Flashdisk

Flashdisk, ya sebuah benda kecil serta penting yang hampir selalu ada di kantong kita masing-masing –yang membutuhkan-. Lalu apakah kalian sering kehilangan benda kecil itu? Kalau iya, sama! *tos. Kehilangan flashdisk itu momen yang paling nyebelin, mending kehilangan pacar deh daripada kehilangan flashidisk karena faktanya memang nggak punya pacar~~

Pertama kali punya flashdisk sendiri itu pas kelas XI SMA (2013), karena sebelumnya aku sering minjem saudara. Lagipula dulu memang nggak penting-penting amat punya FD jadi belum memutuskan untuk beli sendiri. Hingga akhirnya ketika kelas XI itu udah lumayan penting harus punya FD dan akhirnya saya memutuskan untuk beli juga. Saya membeli FD warna hitam kapasitasnya 6 GB, tapi nggak lama kemudian FDnya ilang. Padahal belum ada sebulan lhoh. Nggak tahu ilangnya kemana. Entah hilang di rumah, di sekolah, atau di warnet. Toh faktanya saya memang pelupa dan teledor akut orangnya. Kesel? Iya!

Tidak lama kemudian saya memutuskan membeli lagi FD warna kuning putih gitu dengan kapasitas 8 GB, lucu memang kenapa nggak beli ukuran yang 4 GB aja. Dan baru dipakai tiga bulanan langsung lenyap. Keknya sih hilang di depan warnet kali.Ceritanya saya itu parno banget dengan tugas Matematika yang di suruh Pak Guru. Jadi si Pak Guru itu menyuruh siswanya buat nyari materi tentang soal-soal Peluang. Nah karena saya itu orangnya penurut dan rajin malamnya saya mencari soal-soal itu dan memutuskan buat nge-print besok pagi. Paginya saya nge-print dengan harapan masih memiliki waktu yang lumayan. Setelah nge-print selesai, saya merasa sudah memasukkan FD itu diplastik print-printan dan langsung tancap gas ke sekolah. Namun ketika sampai tiba di kelas, FD yang saya taruh di plastik itu nggak ada. Saya cari di tas, di kantong enggak ada semua. Kesel part II kan?! Apalagi baru tahu kalau ternyata tugas itu nggak wajib. Si Pak Guru ternyata pesen kalau mau nyari silahkan kalau nggak ya nggak papa. Oke fine, tambah kesel. Lalu saya memutuskan enggak membeli FD lagi dan kalau ada tugas ya udah minjem aja. Soalnya udah kesel banget kehilangan benda kecil itu.

Pas kelas XII (2014) selesai melaksanakan UN, dan lagi kluntang-kluntung menunggu hasil UN yang masih sangat lama. Di kantin Bu Prawit, Ervin datang memberi sebuah kabar kalau iya mendapat tiga buah undangan buat ikut seminar di Museum Ronggowarsito. Seminarnya tentang penemuan-penemuan fosil gitu. Lalu Ervin pun memberikan undangan itu pada saya dan Unik. Kita pun sepakat buat datang. Itung-itung refreshing habis UN dan dibuat pengalaman, daripada boring di rumah..

Saat masuk, sebelumnya kita diberi sebuah tas bertuliskan Visit Jateng – Wonderfull Indonesia yang lumayan besar tasnya dan juga sekotak snack. Di dalam tas tersebut terdapat dua note book, bolpen lucu banget, dan buku “kerajinan tangan dari bambu”. Dan tanpa diduga sebelumnya, pas pertengahan acara tuh panitia bagiin sebuah benda kecil berwarna putih yang masih terbungkus wadahnya. Panitia mengoper benda itu kepada para peserta, dan tibalah benda putih itu sekarang ditangan saya. Saya kaget, ini beneran dapat FD? Ukuran 4 GB? Sumpah saya diem-diem kegirangan dan ngomong pelan dengan Ervin. Tapi saya akhirnya mikir, paling bentar lagi ilang. Udah negative thingking sih. Tapi negative thinking saya tiba-tiba terlupakan ketika pas pulang dikasih makan siang nasi kotak berisi nasi, rendang, bacem telur, mie, acar, dan tumis buncis bakso. Serta dikasih amplop yang berisi uang 70rb. Ya Lord, Alhamdullilah, saya nggak pernah nyangka ikut acara seminar hari itu dan ternyata pulang-pulang dapatbanyak banget rezeki.

Lalu bagaimana nasib FDnya apakah akhirnya hilang juga?
Begini, jadi Alhamdullilah sekali FD itu bertahan selama dua tahun, karena faktanya FDnya hilang di penghujung semester 4 tepatnya pertengahan 2016. Seinget saya FD itu saya taruh di sofa rumah, tapi ketika di cari malah nggak ada. Ngeselin deh pokoknya karena sifat teledor dan pelupa saya nggak pernah hilang. Saya cari kesana kemari hingga akhirnya saya pasrah deh. Karena saya masih malas beli, sejak kehilangan FD putih itupun akhirnya saya minjem FD merah hitam milik keponakan saya yang nggak kepakai.
Lalu nggak ada angin nggak ada ujan pemirsa, FD putih yang sudah lama hilang itu tanpa sengaja ditemukan. Jadi bulan Februari 2018 “kemarin” saya di rumah lagi nyari-nyari buku yang diatas lemari kamar. Ketika tak sengaja melihat ke bawah belakang lemari saya melihat benda kecil putih berpita biru tua yang nampak berkilau. Saya seneng banget dong, ini FD yang udah lama banget hilang. Akhirnya ketemu juga, tapi kok bisa di belakang lemari sih? Pikirku. Tapi itu nggak penting lagi, karena sudah ketemu. Ketika saya coba tancapkan di laptop Alhamdullilahnya masih bisa. Soalnya tutupnya juga udah kelamaan hilang kemana. Setelah itupun saya akhirnya membawa dua FD. Lalu masih bulan itu juga FD putih itu dipinjem Kurnia – temen baru di KKN buat burning VCD. Nah Kurnia dan saya sendiri juga lupa kalau setelah burning kita belum meminta FD itu kembali. Saya sih udah mengikhlaskan karena kalau semisal yang ngilangin temen, saya malah merasa biasa aja. Lagipula saya sudah pasrah dengan FD putih itu yang suka ngilang. Tapi temen saya bilang bakal ganti kalau FDnya ilang. Selang udah ada seminggu, kita balik ke tempat burning dan ternyata masih ada FDnya. Alhamdullilah, saya malah nggak enak sendiri kalau diganti baru.

Lalu usut punya usut FD temen saya si Nurul itu rusak, karena sekarang saya pegang dua FD, akhirnya FD yang putih itu pun saya pinjamkan ke dia. Tapi kemudian nggak lama saya merasa kesel lagi. Jadi awal April 2018 lagi nge-print di tempat print-an. Saya itu inget kalau saya udah nyabut FD merah hitam dari CPU. Tapi ketika dua hari kemudian saya mencari FD itu saya lupa FDnya saya taruh dimana. Saya inget-inget pas kejadian, pokoknya FD udah saya cabut dari CPU tapi masalahnya saya lupa naruh dimana dan udah dua hari juga saya nggak pakai itu FD. Entah, sekarang saya nggak tahu lagi itu FD merah hitam punya keponakan saya hilang kemana. Padahal FD isinya penting banget, dan sekarang saya kesulitan kalau mau nge-print. Lalu jalan satu-satunya adalah meminta kembali FD putih -penuh cerita- yang telah saya pinjamkan ke Nurul. Hu hu~

Kalau kalian udah pernah kehilangan Flashdisk berapa kali?

CEGAH DAN BERANTAS PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Apa Itu Narkoba?

Sebuah pertanyaan mendasar yang perlu diklarifikasi, jika kita mulai menjustifikasi narkoba biang masalah mari kita tengok asal-usulnya. Narkoba sudah dikenal sejak 2000 tahun SM, Orang Sumeria (Palestina bagoan utara) menemukan sari bah opium yang digunakan untuk membantu orang yang kesulitan tidur dan kesakitan parah. Tersebar mulai dari India, Tiongkok, dan wilayah Asia lainnya. Memasuki abad 17 candu jadi masalah nasional Tiongkok dikarenakan penyebaran yang luar biasa banyak, armada perdagangan Inggris mulai membawa opium dalam jumlah besar ke Tiongkok untuk ditukarkan sutera. Tahun 1839 perang candu dimulai dan berakhir pada tahun 1860.

Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Aditif Lainnya

1. Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkoba adalah gangguan yang ditandai dengan pola destruktif (tidak bisa fokus pada hal positif) karena penggunaan zat, dan menyebabkan masalah yang signifikan atau distress (sakit karena stimulus yang berbahaya) saat dikalangan remaja sering menyalahgunakan obat yang diresepkan untuk mengurangi rasa sakit, dan beberapa jenis stimulan yang berfungsi untuk mengatasi gangguan kepercayaam diri dan tidur.

2. Kecanduan Narkoba
Kecanduan adalah suatu kondisi otak (pikiran) yang mengacu pada pencarian secara intesn atau datangnya keinginan untuk menggunakan suatu zat, meskiun zat tersebut berbahaya

Efek Narkoba

– Depresan
Menurunkan kerja otak dan memperlambat aktivitas/respon tubuh. Beberapa diantaranya yang disalahgunakan adalah: morfin, heroin, alkohol, dll

– Stimulan
Memaksa otak bekerja lebih tinggi dan mendorong peningkatan aktivitas/respon tubuh. Beberapa diantaranya yang sering disalahgunakan adalah: kokain, shabu, ecstacy, dll

– Halusinogen
Mengganngu pesrsepsi panca indra dalam meresppon rangsangan, contoh: ganja, LSD, Magic Mushrooms, dll

Jenis yang Sering Disalahgunakan

Ganja : Depresi paranoid, gangguan berpikir, sulit konsentrasi, gerakan lambat
Kokain : serangan jantung, stroke, gagal ginjal, agresif, f, gemetar berlebihan
Putaw : tulang dan sendi ngilu, meriang, menggigil, sakit kepala, diare, mata dan hidung berarir, depresi, insomnia, kematian
Shabu : gangguan fungsi hati dan ginjal, suka berkhayal dan berhalusinasi, mudah cemas dan marah
Ekstasi : organ penting rusak, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, berkeringat dan muntah
Inhalans : kerusakan pada otak, hati dan ginjal, mimisan, kehilangan ingatan

Indonesia Darurat Narkoba

Geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh Indonesia. Demografis yang sangat besar (250 juta jiwa) menjadi pasar potensial peredaran gelap Narkoba. Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak. Kerugian akibat penyalahgunaan Narkoba sekitar 63, 1 trilyun rupiah. Sistem penegakkan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba. Modus operandi dan variasi jenis Narkoba yang terus berkembang.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

-Kita bisa mulai dari hal terdekat disekitar kita, peduli pada lingkungan, dan terutama keluarga adalah kunci. Dengan melibatkan diri dengan program yang ditetapkan pemerintah, menciptakan program pencegahan alternatif atau turun langsung secara idividu sebagai konselor. Aktif dalam kegiatan masyarakat, sekolah, organisasi, atau dalam hubungannya dengan pekerjaan.

-Mengambil Peran di Sekolah
Melalui Program pelatihan yang komprehensif yang mencakup identifikas, penyalahgunaan, dan efek narkoba. Remaja juga harus akrab dengan bahaua dan efek alkohol dan tembakau

-Berperan Di Lingkungan Masyarakat, Organisasi Maupun Kelompok
Menjadi mitra kerja yang aktof falam program pencegahan (pemerintah maupun swadaya). Dan akirnya para remaja memperoleh berbagai akses untuk sehata dari penyalahgunaan Narkoba

Pencegahan dari Dalam Keluarga

A ( Attitude)
Sikap positif membantu perkembangan kepercayaan diri anak, meningkatkan rasa harga diri, dan kemampuan menoleh narkoba

P (Pick)
Ambil waktu yang tepat untuk mengangkat topik tersebut

O (Open)
Berhati-hatilah dalam mengidentifikasi masalah, terbuka kepada mereka dan tingkatkan peran untuk dukungan secara optimal

A (Ask)
Tanyakan pada anak apa yang mereka pikirkan tentang narkoba dan penyalahgunaannya

C ( Communicate)
Komunikasikan harapan kita sebagai orang tia dengan tetap bersikap wajar pada mereka

H (Honesty)
Bersikap jujur tentang perasaan kita tanpa bermaksud menyalahkan dengan membantu mereka memahami apa yang sedang kita usahakan

Konsisten Untuk Terus Hidup Sehat – Mencegah lebih Baik Daripada Mengobati

Tujuan utama dari program pencegaan penyalahgunaan narkoba adalah untuk mendorong perilaku positif dan lebih terampil menolak penyalahgunaan narkoba
Penggunaan narkoba secara berulang dapat mengubah parameter kesenangan di otak, sehingga ketika tanpa narkoba akan merasa sedih dan putus asa. Akhirnya hal –hal yang menyenangkan sehari-hari seperti menghabiskan waktu bersama teman atau bercengkrama dengan keluarga tidak akan lagi membuat bahagia

Yang Akan Terjadi Bila…

Mengunakan Narkoba terus
– Ketagihan
– Dikucilkan
– Sakit
– Pemikiran yang terganggu
– Tewas

Tidak menggunakan Narkoba
– Hidup Semangat
– Sehat
– Pemikiran Lancar
– Usia panjang

Alasan Mengapa Kamu Harus Menjauhi Narkoba

1. Narkoba merusak otak kamu
2. Narkoba bisa menyebabkan ketergantungan
3. Narkoba membuang-buang uang
4. Narkoba merusak badan kamu
5. Memicu kejahatan
6. Dapat menyakiti orang lain
7. Pakai narkoba sama dengan mati
8. Pakai narkoba sama dengan pengecut
9. Narkoba menghambat cita-citamu
10. Hukuman berat menantimu

AKU, KAMU, SIAPAPUN

Beresiko terkena dampak dari penyalahgunaan narkoba. Lalu seperti apa dampaknya :
– Menderita kecemasan (Social Withdreawall)
– Aktifitas/rutinitas sehari-hari menjadi terganggu (pekerjaan, olahraga, dll)
– Merasa sedih/terisolasi terus menerus dan selalu terulang
– Terkuras dalam hal keuangan (harta)
– Gangguan kesehatan, komplikasi penyakit hingga infeksi HIV

Ketidakpedulian (Cuek) Hanya Akan Memperburuk Masalah
Beberapa orang tua mungkin takut untuk menhadapi kenyataan terhadap penggunaan narkoba, sehingga mereka memilih untuk menghindari, termasuk apabila terjadi dilingkungan dia sendiri. Kita mungkin juga sering mendengar orang-orang dewasa mengatakan “sudahlah anak saya tidak mungkin menggunakan narkoba” “ini bukan masalah bagi keluarga kami” “ saya menggunakan narkoba dan selamat” “penggunaan narkoba adalah hal yang normal saat tumbuh dewasa” “kita tidak akan pernah bisa memecahkan masalah narkoba” “alkohol lebih berbahaya daripada ganja”.
Komunitas yang cuek memperburuk permasalahan narkoba di beberapa komunitas, menyalahgunakan narkoba seiring sejalan dengan sikap apatis masyarakat. Ketika terjadi pembiaran dan narkoba berkembang di komunitas tersebut maka akan sedikit kemungkinan dapat dilakukan pemahaman.

Kita Masih Lemah Untuk Saling Peduli dan Mengingatkan

Berbagai hambatan yang ditemui dalam penanganannya :
– Akses rehabilitasi terhadap pengguna tidak berjalan maksimal hanya 18.000 orang pertahun yang direhabilitasi
– Munculnya 35 zat psikoaktif baru
– Sistem pengawasan terhadap jalur masuk peredaran narkotika belum optimal
– 75% jaringan peredaran narkotika dikendalikan dari dalam lapas
– Variasi dan modus peredaran narkotika selalu berubah, dan menggunakan sel terputus

Hidup kamu penting banget, mari peduli!

Memperoleh wawasan secara mendalam mengenai masalah narkoba tentu dapat membantu anak-anak tetap dalam kondisi sehat maupun kemabli sehat (melewati proses pemulihan ketergantungan. Penting untuk melindungi diri kita dan anggota keluarga dari penyalahgunaan narkoba. Strategi pengurangan dampak buruk yang tepat dapat digunakan untuk mengurangi potensi bahaya yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba. Sangat disayangkan apabila anak-anak kita sampai tererat dalam penyalahgunaan narkoba, namun kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan bagi kita agar mengenal lebih tanda-tanda penyalahgunaan narkoba. Kita semua memiliki tanggungjawab pada keselamatan dan kesehatan anak-anak kita.

“Saya titip masalah narkoba disampaikan secara gencar posisi kita dalam darurat narkoba” Presiden Republik Indonesia. Jokowi

KKN Lyfe

Tanggal 6 Februari 2018 sampai tanggal 7 Maret 2018 sebanyak 2039 mahasiswa UPGRIS semester 8 melakukan kegiatan KKN aka Kuliah Kerja Nyata. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini disebar di 7 wilayah Jawa Tengah, seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati. Sayapun ditempatkan di kota yang sesuai dengan pilihan saya yaitu Kota Semarang, dan kecamatannya Ngaliyan yang juga sesuai dengan pilihan saya. Untuk penempatan kelurahannya pihak LPPM yang memilihkan hingga akhirnya saya ditempatkan di kelurahan Wonosari bersama 21 anak lainnya dari berbagia program studi. Sebenarnya saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya akan ditempatkan di kelurahan Wonosari, karena saya pikir saya akan ditempatkan di Kelurahan Ngaliyan dimana kantor kelurahannya dekat dengan kantor kecamatan Ngaliyan. Kemana-manapun juga strategis. Sedangkan kelurahan Wonosari merupakan kelurahan yang paling jauh dari kecamatan dan merupakan kelurahan dengan tempat paling luas yang berjumlah 16 RW yang terbagi atas perkampungan dan perumahan. Dari lokasi perkampungan ke perumahan ataupun akan menuju kelurahan Wonosari harus melalui jalur pantura Kendal- Semarang dimana banyak sekali truk-truk gandeng, bus besar, mobil, sepeda motor melewati jalanan tersebut dan sangat rawan kecelakaan.

Kegiatan KKN tahun ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Digital Menuju Desa/Kelurahan Mandiri”. Kegiatannya pun terbagi atas empat bidang yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kewirausahaan. Apesnya, di kelompok KKN Kelurahan Wonosari saya ditunjuk sebagai koordinator bidang pendidikan yang sebenarnya saya tidak sanggup karena faktanya saya seseorang yang tidak suka memimpin, saya lebih suka mengikuti aturan main dari pemimpin alias saya hanya ingin menjadi anggota. Cerita mulanya sebenarnya panjang sekali dan tampaknya saya memang tidak akan menuliskan. Pada akhirnya bagi saya menjadi koordinator bidang pendidikan itu berat kamu nggak akan kuat, jadi ya sudah biar aku sajalah. Oh iya, selain koordinator bidang pendidikan ternyata menjadi koordinator bidang kewirausahaan juga cukup berat, jadi biar teman saya saja.

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama melakukan kegiatan KKN di berbagai bidang tersebut. Apalagi bidang pendidikan merupakan bidang yang paling membutuhkan konsultasi sana-sini yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Apalagi kalau bertemu orang-orang POKJA (kelompok Kerja) yang rata-rata orangnya di kompleks perumahan sehingga harus melewati jalur pantura yang sebenarnya saya agak takut. Untuk teman-teman seperjuangan KKN Wonosari Alhamdullilah baik, dan bisa diajak bekerja sama. Pengalaman piket di Kelurahan juga menjadi hal baru untuk saya, bagaimana tidak disana serasa seperti menjadi pegawai kelurahan yang siap melayani masyarakat. Mengalami kebanjiran di perkampungam serta kerja bakti pasca banjir juga menjadi hal baru karena selama tinggal di Semarang saya tidak pernah merasakan banjir yang sangat parah. Saya hanya pernah melihat banjir di berita TV serta hanya mengalami banjir di jalanan raya saja, itupun tidak lebih dari 30cm. Tapi di Wonosari tepatnya yang berada di perkampungan RW 2, 5, 6, dan 7 disitu saya benar-benar melihat dan mengalami kebanjiranya benar-benar parah tingginya saja sampai dada orang dewasa. Di tempat KKN kami memiliki dua posko , dimana poskonya masih satu RW tapi berbeda RT, di posko utama kami hampir kena kebanjiran, teras yang dibuat tinggi telah digenangi air sampai hampir masuk ke dalam rumah. Posko kedua lumayan aman. RW paling parah itu RW 6 dan 7. Berawal dari hujan deras disertai petir yang terjadi pukul lima sore hari Jumat, 9 Februari 2018. Itu tidak pernah kami duga sebelumnya bahwa ternyata peristiwahal itu menandai terjadinya banjir. Apalagi itu terjadi ketika kami baru berada tiga hari disana. Hujan deras itu tidak kunjung usai, sampai-sampai lampu dipadamkan akibat semakin deras dan mengakibatkan banjir. Para mahasiswa beberapa kali melawan rasa takut terhadap kilat demi mengabadikan foto air yang perlahan-lahan meninggi. Cukup berbahaya memang…
Malam pukul 21.30 di beberapa titik air sudah mulai surut, pihak koordinator dari kecamatan datang untuk melihat lokasi banjir, dimana saya dan beberapa teman juga ikut melihat lokasi banjir di RW 7 yang terkena banjir paling parah. Agenda besok pun diadakan kerja bakti. Kerja bakti yang luar biasa pokoknya. Seiring itu kami juga melaksanakan kerja bakti di RW 2 dengan bantuan pihak dinas kebakaran kota semarang untuk membersihkan halaman depan mushala pasca banjir.

FYI, Di bawah ini ini merupakan program kerja yang disusun oleh mahasiswa kelompok KKN Wonosari:

Bidang Pendidikan
1. Bimbingan Belajar
2. Pelatihan Mewarnai TK
3. Pelatihan Menari SD
4. Pelatihan Keterampilan Motorik dan Sosialisasi Cara Mendidik Anak Di Era Digital
5. Sosialisasi Semarang SMART CITY
6. TPQ
7. Pelatihan Fotografi dan Videografi

Bidang Kesehatan
1. Posyandu dan Bumil
2. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
3. Senam
4. Ikanisasi

Bidang Lingkungan
1. Plangisasi
2. Kerjabakti
3. Pengecatan
4. Taman Toga
5. Penghitungan Finishing Plafon

Bidang Kewirausahaan
1. Pelatihan Produk Pangan
2. Pelatihan Kerajinan Tangan
3. Sosialisasi Kewirausahaan

Expo

Diselenggarakan koordinator kecamatan dengan delegasi peserta dari tiap kelurahan
1. Lomba Mewarnai anak TK
2. Lomba Fashion Show Adhiwiyata (usia 10 – 15tahun)
3. Lomba Tari Kreasi (anak PAUD)
4. Lomba Videografi
5. Hasta Karya dan Posdaya
6. Launching Aplikasi
7. Jalan Sehat
8. Servise Motor Murah
9. Cek Kesehatan Gratis
10. Bibit Pohon Gratis
11. Musik
12. Stand Expo
13. Senam Jantung Sehat

Lain-lain
1. Mengikuti sosialisasi Narkoba dan HIV
2. Bazar murah di Kelurahan
3. Kerja bakti bersama PMI dan Damkar
4. Senam di Kelurahan
5. Rapat bersama Karang Taruna
6. Sosialisasi TBC

Begitulah, jika ada program kerja yang lupa saya tulis, pasti saya edit. Oh iya, untuk persiapan expo juga menguras banyak tenaga. Melatih menari anak PAUD, membuat kostum fashion show, membuat produk keterampilan dan olah pangan, mencari delegasi peserta sana-sini, koordinasi kesana-kemari, dekorasi stand sampai hampir subuh membuat paham artinya sebuah perjuangan. Dinikmati dan disyukuri saja sih, karena pada akhirnya kelompok kami memenangkan lomba videografi (mendapat juara I), serta lomba fashion show (mendapat juara II). Alhamdullilah..

Cukup sekian, sebenarnya banyak sekali kisah lain yang pengen ku tulis, tapi saya pikir segini aja deh hehe

See yaw 😉