maka dari itu saya sudah mulai apply lamaran juga, tapi bukan di Sekolah. Saya melamar di BPR dan di Indosat Ooredoo. Saya tidak berharap banyak dipanggil di Bank itu. Untuk yang Indosat Ooredoo kemarin Rabu saya nekat ikut Walk In Interview sebagai Call Center Officer (padahal saya tipe orang yang tidak terlalu suka banyak omong 😂), dan belum tahu hasilnya karena saya sudah sempat lolos wawancara, lalu mengikuti psikotest, test phone teks, dan test call juga, tinggal menunggu Interview User, yang akan dipanggil dalam waktu maksimal tiga hari. Jika mendapat panggilan maka Senin besuk bisa mengikuti training sebagai Call Center Officer. Jika tidak dipanggil sampai besok, berarti saya belum beruntung.

Selagi menunggu, besok saya juga akan mengahadiri Job Fair di kampus Udinus, semoga saja itu menjadi salah satu jalan keberuntungan untuk saya.

Tulisan ini akan menjadi pengingat seorang saya saat berada di masa-masa peralihan. Juga, akan saya kenang dalam hidup saya. See you ^^

Terjemahan Lirik Lagu See U Later – Blackpink

Juni lalu Blackpink comeback dengan 1st mini album yang bertajuk Square Up dengan 4 lagu di dalamnya yaitu Du Ddu Du Ddu, Forever Young, Really, dan terakhir See U Later.

Blackpink yang beranggotakan 4 member yaitu Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa ini menjadi salah satu girlband favorite saya selain GFRIEND, karena lagu-lagu mereka itu memiliki genre HipHop, RnB, Dance, easy listening banget, konsep MV, show di stage sampai kostum pasti unik dan swag, dan yang paling aku suka adalah karakter suara masing-masing member yang begitu khas. Jarang sekali saya menemukan grup girlband yang setiap personelnya “memiliki suara khas”.

Blackpink memiliki satu member yang berasal dari Thailand, she is Lisa (sebelah kiri), lahir tahun 1997 (maknae, re: member termuda). Sebelahnya ada Jisoo (1995), Jennie (1996), dan Rose (1997) yang ketiganya asli Korea. But, Jennie pernah pindah ke New Zealand sedangkan Rose lahir dan besar di Australia. Dan disini saya paling suka suara si Rose, unik banget suaranya.

Kembali ke album Square Up, saya suka banget dengan lagu yang berjudul Forever Young dan See U Later. Tapi untuk kesempatan kali ini saya mau berbagi terjemahan bahasa Indonesia untuk lagu See U Later. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang dikhianatin sama pacarnya. Selamat membaca dan search di Youtube jika penasaran dengan lagunya.

[Indo] See You Later – Blackpink

[Jisoo]

Tidak ada yang perlu disesali

Aku benar-benar sudah melakukan yang terbaik

Bagi ku itu sama saja, memiliki mu atau pun tidak memiliki mu

[Lisa]

Setiap kali janji berubah

Dan itu sudah berulang kali tidak terhitung

Pria yang tidak peduli

Meskipun aku memberi mu segenap hatiku

[Jennie]

Cincin permintamaafan mu seperti kaleng kosong

Sekarang semua itu seperti anjing menggonggong

Setiap kali ku datang, segalanya tentang kau membuat kulit ku merinding

[Rose]

Aku akan membuang mu dan mendaur ulang

Dia yang di sebelahmu adalah seseorang yang bodoh

Aku akan memberitahu mu hari ini

Aku tidak menginginkanmu lagi

[Jennie]

Hold up!

Kau pikir kau akan abadi

Tetapi akhirnya, kau mengacaukannya lagi

Kembali dan berlalu

Kau terlalu ringan untuk ping pong

Sekarang, aku akan mencampakkan mu

[Lisa]

Kau tak tahu kau adalah pemain

Kau memilih orang yang salah

Kamu seharusnya memujaku

Seperti ratu lebah

[Jennie]

See u later boy, see u later

See u later boy, see u later later

See u later boy, see u later

See u later boy, see u later later

[Lisa]

Would have, could have, sould have

Did’nt

[Jisoo]

Aku tidak tergila-gila lagi

Itu bukan masalah jika,

Kau mengejarku setelah ini

Tapi kau plin-plan, blah blah blah, menyedihkan!

[Lisa]

Sekarang kamu tidak memiliki teman terbaik

Kamu akan kesepian akhir pekan nanti

Kamu adalah seorang pengecut, penyendiri

Yang menggertak, haa

[Jennie]

Cincin permintamaafan mu seperti kaleng kosong

Sekarang semua itu seperti anjing menggonggong

Setiap kali ku datang, segalanya tentang kau membuat kulit ku merinding

[Rose]

Aku akan membuang mu dan mendaur ulang

Dia yang ada di sebelahmu adalah seseorang yang bodoh

Aku akan memberitahu mu hari ini

Aku tidak menginginkanmu lagi

[Jennie]

Seperti waktu yang berlalu begitu cepat tanpa luka yang disadari

Kamu pergi juga sekarang

Kamu telah lupa siapa saya

Terus terang, lebih baik mengingat

I’m a boss bitch

[Lisa]

Drama mu sudah ku selesaikan

Aku sudah menghapus nomor mu

Aku telah menyalakan mesin di hatiku lagi untuk menangkap perasaan orang lain

Seperti pedal ke logam

[Jisoo]

Selamat tinggal sayang

Kau harusnya baik padaku saat aku masih berada di sisi mu

Kenapa kamu ingin pergi dan melakukan itu?

[Rose]

Kamu menyukai bagaimana ku menjauh darimu

Lihat, semua yang kau inginkan ini dan ingatlah selamat tinggal

Nah itu dia terjemahannya, see yaw 🙂

For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

“Aku percaya, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada”

Jika boleh jujur, sejak pertemuan itu aku diam-diam jatuh cinta

Meskipun nomormu di handphoneku belum ku namai

Akhirnya aku iseng, menamaimu

Oh, jadi ternyata selama ini kamu menyimpan nomorku?

Karena faktanya setelah aku simpan, aku bisa melihat status wasap mu

Tapi kenapa statusmu selalu terlihat sedih?

Tapi aku sama sekali belum berani membalas statusmu

Hingga akhirnya aku yang bahwasanya jarang membuat status di wasap, akhirnya aku juga membuat status tapi puisinya Chairil Anwar

Selain untuk melampiaskan kelelahan selama KKN, barangkali ia membalas statusku

Setengah modus memang

Akhirnya setelah perjumpaan pertama 14 Februari itu kita memang hanya bisa saling melihat status

Tapi, tanggal Sabtu 3 Maret…

Sabtu, sore hari ketika aku selesai mengantarkan pulang anak yang ikut geladi bersih di kecamatan

Aku mampir di depan Indomaret untuk membeli makanan

Ketika aku turun dari motor, aku sempat melihat wasap dahulu

Nomor baru muncul

Dan aku membukanya

Jantungku. . .

Ingin jingkrak-jingkrak

Ingin teriak kegirangan

tapi banyak orang

Akhirnya aku balas pesan darimu

Hingga akhirnya aku sampai di posko, kita saling wasapan hingga pukul 21:45

Wasapan ditengah-tengah kesibukan masing-masing, sehingga berakhirlah agak malam

Senin, 5 Maret

Setelah rapat malam aku memutuskan pulang ke rumah

Gantian dengan teman-teman yang pulang malam kemarin

Tapi sejujurnya aku bingung akan pulang apa tidak karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam

Dan rapat juga belum selesai

Akhirnya aku menulis status, tapi bukan untuk memancingmu

Setelah itu aku bergegas pulang, ditemani hujan yang mengguyur

Aku orangnya memang suka nekad

Kalau ingin pulang ya pulang nggak peduli sudah larut malam dan hujan

Sudah hampir dekat rumah, aku mampir beli nasi goreng dulu

Dibungkus biar ku makan di rumah

Seraya menunggu

Aku membuka handphone

Sudah bisa kalian tebak

Statusku kamu balas

Aku pengen senyum-senyum sendiri

Lalu ku balas

Dan berakhir dengan berkirim pesan

Nasi goreng udah terbungkus, saatnya saya bayar dan kembali ke motor

Dan kejadian memalukan terjadi

Aku lupa naruh kunci motor

Aku cari di tas, saku jaket, saku celana tidak ada semua

Aku panik

Aku melihat ke arah tempat duduk tadi

Sepasang muda-mudi yang duduk dekat tempat dudukku tadi melihat ke arah ku

“Maskernya ketinggalan mbak?”katanya sambil memperlihatkan masker itu. Tapi itu bukan punyaku.

“Oh?,” jawabku dengan kebingungan dan penuh tanda tanya lalu aku mendekat

“Mbak lihat kontak motor nggak?” tanyaku sambil bingung deg-degan sebenernya

“Kontak motor nggak lihat mbak,” jawab mbaknya seraya mencari-mencari.

“Eh ini mbak udah ketemu,” aku memungut kontak motor ku yang terkapar terjatuh dibawah samping tempat duduk ku tadi.

Malu ku. . .

Lalu aku pulang

Sampai rumah aku disambut Bapak

Ibu yang tertidur lelap akhirnya terbangun

Aku memakan Nasi Goreng seraya bercengkerama dengan bapak dan ibu

Dan aku tersadar bahwa aku telat makan

Karena perutku sakit, tapi aku diam saja

Dan sejujurnya aku tidak konsen makan karena perasaan gembira, malu tadi jadi satu

Finally kita tetap wasapan, ku sambil dengan membuat laporan KKN sehingga ku balas agak lama pesannya

Iya aku heran kenapa kau tidak tidur-tidur

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.06 WIB

Kita sudah berada di tanggal 6 Maret, Selasa

Dan kini waktu menunjukkan 00.47 dia juga belum tidur, hingga jika aku tidak mengucapkan selamat beristirahat mungkin dia tidak akan tidur

Obrolan berakhir pukul 00.51

Dan aku masih melanjutkan laporanku sampai selesai

Dan aku tidak tahu kau benar sudah akan tidur atau belum

Rabu, 7 Maret

Ini hari penarikan KKN, setelah makan bersama di resto ayam geprek, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak ikut ke posko untuk beres2 karena badan bener-bener capek dan nggak mood buat melakukan seuatu

Lagipula barang-barang juga sudah ku bawa pulang

Lala yang ikut beres-beres ke posko menelfon ku

“Musda, kamu pergi ya sama NHA?”

“Ha? Ya enggak lah, nggak mungkin.”

“Kirain, tahu gitu aku tadi juga langsung pulang.”

“Hahaha, aku tadi langsung ijin ke ketua buat langsung pulang.”

“Yaah, nggak bilang-bilang.”

Ucapan Lala bikin baper memang

Apalagi Lala pas awal-awal pernah bilang kalau kamu itu habis putus sama pacarnya

Sore harinya kamu membuat status di wasap, sejak aku berteman di wasap seperti yang sudah ku tuliskan diatas bahwasanya statusmu memang sering sedih

For the first time, aku membalas status wasapmu ngasih saran dan semangat

Kamis, 8 Maret

Kamu masih down

Jumat, 9 Maret

Sudah ada kemajuan, aku dan kamu akhirnya membahas hal-hal yang bahagia dan memang berakhir bahagia

Sabtu, 10 Maret

Aku mengantarkan surat ke rumah Ibu RW 15 salah satu tempat yang singgahi uuntuk KKN

Lalu mampir membeli jamur krispi dan pop ice

Lalu aku membuat status, “Jauh-jauh ke Bxxxxxx cuman mau beli pop ice sama jamur krispi” dengan privasi “hanya bagikan dengan”

Tentu saja kamu!

Padahal kalian tahu sendiri, bahwa tujuan pertama adalah mengantar hasil laporan kegiatan

Tapi namanya saja modus, untuk mengetahui apakah dia membalas statusku atau tidak

Bingo!

Dia membalas

Dan akhirnya saling berkirim pesan lagi

Selasa, 13 Maret

Malam, kita masih berkirim pesan,

Rabu, 14 Maret

Pagi, pesanku tadi malam dibuka tapi hanya dibaca

Disini aku merasa dia sudah berbeda

Aku yang dibawa terbang setingi-tingginya merasa tiba-tiba dijatuhkan seketika olehmu

Senin, 19 Maret

Aku mengumpulkan nyali untuk minta maaf jikalau ada yang salah,

Selasa, 20 Maret

Itu waktu-waktu dimana kita berkirim pesan lagi

Kamu juga meminta maaf padaku karena sudah membuatku merasa tidak enak

Kemudian masalah selesai

Tapi pada akhirnya hari-hari setelah itu kita tidak menjadi dekat lagi

Ada perasaan berbeda jika harus membalas status

Maka dari itu akhirnya kita hanya saling melihat status, bahkan sudah jarang melihat

Lalu Senin 2 April

Aku memposting foto tiket kereta ke Jakarta

Aku pikir, kamu sudah tidak peduli lagi

Lalu ketika aku masuk ke sebuah toko dan membuka HP

Aku melihat namamu terpampang di layarku

Sedikit tidak percaya memang

Lalu ku jawab dengan sedikit bercanda

Empat pesan kemudian obrolan berakhir

Karena aku merasa kita sudah beda, jadi ku jawab tidak seantusias dulu

Takut jika aku kamu jatuhkan kembali

Lalu sampai sekarang sudah tidak ada obrolan wasap lagi

Tahukah kalian, pertemuan yang sempat direncanakan juga tidak akan pernah dilakukan

14 Februari aku jatuh cinta

14 Maret aku patah hati

Ini cerita tentang aku dan kamu

Jika boleh jujur sampai sekarang aku belum bisa melupakan kisah itu

Ada pengharapan untuk bisa berteman lagi dengan mu

Ya, meskipun diam-diam aku jatuh cinta

Tapi aku sangat bahagia jika kita hanya berteman saja

Karena aku masih sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi ku

Jadi aku tidak mempedulikan hubungan yang lebih

Teman, ya harusnya kita bisa berteman sangat lama

Tapi Allah tidak mengizinkan

Aku tidak tahu apa alasannya

Dan, semoga ini adalah tulisan terakhir tentangmu

Dan setelah ku tuangkan disini

Aku berharap tidak ada kerinduan-kerinduan lagi

Jumat, 27 Juli

Aku mencoba menghapus jejak di jalanan pelabuhan

Jalanan yang pernah kita lewati

Aku masih ingat di mobilmu waktu itu diputar lagu Menghapus Jejak milik Peterpan

Rasanya bahagia mengingat kisah 14 Februari, tapi sedih karena harus berakhir seperti ini

Semoga kamu baik-baik saja disana karena aku tidak pernah tahu pasti apa yang yang sedang terjadi denganmu~~

“Hubungan kita hanya kebetulan.
Waktu itu kamu kebetulan bertingkah dengan indahnya,
dan aku kebetulan terpesona dengan bodohnya”

[End]

Rindu Sendiri – Iqbal Ramadhan

For The Last Time, Story About NHA – Part 1

Berawal dari salah satu proker bidang pendidikan, yang harus menjemput ibu dosen dengan menggunakan mobil untuk mengisi acara kami. Mengapa harus mobil? Karena sang ibu dosen sedang hamil tua. Malam sebelum hari H, Lala -bukan nama sebenarnya (teman sekelompokku di KKN) memutuskan untuk menghubungi NHA temannya yang kebetulan memiliki mobil. Siapa tahu dia bisa membantu. Lalu jadilah setelah dia menghubungi NHA, Lala memberikan nomorku pada NHA, hingga akhirnya aku dihubungi olehnya. Setelah fix, tiap detik aku selalu diledek Lala gara-gara katanya besok aku mau “jalan-jalan”.

Aku tidak tahu apa yang terjadi besok, aku berharap yang terbaik

Malam turun hujan

Pagi yang dingin

Tapi siang begitu panas

Itulah musim di bulan Februari

Rabu, 14 takdir mempertemukan aku dan kamu

Kamu yang bersedia membantuku, kami.

Kamu baik. . .

Aku berjalan kaki, untuk menemuimu di tempat yang sudah aku katakan sebelumnya

Jantungku berdebar, tapi aku harus tetap melangkah menemuimu, dan segera menyelesaikan tugas ku.

Ingat, tanpamu, tugasku kacau!

Sepanjang menapak jalanan tanah untuk keluar gang posko

Aku selalu memikirkan duduk dimana nanti? Depan atau belakang?

Dan untuk pertama kalinya aku berjumpa denganmu

Lalu sesampainya aku memutuskan untuk di depan

Bukan tanpa alasan, dan itu membuatku serba salah

Jika aku di belakang, kita bagaikan driver taksi online dan penumpangnya

Jika aku di depan, takut kau berpikir apa-apa

Aku tidak peduli, aku hanya ingin kita tidak merasa hening dan membosankan nantinya

Aku terus berpikir~

Kita diam diatas roda empat yang berjalan

Lagu Andra And The Backbone yang Berjudul Main Hati mengalun dengan percaya dirinya

Kau tahu? Diam-diam itu adalah lagu kesukaanku sejak SMP.

Tapi di sepanjang jalan, di dalam hatiku juga mengalun merdunya suara Iqbal yang menyanyikan lagu Rindu Sendiri, original soundtrack film Dilan

Iqbal menjadi Dilan, kau tahu kan?

Itu tidak penting

Tapi aku menyukai original soundtrack-nya

Aku membuka suara, memulai percakapan.

Lucu jika kita saling berdiam

Kamu membalas percakapanku.

Tahukan kalian? Pada akhirnya kita mengobrol dari A sampai M,

Tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini, tentang KKN, tentang kuliah masing-masing, sampai politik

Tapi disaat itu juga kita tertawa karena jujur aku tidak tahu nama mu

Karena sejak semalam kita hanya saling memanggil mas dan mbak

Dan aku lupa Lala pernah menyebut namamu atau tidak

Aku berhasil mencairkan suasana

Sudah sampai di kampus, aku harus menemui Ibu Dosen yang akan mengisi acaraku

Aku disuruh menunggu di depan LPPM oleh Ibu Dosen

Tak berapa lama kita bertiga menuju suatu tempat

Aku duduk di belakang bersama Ibu Dosen

Alhamdulillah sekali, Ibu Dosen sangat ceriwis orangnya

Jadi aku tidak perlu mencari topik pembicaraan

Sampai di tempat, aku meninggalkanmu

Dan mulai sibuk dengan tugasku

Bodohnya, aku lupa memberimu snack

Padahal kau harus menunggu sangat lama

Aku lupa, teman-temanku juga lupa

Terakhir-terakhirnya aku memberimu snack

Tapi tak lama lagi kita kembali ke Kampus

Kembali mengantarkan Ibu Dosen ke kampus

Kau masih berada di atas roda empat, menungguku.

Ketika aku kembali dan mengambilkan beberapa snack Bu Dosen yang tertinggal. Kamu tersenyum.

Aku kembali menemuimu, duduk di sampingmu

Aku meminta untuk mampir ke Indomaret, terserah Indomaret mana

Aku lapar, aku haus

Kau tahu, anak KKN yang lagi dikejar proker bisa lupa makan lupa segalanya

Lalu kamu memilih Indomaret sebelah kanan, lah kan malah menyebrang jadinya

Terserah kamu

Aku turun, kamu juga ikut turun

Aku membeli Pocary Sweat dan Chitato

Bodohnya aku tidak membeli Sari Roti saja

Kamu membeli Onigiri, dan Pulpy Orange

Lalu kita pulang

Aku heran kenapa tidak lewat jalanan biasanya

Oh ternyata dia lewat jalan arah pelabuhan Tanjung Mas

Menurutku itu lebih jauh, tapi itu menurutku

Tidak tahu menurutmu

Di perjalanan aku dan kamu ngobrol lagi dari N sampai Z

Lalu aku jujur padanya, aku bilang,

“Aku itu sebenere orange pendiem, tapi kalau ketemu orang baru ya harus ngobrol” (biar nggak krik-krik)

“Iya sama, aku juga pendiem”, jawabnya

Aku tidak percaya, tapi jika kamu memang pendiam kamu tipe pendiam yang sangat cool

Tapi kamu bilang lagi bahwasanya, sependiemnya cowok kalau udah ada didalam satu gengnya ya nggak bisa diem.

Lalu kita ngobrol tentang anak-anak hits di instagram dan anak-anak yang kebelet hits.

Oh aku lupa bahwasanya Chitatonya kita makan berdua sambil ngobrol ngalor-ngidul

Sepanjang perjalanan arah pelabuhan kamu bercerita tentang pertama kali belajar mengendarai mobil

Tentu saja aku yang mengajukan pertanyaan dahulu

Kamu tampak antusias bercerita pengalamanmu

Lalu kamu ingin makan Onigirinya

Kamu ingin membuka tapi tidak bisa

Lalu aku menawarkan untuk ku bukakan

“Aku baru tahu malah kalau ada jajanan kayak gini di Indomaret”, kataku.

“Aku tahu ini dari temenku. Rasanya kayak arem-arem.”

Lalu kita tertawa

Kamu bercerita lagi sambil makan

Aku mendengarkan

Alhamdulillah aku bersyukur

Aku sempat merasa takut jika perjalanan bersamamu itu terasa krik-krik atau tidak nyambung

Karena sejujurnya aku belum pernah pergi dengan seorang laki-laki sejauh ini

Tapi Allah memberikan jalan untuk saling berbagi cerita

Kamu seru, kamu asik!

Hingga ranting pohon itu iri melihat kita

Bahwasanya ranting itu jatuh di jalanan raya dan sempat akan mengenai bagian depan mobil jika kamu tak pandai menghindar

Bersyukur sekali lagi kita masih dilindungi, aku takut jika terjadi apa-apa.

Aku sampai di gang posko, aku mengucapkan terimakasih padamu.

Aku tidak tahu ini akan jadi yang terakhir untuk bertemu dengannya atau bagaimana hari esok nanti

“Salam buat Lala,” katanya

“Iya nanti aku sampaikan,” jawabku, tersenyum lalu aku berlalu.

Coming soon untuk cerita part 2 🙂

Rindu Sendiri

Engkau menyusuri jalan bersamanya dikala panasnya siang

Hanya berduaan dengan satu tujuan bahkan lebih dari itu

Namun sudah saatnya untuk pulang

Tak ingin ku akhiri hari itu

“Biar dia merindukanmu sendiri

Jangan resah dia pasti pikirkanmu

Walau kau tak tahu

Hingga diujung malam”

Mendadak Ke Kampung Pelangi

Jadi ceritanya kemarin keponakan saya (yang usianya malah lebih tua dari usia saya) Mariya itu melakukan persalinan di rumah sakit tentara Bhakti Wira Tamtama Semarang atau biasa orang menyebutnya RST atas rujukan dari dokter.

Pukul 10 pagi saya menjenguk kesana bersama keponakan saya yang satunya namanya Dina. Sore hari ketika bosan di dalam ruangan RST, saya akhirnya memutuskan buat keluar nyari udara di area halaman belakang RST bersama Dina. Dinapun akhirnya mengajak temennya bernama Marsela yang kebetulan mamanya sedang di rawat disana.

Singkat cerita lokasi RST sama Kampung Pelangi itu dekat banget, tinggal nyebrang saja pokoknya. Padahal sebenarnya dari awal nggak ada niatan ke Kampung Pelangi sih, karena saya pikir ya mau ke arena belakang yang katanya banyak anak-anak tentara di lapangan, istilahnya cuci mata ha ha. Begitulah kata Dina dan Marsela dua kids zaman now, yang sedari tadi emang keluar mulu dari ruangan tempat opnam keluarga masing-masing dan mereka malah cuci mata lihat kakak-kakak tentara dan perawat ganteng.

Lantas, kita keluar dari RST dan nyebrang buat menuju ke Kampung Pelangi. Padahal saya sering banget ngelewatin Kampung Pelangi, tapi nggak pernah niat buat pergi Kesana dan sekarang malah sampai.

Di Kampung Pelangi ini banyak banget spot buat foto-foto. Tapi karena saya orangnya nggak suka dipotret jadi ya nggak ada foto saya dibawah ini. Jadilah saya seorang fotografer untuk keponakan Saya.

Itu adalah sebagian kecil spot fotonya dan sebenarnya masih banyak banget spot foto yang lebih keren. Yang penasaran yuk wisata ke Kampung Pelangi Semarang. Dan tak lupa untuk memotret random, dibawah ini:

[Dibuang Sayang]

Jadi saya dan Marsela ternyata punya keseruan yang sama, seneng gitu kalau lihat bule *ups. Jadi ceritanya ada 3 orang bule caucasian (1 cowok + 2 cewek) bersama 1 orang lokal (cewek) lagi pada maen ke kampung pelangi. Nah berubung seumur hidup saya belum pernah foto sama Bule. Saya pengen ngajain foto mereka. Marsela pun juga ingin. Tapi sayangnya ada orang lokalnya. Takutnya dibilang noraklah, apalah, apalah. Jadinya kita males aja dan nggak jadi. Dan disaat kita mau nyebrang pulang eh ternyata rombongan itu juga mau nyebrang. Jadilah kita nyebrang bareng gitu. Ini foto mereka yang ku foto dari belakang, agak blur memang wqwq