Segelas dan Secangkir Kopi

Kopi ? Siapa sih yang nggak suka kopi ? Saya pikir lebih banyak yang suka daripada yang nggak suka. Kopi, yah minuman itu sekarang banyak banget variannya. Dulu waktu kecil saya berpikir bahwa kopi identik banget dengan warna hitam dan aromanya yang khas. Tapi dewasa ini ternyata banyak banget varian kopi.

Kopi favorit saya adalah cukup kopi sasetan (abaikan penulisannya wk), karena varian rasa yang dijual banyak dan harganya terjangkau. Kalau sekarang, kopi sasetan favorite saya sih Good Day sama Luwak White Coffee. Enggak peduli Good Day yang rasa apa, soalnya menurut saya rasanya sama aja ha ha

Selain kopi instan sasetan, banyak juga kan ya jenis varian kopi di tempat kafe. FYI, saya pengen banget nyicipin Es Kopi Vietnam, tapi yang nggak ada sianidanya loh .__.

By the way, Bapak juga seneng banget sama yang namanya kopi. Tiap pagi selama bertahun-tahun, Ibu selalu membuat segelas kopi  buat Bapak.  Seingetku jaman SD dulu Bapak seneng banget sama yang namanya Kopi Nanas terus pindah Kopi Tugu Luwak, tapi sekarang -udah lama juga sih- pindah ke Kopi Kapal Api. Ah nyebut merek mulu:D. Nah meskipun kita bertiga suka banget sama kopi, Ibu hanya membuat segelas kopi saja dan itu memang sebenarnya khusus buat bapak sih dan saya bakalan minta secawan kopi untuk saya minum dan nanti ibu juga nimbrung ikut minum. Pokoknya so sweet lah, segelas di minum bertiga. Di rumah persediaan kopi memang banyak dan enggak pernah telat, namun rasanya malas dan enggan jika membuat untuk di minum sendiri-sendiri. Enaknya diminum bareng-bareng lol. Bapak juga kadang senang menuangkan kopi di cawan dan memberikannya untukku.

Di malam hari, suasana hangat juga terjadi di ruang keluarga. Kalau malam, Bapak juga suka ngopi. Namun kalau malam Bapak membuat kopi sendiri dan membuatnya di cangkir bukan di gelas. Nah, malam juga sama seperti pagi, kopi diminum bertiga. Jika di pagi hari segelas kopi bertiga maka malam hari akan berubah menjadi secangkir kopi bertiga.  FYI, Bapak juga kadang dapat kiriman kopi asli dari besannya. Ibu kadang mencampur kopi asli tersebut dengan kopi instan. Rasanya enggak kalah enak kok dengan rasa kopi yang ada di kafe :D. Dibalik semua itu, saya sempat berpikir kelak nanti jika saya bekerja atau suatu saat nanti menikah, saya bakalan rindu dengan suasana seperti itu. Yaa, suasana segelas kopi bertiga di pagi hari dan secangkir kopi bertiga di malam hari. 

Iya sudah sekian dulu postingan kali ini, see yaw!

Eh ngopi dulu yuk ^^

4 respons untuk ‘Segelas dan Secangkir Kopi’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s