Flashdisk

Flashdisk, ya sebuah benda kecil serta penting yang hampir selalu ada di kantong kita masing-masing –yang membutuhkan-. Lalu apakah kalian sering kehilangan benda kecil itu? Kalau iya, sama! *tos. Kehilangan flashdisk itu momen yang paling nyebelin, mending kehilangan pacar deh daripada kehilangan flashidisk karena faktanya memang nggak punya pacar~~

Pertama kali punya flashdisk sendiri itu pas kelas XI SMA (2013), karena sebelumnya aku sering minjem saudara. Lagipula dulu memang nggak penting-penting amat punya FD jadi belum memutuskan untuk beli sendiri. Hingga akhirnya ketika kelas XI itu udah lumayan penting harus punya FD dan akhirnya saya memutuskan untuk beli juga. Saya membeli FD warna hitam kapasitasnya 6 GB, tapi nggak lama kemudian FDnya ilang. Padahal belum ada sebulan lhoh. Nggak tahu ilangnya kemana. Entah hilang di rumah, di sekolah, atau di warnet. Toh faktanya saya memang pelupa dan teledor akut orangnya. Kesel? Iya!

Tidak lama kemudian saya memutuskan membeli lagi FD warna kuning putih gitu dengan kapasitas 8 GB, lucu memang kenapa nggak beli ukuran yang 4 GB aja. Dan baru dipakai tiga bulanan langsung lenyap. Keknya sih hilang di depan warnet kali.Ceritanya saya itu parno banget dengan tugas Matematika yang di suruh Pak Guru. Jadi si Pak Guru itu menyuruh siswanya buat nyari materi tentang soal-soal Peluang. Nah karena saya itu orangnya penurut dan rajin malamnya saya mencari soal-soal itu dan memutuskan buat nge-print besok pagi. Paginya saya nge-print dengan harapan masih memiliki waktu yang lumayan. Setelah nge-print selesai, saya merasa sudah memasukkan FD itu diplastik print-printan dan langsung tancap gas ke sekolah. Namun ketika sampai tiba di kelas, FD yang saya taruh di plastik itu nggak ada. Saya cari di tas, di kantong enggak ada semua. Kesel part II kan?! Apalagi baru tahu kalau ternyata tugas itu nggak wajib. Si Pak Guru ternyata pesen kalau mau nyari silahkan kalau nggak ya nggak papa. Oke fine, tambah kesel. Lalu saya memutuskan enggak membeli FD lagi dan kalau ada tugas ya udah minjem aja. Soalnya udah kesel banget kehilangan benda kecil itu.

Pas kelas XII (2014) selesai melaksanakan UN, dan lagi kluntang-kluntung menunggu hasil UN yang masih sangat lama. Di kantin Bu Prawit, Ervin datang memberi sebuah kabar kalau iya mendapat tiga buah undangan buat ikut seminar di Museum Ronggowarsito. Seminarnya tentang penemuan-penemuan fosil gitu. Lalu Ervin pun memberikan undangan itu pada saya dan Unik. Kita pun sepakat buat datang. Itung-itung refreshing habis UN dan dibuat pengalaman, daripada boring di rumah..

Saat masuk, sebelumnya kita diberi sebuah tas bertuliskan Visit Jateng – Wonderfull Indonesia yang lumayan besar tasnya dan juga sekotak snack. Di dalam tas tersebut terdapat dua note book, bolpen lucu banget, dan buku “kerajinan tangan dari bambu”. Dan tanpa diduga sebelumnya, pas pertengahan acara tuh panitia bagiin sebuah benda kecil berwarna putih yang masih terbungkus wadahnya. Panitia mengoper benda itu kepada para peserta, dan tibalah benda putih itu sekarang ditangan saya. Saya kaget, ini beneran dapat FD? Ukuran 4 GB? Sumpah saya diem-diem kegirangan dan ngomong pelan dengan Ervin. Tapi saya akhirnya mikir, paling bentar lagi ilang. Udah negative thingking sih. Tapi negative thinking saya tiba-tiba terlupakan ketika pas pulang dikasih makan siang nasi kotak berisi nasi, rendang, bacem telur, mie, acar, dan tumis buncis bakso. Serta dikasih amplop yang berisi uang 70rb. Ya Lord, Alhamdullilah, saya nggak pernah nyangka ikut acara seminar hari itu dan ternyata pulang-pulang dapatbanyak banget rezeki.

Lalu bagaimana nasib FDnya apakah akhirnya hilang juga?
Begini, jadi Alhamdullilah sekali FD itu bertahan selama dua tahun, karena faktanya FDnya hilang di penghujung semester 4 tepatnya pertengahan 2016. Seinget saya FD itu saya taruh di sofa rumah, tapi ketika di cari malah nggak ada. Ngeselin deh pokoknya karena sifat teledor dan pelupa saya nggak pernah hilang. Saya cari kesana kemari hingga akhirnya saya pasrah deh. Karena saya masih malas beli, sejak kehilangan FD putih itupun akhirnya saya minjem FD merah hitam milik keponakan saya yang nggak kepakai.
Lalu nggak ada angin nggak ada ujan pemirsa, FD putih yang sudah lama hilang itu tanpa sengaja ditemukan. Jadi bulan Februari 2018 “kemarin” saya di rumah lagi nyari-nyari buku yang diatas lemari kamar. Ketika tak sengaja melihat ke bawah belakang lemari saya melihat benda kecil putih berpita biru tua yang nampak berkilau. Saya seneng banget dong, ini FD yang udah lama banget hilang. Akhirnya ketemu juga, tapi kok bisa di belakang lemari sih? Pikirku. Tapi itu nggak penting lagi, karena sudah ketemu. Ketika saya coba tancapkan di laptop Alhamdullilahnya masih bisa. Soalnya tutupnya juga udah kelamaan hilang kemana. Setelah itupun saya akhirnya membawa dua FD. Lalu masih bulan itu juga FD putih itu dipinjem Kurnia – temen baru di KKN buat burning VCD. Nah Kurnia dan saya sendiri juga lupa kalau setelah burning kita belum meminta FD itu kembali. Saya sih udah mengikhlaskan karena kalau semisal yang ngilangin temen, saya malah merasa biasa aja. Lagipula saya sudah pasrah dengan FD putih itu yang suka ngilang. Tapi temen saya bilang bakal ganti kalau FDnya ilang. Selang udah ada seminggu, kita balik ke tempat burning dan ternyata masih ada FDnya. Alhamdullilah, saya malah nggak enak sendiri kalau diganti baru.

Lalu usut punya usut FD temen saya si Nurul itu rusak, karena sekarang saya pegang dua FD, akhirnya FD yang putih itu pun saya pinjamkan ke dia. Tapi kemudian nggak lama saya merasa kesel lagi. Jadi awal April 2018 lagi nge-print di tempat print-an. Saya itu inget kalau saya udah nyabut FD merah hitam dari CPU. Tapi ketika dua hari kemudian saya mencari FD itu saya lupa FDnya saya taruh dimana. Saya inget-inget pas kejadian, pokoknya FD udah saya cabut dari CPU tapi masalahnya saya lupa naruh dimana dan udah dua hari juga saya nggak pakai itu FD. Entah, sekarang saya nggak tahu lagi itu FD merah hitam punya keponakan saya hilang kemana. Padahal FD isinya penting banget, dan sekarang saya kesulitan kalau mau nge-print. Lalu jalan satu-satunya adalah meminta kembali FD putih -penuh cerita- yang telah saya pinjamkan ke Nurul. Hu hu~

Kalau kalian udah pernah kehilangan Flashdisk berapa kali?

Iklan

CEGAH DAN BERANTAS PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Apa Itu Narkoba?

Sebuah pertanyaan mendasar yang perlu diklarifikasi, jika kita mulai menjustifikasi narkoba biang masalah mari kita tengok asal-usulnya. Narkoba sudah dikenal sejak 2000 tahun SM, Orang Sumeria (Palestina bagoan utara) menemukan sari bah opium yang digunakan untuk membantu orang yang kesulitan tidur dan kesakitan parah. Tersebar mulai dari India, Tiongkok, dan wilayah Asia lainnya. Memasuki abad 17 candu jadi masalah nasional Tiongkok dikarenakan penyebaran yang luar biasa banyak, armada perdagangan Inggris mulai membawa opium dalam jumlah besar ke Tiongkok untuk ditukarkan sutera. Tahun 1839 perang candu dimulai dan berakhir pada tahun 1860.

Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Aditif Lainnya

1. Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkoba adalah gangguan yang ditandai dengan pola destruktif (tidak bisa fokus pada hal positif) karena penggunaan zat, dan menyebabkan masalah yang signifikan atau distress (sakit karena stimulus yang berbahaya) saat dikalangan remaja sering menyalahgunakan obat yang diresepkan untuk mengurangi rasa sakit, dan beberapa jenis stimulan yang berfungsi untuk mengatasi gangguan kepercayaam diri dan tidur.

2. Kecanduan Narkoba
Kecanduan adalah suatu kondisi otak (pikiran) yang mengacu pada pencarian secara intesn atau datangnya keinginan untuk menggunakan suatu zat, meskiun zat tersebut berbahaya

Efek Narkoba

– Depresan
Menurunkan kerja otak dan memperlambat aktivitas/respon tubuh. Beberapa diantaranya yang disalahgunakan adalah: morfin, heroin, alkohol, dll

– Stimulan
Memaksa otak bekerja lebih tinggi dan mendorong peningkatan aktivitas/respon tubuh. Beberapa diantaranya yang sering disalahgunakan adalah: kokain, shabu, ecstacy, dll

– Halusinogen
Mengganngu pesrsepsi panca indra dalam meresppon rangsangan, contoh: ganja, LSD, Magic Mushrooms, dll

Jenis yang Sering Disalahgunakan

Ganja : Depresi paranoid, gangguan berpikir, sulit konsentrasi, gerakan lambat
Kokain : serangan jantung, stroke, gagal ginjal, agresif, f, gemetar berlebihan
Putaw : tulang dan sendi ngilu, meriang, menggigil, sakit kepala, diare, mata dan hidung berarir, depresi, insomnia, kematian
Shabu : gangguan fungsi hati dan ginjal, suka berkhayal dan berhalusinasi, mudah cemas dan marah
Ekstasi : organ penting rusak, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, berkeringat dan muntah
Inhalans : kerusakan pada otak, hati dan ginjal, mimisan, kehilangan ingatan

Indonesia Darurat Narkoba

Geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh Indonesia. Demografis yang sangat besar (250 juta jiwa) menjadi pasar potensial peredaran gelap Narkoba. Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak. Kerugian akibat penyalahgunaan Narkoba sekitar 63, 1 trilyun rupiah. Sistem penegakkan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba. Modus operandi dan variasi jenis Narkoba yang terus berkembang.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

-Kita bisa mulai dari hal terdekat disekitar kita, peduli pada lingkungan, dan terutama keluarga adalah kunci. Dengan melibatkan diri dengan program yang ditetapkan pemerintah, menciptakan program pencegahan alternatif atau turun langsung secara idividu sebagai konselor. Aktif dalam kegiatan masyarakat, sekolah, organisasi, atau dalam hubungannya dengan pekerjaan.

-Mengambil Peran di Sekolah
Melalui Program pelatihan yang komprehensif yang mencakup identifikas, penyalahgunaan, dan efek narkoba. Remaja juga harus akrab dengan bahaua dan efek alkohol dan tembakau

-Berperan Di Lingkungan Masyarakat, Organisasi Maupun Kelompok
Menjadi mitra kerja yang aktof falam program pencegahan (pemerintah maupun swadaya). Dan akirnya para remaja memperoleh berbagai akses untuk sehata dari penyalahgunaan Narkoba

Pencegahan dari Dalam Keluarga

A ( Attitude)
Sikap positif membantu perkembangan kepercayaan diri anak, meningkatkan rasa harga diri, dan kemampuan menoleh narkoba

P (Pick)
Ambil waktu yang tepat untuk mengangkat topik tersebut

O (Open)
Berhati-hatilah dalam mengidentifikasi masalah, terbuka kepada mereka dan tingkatkan peran untuk dukungan secara optimal

A (Ask)
Tanyakan pada anak apa yang mereka pikirkan tentang narkoba dan penyalahgunaannya

C ( Communicate)
Komunikasikan harapan kita sebagai orang tia dengan tetap bersikap wajar pada mereka

H (Honesty)
Bersikap jujur tentang perasaan kita tanpa bermaksud menyalahkan dengan membantu mereka memahami apa yang sedang kita usahakan

Konsisten Untuk Terus Hidup Sehat – Mencegah lebih Baik Daripada Mengobati

Tujuan utama dari program pencegaan penyalahgunaan narkoba adalah untuk mendorong perilaku positif dan lebih terampil menolak penyalahgunaan narkoba
Penggunaan narkoba secara berulang dapat mengubah parameter kesenangan di otak, sehingga ketika tanpa narkoba akan merasa sedih dan putus asa. Akhirnya hal –hal yang menyenangkan sehari-hari seperti menghabiskan waktu bersama teman atau bercengkrama dengan keluarga tidak akan lagi membuat bahagia

Yang Akan Terjadi Bila…

Mengunakan Narkoba terus
– Ketagihan
– Dikucilkan
– Sakit
– Pemikiran yang terganggu
– Tewas

Tidak menggunakan Narkoba
– Hidup Semangat
– Sehat
– Pemikiran Lancar
– Usia panjang

Alasan Mengapa Kamu Harus Menjauhi Narkoba

1. Narkoba merusak otak kamu
2. Narkoba bisa menyebabkan ketergantungan
3. Narkoba membuang-buang uang
4. Narkoba merusak badan kamu
5. Memicu kejahatan
6. Dapat menyakiti orang lain
7. Pakai narkoba sama dengan mati
8. Pakai narkoba sama dengan pengecut
9. Narkoba menghambat cita-citamu
10. Hukuman berat menantimu

AKU, KAMU, SIAPAPUN

Beresiko terkena dampak dari penyalahgunaan narkoba. Lalu seperti apa dampaknya :
– Menderita kecemasan (Social Withdreawall)
– Aktifitas/rutinitas sehari-hari menjadi terganggu (pekerjaan, olahraga, dll)
– Merasa sedih/terisolasi terus menerus dan selalu terulang
– Terkuras dalam hal keuangan (harta)
– Gangguan kesehatan, komplikasi penyakit hingga infeksi HIV

Ketidakpedulian (Cuek) Hanya Akan Memperburuk Masalah
Beberapa orang tua mungkin takut untuk menhadapi kenyataan terhadap penggunaan narkoba, sehingga mereka memilih untuk menghindari, termasuk apabila terjadi dilingkungan dia sendiri. Kita mungkin juga sering mendengar orang-orang dewasa mengatakan “sudahlah anak saya tidak mungkin menggunakan narkoba” “ini bukan masalah bagi keluarga kami” “ saya menggunakan narkoba dan selamat” “penggunaan narkoba adalah hal yang normal saat tumbuh dewasa” “kita tidak akan pernah bisa memecahkan masalah narkoba” “alkohol lebih berbahaya daripada ganja”.
Komunitas yang cuek memperburuk permasalahan narkoba di beberapa komunitas, menyalahgunakan narkoba seiring sejalan dengan sikap apatis masyarakat. Ketika terjadi pembiaran dan narkoba berkembang di komunitas tersebut maka akan sedikit kemungkinan dapat dilakukan pemahaman.

Kita Masih Lemah Untuk Saling Peduli dan Mengingatkan

Berbagai hambatan yang ditemui dalam penanganannya :
– Akses rehabilitasi terhadap pengguna tidak berjalan maksimal hanya 18.000 orang pertahun yang direhabilitasi
– Munculnya 35 zat psikoaktif baru
– Sistem pengawasan terhadap jalur masuk peredaran narkotika belum optimal
– 75% jaringan peredaran narkotika dikendalikan dari dalam lapas
– Variasi dan modus peredaran narkotika selalu berubah, dan menggunakan sel terputus

Hidup kamu penting banget, mari peduli!

Memperoleh wawasan secara mendalam mengenai masalah narkoba tentu dapat membantu anak-anak tetap dalam kondisi sehat maupun kemabli sehat (melewati proses pemulihan ketergantungan. Penting untuk melindungi diri kita dan anggota keluarga dari penyalahgunaan narkoba. Strategi pengurangan dampak buruk yang tepat dapat digunakan untuk mengurangi potensi bahaya yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba. Sangat disayangkan apabila anak-anak kita sampai tererat dalam penyalahgunaan narkoba, namun kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan bagi kita agar mengenal lebih tanda-tanda penyalahgunaan narkoba. Kita semua memiliki tanggungjawab pada keselamatan dan kesehatan anak-anak kita.

“Saya titip masalah narkoba disampaikan secara gencar posisi kita dalam darurat narkoba” Presiden Republik Indonesia. Jokowi

KKN Lyfe

Tanggal 6 Februari 2018 sampai tanggal 7 Maret 2018 sebanyak 2039 mahasiswa UPGRIS semester 8 melakukan kegiatan KKN aka Kuliah Kerja Nyata. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini disebar di 7 wilayah Jawa Tengah, seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati. Sayapun ditempatkan di kota yang sesuai dengan pilihan saya yaitu Kota Semarang, dan kecamatannya Ngaliyan yang juga sesuai dengan pilihan saya. Untuk penempatan kelurahannya pihak LPPM yang memilihkan hingga akhirnya saya ditempatkan di kelurahan Wonosari bersama 21 anak lainnya dari berbagia program studi. Sebenarnya saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya akan ditempatkan di kelurahan Wonosari, karena saya pikir saya akan ditempatkan di Kelurahan Ngaliyan dimana kantor kelurahannya dekat dengan kantor kecamatan Ngaliyan. Kemana-manapun juga strategis. Sedangkan kelurahan Wonosari merupakan kelurahan yang paling jauh dari kecamatan dan merupakan kelurahan dengan tempat paling luas yang berjumlah 16 RW yang terbagi atas perkampungan dan perumahan. Dari lokasi perkampungan ke perumahan ataupun akan menuju kelurahan Wonosari harus melalui jalur pantura Kendal- Semarang dimana banyak sekali truk-truk gandeng, bus besar, mobil, sepeda motor melewati jalanan tersebut dan sangat rawan kecelakaan.

Kegiatan KKN tahun ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Digital Menuju Desa/Kelurahan Mandiri”. Kegiatannya pun terbagi atas empat bidang yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kewirausahaan. Apesnya, di kelompok KKN Kelurahan Wonosari saya ditunjuk sebagai koordinator bidang pendidikan yang sebenarnya saya tidak sanggup karena faktanya saya seseorang yang tidak suka memimpin, saya lebih suka mengikuti aturan main dari pemimpin alias saya hanya ingin menjadi anggota. Cerita mulanya sebenarnya panjang sekali dan tampaknya saya memang tidak akan menuliskan. Pada akhirnya bagi saya menjadi koordinator bidang pendidikan itu berat kamu nggak akan kuat, jadi ya sudah biar aku sajalah. Oh iya, selain koordinator bidang pendidikan ternyata menjadi koordinator bidang kewirausahaan juga cukup berat, jadi biar teman saya saja.

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama melakukan kegiatan KKN di berbagai bidang tersebut. Apalagi bidang pendidikan merupakan bidang yang paling membutuhkan konsultasi sana-sini yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Apalagi kalau bertemu orang-orang POKJA (kelompok Kerja) yang rata-rata orangnya di kompleks perumahan sehingga harus melewati jalur pantura yang sebenarnya saya agak takut. Untuk teman-teman seperjuangan KKN Wonosari Alhamdullilah baik, dan bisa diajak bekerja sama. Pengalaman piket di Kelurahan juga menjadi hal baru untuk saya, bagaimana tidak disana serasa seperti menjadi pegawai kelurahan yang siap melayani masyarakat. Mengalami kebanjiran di perkampungam serta kerja bakti pasca banjir juga menjadi hal baru karena selama tinggal di Semarang saya tidak pernah merasakan banjir yang sangat parah. Saya hanya pernah melihat banjir di berita TV serta hanya mengalami banjir di jalanan raya saja, itupun tidak lebih dari 30cm. Tapi di Wonosari tepatnya yang berada di perkampungan RW 2, 5, 6, dan 7 disitu saya benar-benar melihat dan mengalami kebanjiranya benar-benar parah tingginya saja sampai dada orang dewasa. Di tempat KKN kami memiliki dua posko , dimana poskonya masih satu RW tapi berbeda RT, di posko utama kami hampir kena kebanjiran, teras yang dibuat tinggi telah digenangi air sampai hampir masuk ke dalam rumah. Posko kedua lumayan aman. RW paling parah itu RW 6 dan 7. Berawal dari hujan deras disertai petir yang terjadi pukul lima sore hari Jumat, 9 Februari 2018. Itu tidak pernah kami duga sebelumnya bahwa ternyata peristiwahal itu menandai terjadinya banjir. Apalagi itu terjadi ketika kami baru berada tiga hari disana. Hujan deras itu tidak kunjung usai, sampai-sampai lampu dipadamkan akibat semakin deras dan mengakibatkan banjir. Para mahasiswa beberapa kali melawan rasa takut terhadap kilat demi mengabadikan foto air yang perlahan-lahan meninggi. Cukup berbahaya memang…
Malam pukul 21.30 di beberapa titik air sudah mulai surut, pihak koordinator dari kecamatan datang untuk melihat lokasi banjir, dimana saya dan beberapa teman juga ikut melihat lokasi banjir di RW 7 yang terkena banjir paling parah. Agenda besok pun diadakan kerja bakti. Kerja bakti yang luar biasa pokoknya. Seiring itu kami juga melaksanakan kerja bakti di RW 2 dengan bantuan pihak dinas kebakaran kota semarang untuk membersihkan halaman depan mushala pasca banjir.

FYI, Di bawah ini ini merupakan program kerja yang disusun oleh mahasiswa kelompok KKN Wonosari:

Bidang Pendidikan
1. Bimbingan Belajar
2. Pelatihan Mewarnai TK
3. Pelatihan Menari SD
4. Pelatihan Keterampilan Motorik dan Sosialisasi Cara Mendidik Anak Di Era Digital
5. Sosialisasi Semarang SMART CITY
6. TPQ
7. Pelatihan Fotografi dan Videografi

Bidang Kesehatan
1. Posyandu dan Bumil
2. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
3. Senam
4. Ikanisasi

Bidang Lingkungan
1. Plangisasi
2. Kerjabakti
3. Pengecatan
4. Taman Toga
5. Penghitungan Finishing Plafon

Bidang Kewirausahaan
1. Pelatihan Produk Pangan
2. Pelatihan Kerajinan Tangan
3. Sosialisasi Kewirausahaan

Expo

Diselenggarakan koordinator kecamatan dengan delegasi peserta dari tiap kelurahan
1. Lomba Mewarnai anak TK
2. Lomba Fashion Show Adhiwiyata (usia 10 – 15tahun)
3. Lomba Tari Kreasi (anak PAUD)
4. Lomba Videografi
5. Hasta Karya dan Posdaya
6. Launching Aplikasi
7. Jalan Sehat
8. Servise Motor Murah
9. Cek Kesehatan Gratis
10. Bibit Pohon Gratis
11. Musik
12. Stand Expo
13. Senam Jantung Sehat

Lain-lain
1. Mengikuti sosialisasi Narkoba dan HIV
2. Bazar murah di Kelurahan
3. Kerja bakti bersama PMI dan Damkar
4. Senam di Kelurahan
5. Rapat bersama Karang Taruna
6. Sosialisasi TBC

Begitulah, jika ada program kerja yang lupa saya tulis, pasti saya edit. Oh iya, untuk persiapan expo juga menguras banyak tenaga. Melatih menari anak PAUD, membuat kostum fashion show, membuat produk keterampilan dan olah pangan, mencari delegasi peserta sana-sini, koordinasi kesana-kemari, dekorasi stand sampai hampir subuh membuat paham artinya sebuah perjuangan. Dinikmati dan disyukuri saja sih, karena pada akhirnya kelompok kami memenangkan lomba videografi (mendapat juara I), serta lomba fashion show (mendapat juara II). Alhamdullilah..

Cukup sekian, sebenarnya banyak sekali kisah lain yang pengen ku tulis, tapi saya pikir segini aja deh hehe

See yaw 😉

Terimakasih Si A – MBAK

Masih ingat dengan postingan berjudul Kondangan yang didalamnya tertulis sedikit cuitan tentang si A? Jadi begini sekarang ceritanya.

Ahaha kalimat pembukanya kok jadi mirip semacam judul artikel di Line Today sih wqwq. Ya intinya begitulah hehe. Dipostingan kondangan saya kan pernah menuliskan bahwa kapan-kapan saya mau posting tentang si A. Si A itu seseorang yang pernah menyukai saya di tempat magang yaitu pas magang di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Semarang. Sebelum berlanjut perlu diketahui bahwa di SD tempat saya magang terdapat 4 bapak guru yang masih muda, yaitu Pak MBAK alias si A, Pak REV, Pak SH, dan satunya aku lupa namanya :3

MBAK, inisial nama panjangnya. Panjang sekali memang namanya. Panggilannya bisa pakai nama M bisa juga A. Dari sederetan nama panjangnya itu mungkin cukup asing untuk didengar para penduduk Indonesia bagian barat semacam saya. Pertama kali melihat dia, saya memikirkan kalau ini orang pasti dari wilayah Indonesia Timur, meski kenyataan dia kelahiran Bandung. Jabatan si A di SD itu dulu sebagai guru Bahasa Inggris, tapi karena pelajaran Bahasa Inggris di SD telah ditiadakan dia akhirnya menjadi guru Tata Usaha disana.

Singkat cerita, saya tidak menyangka jika acara perpisahan magang itu menjadi momen pengakuan si A bahwa selama ini diam-diam si A menyimpan rasa pada saya. Btw, saya dan teman-teman mulai magang di SD itu tanggal 1 Agustus 2017 – 18 September 2017. Dan Senin, tanggal 18lah hari yang menjadi hari perpisahan sekaligus hari terakhir berada di SD, sebuah pengakuan muncul.

Bermula ketika acara perpisahan berlangsung, guru pamong saya Bu R berulang kali sibuk dengan HPnya sesekali melihat ke arah saya. Ya, saya merasa takut karena hari Sabtu sebelumnya saya tidak berangkat magang dikarenakan ada acara keluarga. Dalam hati saya bertanya-tanya, apakah saya mau dimarahin atau bagaimana? Tapi saat itu saya mencoba bersikap tenang, melawan takut. Waktu itu sambutan-sambutan telah selesai dan saatnya acara tumpengan, dimana guru-guru dipersilakan mengambil nasi tumpeng yang telah disediakan. Saya melihat Pak REV bersama si A keluar dari tempat acara perpisahan. FYI, Pak REV itu menjadi guru idola bagi beberapa anak magang termasuk saya xD, begitu juga dengan Pak SH juga jadi idola disana. Dalam hati, saya berkata “yah kok Pak REV keluar sih, nggak makan dulu.” Demikian saya tidak mempedulikan si A.

Ketika guru-guru lain mengambil nasi tumpeng, Bu R masih duduk ditempatnya lalu tiba-tiba menanyakan nama saya pada teman-teman. Sontak saya kaget, duh ada apa ini? Hingga teman-teman memberikan jawaban nama saya.
“Mbak dapat salam dari Pak M.” Begitu kata Bu R. Saya kaget campur bingung candaan macam apa ini? Seluruh temen-temen juga kaget tapi campur seneng gitu. Kok bisa tiba-tiba gitu, salam-salaman segala. “Nih mbak beliau tanya mbaknya masih sendiri apa sedang taarufan?” Bu R mendekati saya sambil memperlihatkan isi obrolan WA nya dengan si A. Oh My God, pengen panjat tebing jadinya. Sontak temen-temen tambah ramai ikut menimbrungi dan tampaknya mendukung. Apalagi si NK teman dekat saya. Hingga akhirnya terlihat chat si A meminta nomor WA saya, suasana tambah ramai pipi saya memerah kata temen saya. Salah satu temen membacakan nomor WA saya dan disitulah saya bingung dan deg-degan setengah mati. DT temen magang, dengan keras mengatakan, “wah Musda bakal jadi mantunya Bu O,” ucapnya dengan suara khas Palembang. Saya pun reflek menepuk bahu DT, karena Bu O juga masih di dalam ruangan ini.

Asal kalian tahu, Bu O itu mamanya si A yang juga menjadi guru disini wajahnya juga khas Indonesia Timur gitu. Namun, keyakinan mereka berdua berbeda, bu O non muslim dan si A muslim.

Setelah acara perpisahan selesai saya sepanjang waktu diledek sekaligus didukung mereka, lalu cerita-cerita juga bagaimana mungkin si A memiliki perasaan pada saya. Hingga saya mengingat-ngingat beberapa momen apa saja dengan dia yaitu saat dia membuat tenda untuk kemah pramuka dia ngajak ngomong gitu, lalu ketika saya mengambil gambar anak-anak kelas 3 dia lewat dan nimbrung “saya nggak diajak sekalian,” lalu saya hanya membalas dengan senyuman dan memberi jalan agar bisa lewat, lalu yang terakhir ketika saya menemani teman saya meminjam proyektor yang diurus sama si A. Sudah, hanya itu saja momennya. Tapi bagaimana mungkin dia menyukai saya?

Malamnya saya nggak bisa tidur, karena kejadian tadi siang. NK juga tanya-tanya apakah si A sudah ngechat apa belum. Hingga akhirnya pukul 22.00 dia ngechat dan chatnya bikin hati saya gimana gitu. Bagaimana tidak? Dia menyapa saya dengan salam Assalamualaikum ukthi. Lalu baris kedua menanyakan apakah benar ini nomor saya. Yang patut digarisbawahi yaitu kata Ukhti. Meskipun ukhti berarti saudari tapi saya tidak menyangka bahwa dia begitu religius sekali. Saya agak gimana gitu dengan sapaan ukhti, menurut saya ukhti itu sapaan untuk perempuan yang sehari-harinya tertutup dan syar’i, yang ucapannya lemah lembut, ibadahnya rajin dan lain-lain pokoknya yang baik-baik. Sebaliknya dengan saya yang kadang kalau pergi jarak dekat saja saya kadang tidak memakai kerudung. Lalu ketika saya berkerudungpun saya memakai pakaian yang tidak termasuk kategori syar’i tapi juga bukan kategori ketat. Biasa saja yang penting sopan. Tutur kata saya juga tidak lemah lembut, biasa saja pokoknya. Tapi dia memanggil ukhti, agak gimana gitu. Ya, saya merasa dihargai, tapi seperti belum pantas menerima panggilan itu. Ah sudahlah..

Saya lupa apakah saya membalas malam itu juga atau paginya. Intinya saya sebenernya malas sekali untuk menanggapi karena saya memang tidak memiliki perasaan padanya. Saat membalaspun saya pura-pura menanyakan ini siapa dikarena foto profilnya pemandangan senja. Pagi itu sebuah pesan WA muncul dan tertulis balasan darinya, Ini A. Hingga akhirnya kami ngobrol di whatssap meskipun kadang sengaja saya balas lama.

Rabu saya pergi sendirian ke SD untuk meminta tanda tangan kepala sekolah, saya sendirian kesana karena tema-teman sudah pada pulang kampung sedangkan file laporan ternyata masih ada yang kurang, maka dari itu akhirnya saya yang asli orang Semarang dipasrahi meminta tanda tangan di SD dan segala keperluan sampai mengumpulkan file di kampus. Ketika masih di luar pintu ruangan kepala sekolah, saya tidak sengaja melihat si A lewat almari transparan sedang sibuk di depan komputer. Btw, ruang TU dan Kepala Sekolah jadi satu. Saya akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan, si A sudah melihat tapi nggak segera beranjak berdiri, dia hanya menoleh kayak bingung gitu. Mungkin kaget karena tiba-tiba saya muncul disini.Toh saya juga tidak memberitahu dia kalau saya ada keperluan di SD. Ketika dia akan beranjak berdiri, Ibu Kepala Sekolah muncul. Ketika urusan selesaipun saya pamit, dan sedikit melihat si A yang masih sibuk dengan komputernya. ~

Malam itu juga dia WA saya tanpa membahas kejadian tadi siang, feelingku sih dia mungkin nggak ngeh kalau yang datang tadi siang adalah saya. Atau kemungkinan kedua, dia malu untuk bertemu saya sehingga pura-pura cuek. Whatsappan episode malam itu sih dia bilang kalau dia pengen memuji saya. Kata dia saya itu orangnya anggun, kalau ada masalah juga sabar ngadepinnya dan lain-lain. Hmm apa selama ini dia memang benar-benar mengamati saya? Dia juga tanya apakah saya beneran sudah punya pacar atau belum. Terus suatu saat boleh main ke rumah tidak, pokoknya macem-macemlah. Dini hari dia WA saya, membangunkan saya agar shalat malam. Saya pagi-pagi hanya membaca lewat notif lagi pula hari-hari itu saya juga lagi libur. Selain libur saya juga jarang sekali melakukan shalat malam sih, saya berpikir ini orang kok religius banget gitu.

Pada akhirnya setiap hari dia WA saya, karena dari awal saya tidak punya rasa ke dia, beginilah jadinya. Dia yang paling aktif dalam obrolan, kadang-kadang saya balesya juga lama gitu. Oh iya, kan aku akhirnya juga cerita juga sih sama NK dari A-Z, NK bilang kesaya namanya juga lagi awal suatu saat pasti saya ada rasa sama dia. Ah enggak, saya nggak bisa. Si A bukan tipe saya, titik. Jadi bagaimanapun juga saya nggak bakal suka sama dia. Sampai detik ini. Tapi saya pernah berandai-andai jadian sama dia. But, kembali ke awal lagi kalau nggak cinta kan sama aja bohongin diri sendiri dan bohongin dia juga. NK juga bilang kalau saya tuh orang yang beruntung. Beruntung bagaimana? Sekali lagi dia bukan tipeku, NK menyayangkan. Si A itu sebenernya sosok idaman banget buat NK bagaimana tidak? si A Udah mapan, ibadahnya rajin, siap ke rumah, dll. “Tapi sayang, yang disukai bukan aku,” begitu kata NK.

Minggu depannya, si A sok protektif gitu. Jadi ceritanya saya sudah berkali-kali bilang kalau saya di Kota Lama maen sama temen alias Ayu, eh dia ngotot nuduh saya pergi sama anak cowok. Ya, saya mempertahankan jawaban saya dong. Sebelumnya saya juga cerita sama Ayu tentang si A. Si Ayu juga mendukung kalau saya sama dia :3. Saking sebelnya saya karena dia ngotot, saya pengen upload foto saya sama seorang kakak penyiar radio yang sempat saya temui sebelumnya biar si A ngejauhin saya. Tapi Ayu nggak ngebolehin, dia bilang jangan, kasihan. Habis saya BT sih, hingga akhirnya dia yang meminta maaf sama saya karena telah menuduh sembarangan.

Waktu demi waktu karena saya sudah merasa nggak nyaman kontekan sama dia, akhirnya saya tidak membuka WA dari dia untuk beberapa hari. Nomor dia juga nggak tak kasi nama akhirnya. Btw, dari notif saya melihat sedikit isi WA kalau dia menyuruh saya buat shalat malam. Kalian tahu karena saya cuekin, pada akhirnya dia benar-benar jauh dari saya. Begitulah, karena dari awal saya juga nggak suka sama dia. Saat dia benar-benar pergi ya saya merasa biasa aja malah bersyukur karena tidak ada yang mengganggu saya lagi.

Saya cuman bisa minta maaf aja sih, saya emang banyak banget kekurangannya. Saya berdoa dia bakalan dapet jodoh yang lebih baik dari saya. Saya ingin berterimakasih padanya karena dia bersabar sekali dalam memendam perasaannya pada selama saya magang disana, dan baru diketahui pada acara perpisahan disana. Mungkin dibalik itu dia ingin menghargai dan menghormati saya selama di SD agar saya fokus dengan tugas saya sebagai mahasiswa magang. Saya tidak tahu jadinya kalau dia mengungkapkan di tengah-tengah perjalanan magang, mungkin saya tidak akan bisa berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas.

Akhir kata terimakasih banyak~~

Aku

Aku tidak suka banyak bicara, tapi aku suka menulis

Aku suka fashion, tapi aku pemalu

Aku tidak bisa memainkan alat musik, tapi aku suka mengarang lagu

Aku memiliki suara yang tidak bagus, tapi aku suka menyanyi

Aku tidak bisa menggambar, tapi aku suka mewarnai

Aku bukan seorang extrovert, tapi aku seorang introvert

Aku seorang introvert, tapi kadang jiwa extrovert ku muncul

Ah, aku mungkin seorang ambivert

Aku jatuh hati, tapi pasti patah lagi~

Sakit

Jumat sore ibu mulai demam kemudian disusul bapak Jumat malemnya. Sabtu pagi sampai Sabtu malam mereka masih terbaring ditempat tidur dan seharian pula saya menjadi “perawat” untuk bapak dan ibu. Minggu paginya mereka masih sakit, dan pagi itu juga saya malah ikutan sakit. Alhasil saya merangkap jadi perawat dan pasien sekaligus ___. Untung demamku tidak terlalu tinggi dan tidak ada sehari sudah sembuh. Minggu sore saya ke dokter buat nganterin ibu, eh dokternya tutup dan ibu nggak mau diperiksa kemana-mana kalau nggak ke dokter tersebut. Sedangkan bapak belum mau ke dokter.

Senin sore ibu dibawa keponakanku ke dokter, dan Alhamdullilah dokternya ada. Begitu juga dengan bapak yang sudah mau dibawa ke dokter.

Selasa siang Alhamdullilah bapak udah sembuh, tinggal ibu yang belum. Semoga besok udah sembuh :))))

One Day Trip – Rembang

Sebenarnya bingung juga sih mau ngasih judul apa wqwq. Jadi ceritanya Senin, 4 Desember 2017 kelas saya mengadakan perjalanan ke kabupaten Rembang, tepatnya di Pantai Karangjahe. Acara perjalanan kali ini dilakukan karena bahwasanya kami sudah berada di penghujung semester 7, dan di semester 8 nanti pasti udah agak jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Maka sebut saja acara ini sebagai semi perpisahan. Pada akhirnya pun uang khas yang saya pegang selama kurang lebih dua semester serta tambahan iuran tiap individu pun siap digelontorkan untuk keperluan tranportasi, kaos, konsumsi, dan lain-lain. #Alhamdullilah nggak beban lagi.

Kami siap berangkat pukul tujuh pagi, padahal sebenarnya dijadwal kami harus siap berangkat pukul enam pagi. Hmm you know lah bagaimana orang-orang di negeri ini memperlakukan waktu ?

Ok lupakan. Jalanan Semarang ke arah timur pun kalau pagi macet banget. Senin, musim hujan, dan juga banjir. Semarang kaline banjir. . .

Ini momen banjir dan macet saya abadikan dengan hengpon jadul saya

Seperti biasa kalau perjalanan dengan rombongan kelas, pasti ada sebagian temen yang nggak bisa jauh-jauh dari karaoke, musik dangdut, dan joget-joget di dalem bus yang berjalan. Dan jujur aku paling sebal bagian itu, soalnya saya orangnya parnoan. Takut kalau ada apa-apa. Tapi malangnya kalau pergi jauh dengan suatu rombongan kelas pasti aku dapetnya rombongan kelas yang suka keasyikan seperti itu. Pas perjalanan ke Bali 2016 aku sempet ngiri gitu sama bus anak kelas B. Jadi waktu itu bus kelas B mendahului bus kelas J yang lagi asyik ramai (kelas saya) nah dari jendela saya melihat anak-anak cowok cewek kelas B tuh pada duduk anteng gitu. Beda dengan kelas saya. Duh rasanya pengen pindah bus, yakin. Pas rombongan perjalanan Bali 2013 jaman SMA juga gitu. Parno mode on, pengen cepet-cepet segera balik ke rumah malah.

Ok, lanjut perjalanan ke Rembang deh. Akhirnya setelah keluar dari kota Semarang serta melewati kabupaten Demak, Kudus, Pati, akhirnya sampailah di Rembang dan segera menuju lokasi Pantai Karangjahe. Kami disana nyampai pukul 11 siang. Nah di pantainya panas banget (padahal sudah memasuki musim hujan). Kemudian sampai sana kami tidak langsung acara bebas karena sebelumnya panitia sudah menyiapkan rangkaian acara seperti bermain panjang-panjangan, truth or dare, fun colour, dan terakhir acara bebas.

Ini nih beberapa foto persiapan yang dicekrek sama sie dekdok, berjalan menuju ke tempat yang strategis.

Dan berikut permainan dimulai. . .

1. Bermain Panjang-panjangan

Game pertama ini temen-temen dibagi menjadi dua kelompok berbaris. Nah kemudian setiap baris berusaha berlomba untuk menjadi barisan yang paling panjang. Disini kita boleh menggunakan benda-benda apa saja yang dipakai di tubuh kita. Untuk waktu, saya lupa dikasih waktu berapa menit. Tapi yang jelas kelompok barisan saya menang wqwq. Hukuman buat barisan yang kalah yaitu yang kalah nggendong yang menang ha ha ha

2. Truth Or Dare

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB tapi permainan masih dilanjut. Semua anak membentuk lingkaran. Ditengah-tengah terdapat 3 anak yang bermain musik untuk mengiringi topi yang diestafetkan dari teman ke teman. Ada beberapa anak yang kena, ada yang memilih truth ada yang memilih dare. Untuk truth ada yang diberi pertanyaan, inti begini:

“Siapa cinta pertamamu di kelas J?”

“Siapa saja nama gadis yang sempat kau pacari di kampus ini?”

“Dari semua cowok kelas J, siapa cowok yang paling kamu sukai?”

Untuk dare, tantangannya:

“Berkenalan dan foto bareng dengan wisatawan cowok.” “Berkenalan dan foto bareng dengan wisatawan cewek.”

Kurang lebih begitulah he he he

ISOMA

Pukul 13.00 WIB pun kami isoma. Untuk menu makan siang, kami hanya pesan ayam, saos, dan nasi putih :3

3. Fun Colour

Sekitar pukul 14.00 WIB kami mulai bermain fun colour, kacamata sudah siap di pakai semua. Panitia acara fun colour mulai mempesiapkan bubuk warna-warni yang terbuat dari tepung kanji dan pewarna makanan. Ada enam warna yang kami buat disini. Panitia berdiri ditengah anak anak yang melingkar. Lingkaran fun colour saling memepet satu sama lain dan hanya menyisakan sedikit celah jarak. Ketika hitungan satu, dua, tiga diucapkan bubuk warna itupun di tabur-taburkan kepada teman-teman. Semuanya tampak tertarik sekali dan membiarkan baju putih tersebut ternodai. Setelah itu keisengan terjadi yaitu saling menceburkan teman-temannya ke pantai. Saya nyerah deh yang ini dan was-was terhadap sekitar. Soalnya mereka akan bekerja sama secara diam-diam dengan langsung mengangkat si korban buat diceburin ke pantai wk. Saya masih inget ketika si F mengkode saya buat nyeburin si R yang sedang asyik ngelihatin temen lain yang diceburin. Akhirnya saya hanya membalas kode senyum, lalu tertangkaplah si R dan temen-temen yang lain ikut ngangkat. Disitu saya nggak ikutan ngangkat tapi ikutan ngakak ha ha ha

4. Acara Bebas

Acara bebas saya memutuskan untuk memfoto objek pasir dan pantai saja lalu bersama Ayu dan Shella menuju kamar mandi buat mandi dan ganti pakaian. Acara bebas digunakan anak-anak dengan berswafoto, naik ATV, dan lain-lain. Setelah selesai berbersih diri, kami bertiga memutuskan buat beli bakso, kemanapun perginya mesti makan bakso ha ha ha. Temen-temen yang lain setelah puas bermain dan berbersih diri pun juga langsung membeli bakso. Akhirnya kami semua kembali ke bus pukul 16.00 WIB dan siap meluncur ke pusat oleh-oleh di Rembang namanya saya lupa. Kemudian di Pati mampir di pusat oleh-oleh Dua Kelinci. Selama perjalanan pulang ke Semarang diguyur hujan. Suasana sangat hangat (Alhamdullilah) ketika diputarkan video dalang dan sinden bule di acara pewayangan yang digelar di Banyumas. Lucu banget dagelan antara si dalang dan sinden bulenya. Akhirnya sampai Semarang (kampus) kurang lebih pukul 21:00 WIB. Lalu pulang sama Nurul naik GrabCar. Akibat nggak jadi dijemput saudaranya Nurul sih.

Sampai ditempat saudaranya Nurul, saya ambil motor saya yang saya titipin disana, dan mengendarai selama kurang lebih lima menit lalu akhirnya sampai rumah pukul 22.00 WIB dengan keadaan sangat merindukan tempat tidur xD.

Pada akhirnya semester 7 kini telah berlalu, dan selamat datang semester 8. Sukses buat KKN dan skripsi kita di semester ini, dan bisa wisuda di Oktober / Desember 2018 🙂

Begitulah pengalaman hari itu, doa saya semoga bisa kembali kesana lagi bersama orang-orang yang saya sayangi semacam kamu, iya kamu #eh

See yaw! Dan terimakasih buat sie dokumentasi acara 🙂

[REVIEW] Nature Republic Soothing & Moisture Aloe Vera 92% Soothing Gel

Kali ini saya mau mereview salah satu produk skin care dari Korea Selatan yang udah cukup lama hits banget di Indonesia yaitu Nature Republic Soothing & Moisture Aloe Vera 92%. Pecinta k-beauty pasti udah pada nggak asing sama soothing gel dari brand terkenal Nature Republic ini xD. Oke langsung saja:

KEGUNAAN

Menenangkan dan melembabkan kulit

FUNGSI

Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel yang mengandung 92% Aloe Vera ini cocok buat semua jenis kulit dan bisa dipakai buat cewek/cowok yang jomblo atau bahkan sudah punya pacar , dan tentunya multifungsi banget. Berikut kegunaan Soothing Gel ini:

  1. Sooting gel ini berfungsi sebagai pelembab wajah yang memberi efek menenangkan dan menyegarkan kulit yang kering
  2. Sebagai make up base sebelum menggunakan foundation atau bb cream.
  3. Buat para cowok, produk ini bisa dijadikan after shave cream dan mencegah iritasi kulit akibat pisau cukur.
  4. Sebagai perawatan rambut yang dapat membuat kering lebih bersinar
  5. Sebagai masker atau krim untuk mata lelah dan bibir yang kering atau kusam
  6. Sebagai essence untuk merawat kuku
  7. Sebagai mosturizer atau pelembab body
  8. Sebagai soothing and healing cream yang mengurangi kemerahan pada kulit yang terbakar matahari

Selama ini saya hanya pernah nyoba yang nomor 1,2,5, belum tertarik yang 4,6,8 dan saya tidak akan pernah mencoba nomor 3 wqwq. Selama pemakaian kurang lebih satu bulan ini dengan konsisten, saya sudah cukup merasakan manfaatnya seperti wajah menjadi lembab (biasanya kulit wajah saya kering), calon-calon jerawat (?) juga nggak jadi nyalon nih di wajah, bibir juga menjadi lembab.

PACKAGING

Soothing gel ini memiliki isi yang banyak banget yaitu 300 ml jadi bisa dipakai selama berbulan-bulan. Oh iya yang 300 ml itu packaging lama dan berbentuk jar, sedangkan sekarang Nature Republic udah mengeluarkan packaging yang baru berbentuk tube dengan isi 250 ml.

Jar

Tube

HARGA

Untuk belinya sendiri saya lebih memilih untuk melihat dan membeli langsung ke fashion store di daerah saya meskipun bisa dipesan secara online. Kebetulan bulan Desember kemarin fashion store tersebut mulai menyediakan produk make up dan skin care dari Korea (sekarang jadi beauty store juga nampaknya). Untuk harganya sih agak lebih mahal sedikit di bandingkan di IG online shop lain. Di IG online shop lain saya menjumpai harga 75rb – 110rb rupiah termasuk juga di aplikasi/website. Sedangkan di butik tersebut dijual Rp 130.000,- untuk kemasan jar, dan Rp 125.000,- untuk kemasa tube. Okelah enggak papa, asal bisa lihat barangnya dan mengecek langsung apakah ini original atau palsu . Soalnya banyak banget produk soothing gel dari Nature Republic yang dipalsukan (saking ngehitsnya). Jadi hati-hati, jangan sembarang beli!

Buat yang pengen tahu IG store tersebut bisa difollow @stagemyfashion (dijamin langsung naksir koleksi fashionnya juga), kemudian buat yang ada di Jabodetabek saya saranin mending pesen aja di store lain seperti aplikasi/website namanya Kinimall (barangnya terpercaya original) harganya cuman Rp 108.000,- plus lebih murah kena ongkirnya. Kenapa saya nggak pesen di Kinimall karena sama aja saya kena biaya ongkir Jakarta ke Semarang yang produk + ongkirnya juga hampir mendekati Rp 130.000,-. Kalau ke Stage My Fashion kan cuman modal bensin dikit dan nggak perlu nunggu pengiriman ha ha ha :D. Pokoknya intinya sama aja sih :3

PENYIMPANAN

Oh iya produk ini juga free colour, jadi bening gitu dan aromanya kekinian banget wangi dan seger gitu. Untuk penyimpanan, boleh di simpan di lemari es buat bisa ngerasain sensasi sejuk di kulit pas digunakan.

– Eh ini nih punya saya, saya beli yang jar xD

Okedeh, sekian dulu postingan hari ini and see yaw 🙂