KKN Lyfe

Tanggal 6 Februari 2018 sampai tanggal 7 Maret 2018 sebanyak 2039 mahasiswa UPGRIS semester 8 melakukan kegiatan KKN aka Kuliah Kerja Nyata. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini disebar di 7 wilayah Jawa Tengah, seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati. Sayapun ditempatkan di kota yang sesuai dengan pilihan saya yaitu Kota Semarang, dan kecamatannya Ngaliyan yang juga sesuai dengan pilihan saya. Untuk penempatan kelurahannya pihak LPPM yang memilihkan hingga akhirnya saya ditempatkan di kelurahan Wonosari bersama 21 anak lainnya dari berbagia program studi. Sebenarnya saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya akan ditempatkan di kelurahan Wonosari, karena saya pikir saya akan ditempatkan di Kelurahan Ngaliyan dimana kantor kelurahannya dekat dengan kantor kecamatan Ngaliyan. Kemana-manapun juga strategis. Sedangkan kelurahan Wonosari merupakan kelurahan yang paling jauh dari kecamatan dan merupakan kelurahan dengan tempat paling luas yang berjumlah 16 RW yang terbagi atas perkampungan dan perumahan. Dari lokasi perkampungan ke perumahan ataupun akan menuju kelurahan Wonosari harus melalui jalur pantura Kendal- Semarang dimana banyak sekali truk-truk gandeng, bus besar, mobil, sepeda motor melewati jalanan tersebut dan sangat rawan kecelakaan.

Kegiatan KKN tahun ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Digital Menuju Desa/Kelurahan Mandiri”. Kegiatannya pun terbagi atas empat bidang yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kewirausahaan. Apesnya, di kelompok KKN Kelurahan Wonosari saya ditunjuk sebagai koordinator bidang pendidikan yang sebenarnya saya tidak sanggup karena faktanya saya seseorang yang tidak suka memimpin, saya lebih suka mengikuti aturan main dari pemimpin alias saya hanya ingin menjadi anggota. Cerita mulanya sebenarnya panjang sekali dan tampaknya saya memang tidak akan menuliskan. Pada akhirnya bagi saya menjadi koordinator bidang pendidikan itu berat kamu nggak akan kuat, jadi ya sudah biar aku sajalah. Oh iya, selain koordinator bidang pendidikan ternyata menjadi koordinator bidang kewirausahaan juga cukup berat, jadi biar teman saya saja.

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama melakukan kegiatan KKN di berbagai bidang tersebut. Apalagi bidang pendidikan merupakan bidang yang paling membutuhkan konsultasi sana-sini yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Apalagi kalau bertemu orang-orang POKJA (kelompok Kerja) yang rata-rata orangnya di kompleks perumahan sehingga harus melewati jalur pantura yang sebenarnya saya agak takut. Untuk teman-teman seperjuangan KKN Wonosari Alhamdullilah baik, dan bisa diajak bekerja sama. Pengalaman piket di Kelurahan juga menjadi hal baru untuk saya, bagaimana tidak disana serasa seperti menjadi pegawai kelurahan yang siap melayani masyarakat. Mengalami kebanjiran di perkampungam serta kerja bakti pasca banjir juga menjadi hal baru karena selama tinggal di Semarang saya tidak pernah merasakan banjir yang sangat parah. Saya hanya pernah melihat banjir di berita TV serta hanya mengalami banjir di jalanan raya saja, itupun tidak lebih dari 30cm. Tapi di Wonosari tepatnya yang berada di perkampungan RW 2, 5, 6, dan 7 disitu saya benar-benar melihat dan mengalami kebanjiranya benar-benar parah tingginya saja sampai dada orang dewasa. Di tempat KKN kami memiliki dua posko , dimana poskonya masih satu RW tapi berbeda RT, di posko utama kami hampir kena kebanjiran, teras yang dibuat tinggi telah digenangi air sampai hampir masuk ke dalam rumah. Posko kedua lumayan aman. RW paling parah itu RW 6 dan 7. Berawal dari hujan deras disertai petir yang terjadi pukul lima sore hari Jumat, 9 Februari 2018. Itu tidak pernah kami duga sebelumnya bahwa ternyata peristiwahal itu menandai terjadinya banjir. Apalagi itu terjadi ketika kami baru berada tiga hari disana. Hujan deras itu tidak kunjung usai, sampai-sampai lampu dipadamkan akibat semakin deras dan mengakibatkan banjir. Para mahasiswa beberapa kali melawan rasa takut terhadap kilat demi mengabadikan foto air yang perlahan-lahan meninggi. Cukup berbahaya memang…
Malam pukul 21.30 di beberapa titik air sudah mulai surut, pihak koordinator dari kecamatan datang untuk melihat lokasi banjir, dimana saya dan beberapa teman juga ikut melihat lokasi banjir di RW 7 yang terkena banjir paling parah. Agenda besok pun diadakan kerja bakti. Kerja bakti yang luar biasa pokoknya. Seiring itu kami juga melaksanakan kerja bakti di RW 2 dengan bantuan pihak dinas kebakaran kota semarang untuk membersihkan halaman depan mushala pasca banjir.

FYI, Di bawah ini ini merupakan program kerja yang disusun oleh mahasiswa kelompok KKN Wonosari:

Bidang Pendidikan
1. Bimbingan Belajar
2. Pelatihan Mewarnai TK
3. Pelatihan Menari SD
4. Pelatihan Keterampilan Motorik dan Sosialisasi Cara Mendidik Anak Di Era Digital
5. Sosialisasi Semarang SMART CITY
6. TPQ
7. Pelatihan Fotografi dan Videografi

Bidang Kesehatan
1. Posyandu dan Bumil
2. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
3. Senam
4. Ikanisasi

Bidang Lingkungan
1. Plangisasi
2. Kerjabakti
3. Pengecatan
4. Taman Toga
5. Penghitungan Finishing Plafon

Bidang Kewirausahaan
1. Pelatihan Produk Pangan
2. Pelatihan Kerajinan Tangan
3. Sosialisasi Kewirausahaan

Expo

Diselenggarakan koordinator kecamatan dengan delegasi peserta dari tiap kelurahan
1. Lomba Mewarnai anak TK
2. Lomba Fashion Show Adhiwiyata (usia 10 – 15tahun)
3. Lomba Tari Kreasi (anak PAUD)
4. Lomba Videografi
5. Hasta Karya dan Posdaya
6. Launching Aplikasi
7. Jalan Sehat
8. Servise Motor Murah
9. Cek Kesehatan Gratis
10. Bibit Pohon Gratis
11. Musik
12. Stand Expo
13. Senam Jantung Sehat

Lain-lain
1. Mengikuti sosialisasi Narkoba dan HIV
2. Bazar murah di Kelurahan
3. Kerja bakti bersama PMI dan Damkar
4. Senam di Kelurahan
5. Rapat bersama Karang Taruna
6. Sosialisasi TBC

Begitulah, jika ada program kerja yang lupa saya tulis, pasti saya edit. Oh iya, untuk persiapan expo juga menguras banyak tenaga. Melatih menari anak PAUD, membuat kostum fashion show, membuat produk keterampilan dan olah pangan, mencari delegasi peserta sana-sini, koordinasi kesana-kemari, dekorasi stand sampai hampir subuh membuat paham artinya sebuah perjuangan. Dinikmati dan disyukuri saja sih, karena pada akhirnya kelompok kami memenangkan lomba videografi (mendapat juara I), serta lomba fashion show (mendapat juara II). Alhamdullilah..

Cukup sekian, sebenarnya banyak sekali kisah lain yang pengen ku tulis, tapi saya pikir segini aja deh hehe

See yaw 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s