Paranoid

Akhir-akhir ini kalau saya sedang melakukan aktivitas hal-hal yang bersifat menghibur diri alias menyenangkan, jantung saya malah sering berdebar nggak karuan. Semacam takut gitu sama apa yang akan terjadi nanti. Contohnya ketika saya sedang menonton film atau drama Korea di beberapa menit tayang tiba-tiba ada aja hal-hal yang saya pikirkan dan tanyakan sendiri diluar tontonan seperti pemikiran dan pertanyaan skripsi kapan ya di acc? Antara seminar atau publikasi entar kedapatan yang apa ya? Sidang rasanya gimana sih? Entar ribet nggak ya ngurus ini itu? Dan pertanyaan lainnya diselingi debaran jantung saya yang nggak karuan. Karena pertanyaan dan debaran jantung yang tiba2 saja muncul alhasil saya sudah nggak fokus lagi sama tontonannya, lalu saya pun mengademkan kondisi saya sendiri bahwa bukan hanya saya saja yang mengalami kayak gini, teman-teman yang lain juga ngerasain hal yang sama. Kamu juga butuh hiburan, paranoidnya harus dikurangin. Lalu beberapa detik kemudian pertanyaan-pertanyaan itupun hilang dan jantungnya normal kembali dan saya menyetel ulang bagian yang tidak terlalu saya fokuskan tadi.

Waktu lulus SMA, 2014 lalu, saya pernah bilang pada diri saya sendiri bahwa pintu gerbang kehidupan yang sebenarnya sudah dibuka. Ya, kita sudah tidak lagi pakai seragam putih abu-abu lagi. Ketika pintu gerbang itu udah dibuka kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang ada seperti mau lanjut kuliah, kerja, atau kuliah sambil kerja. Saya pilih lanjut kuliah berkat dukungan orang tua.

Masa kuliah awal semester 1-3 itu merupakan dimana beban yang dipikul masih ringan banget, paling tugas kelompok. Tapi bikin BT juga kalau ada beberapa teman kelompok yang nggak bisa diajak kerja sama. Saya dan teman-teman dekat saya paling deg2an kalau ada pembagian kelompok tugas, takutnya kena temen-temen yang susah diajak kerjasama. Semester 4-5 itu adalah semester tersibuk. Di semester 4 kita ada pagelaran seni tari dan drama. Persiapannya harus matang. Ide, waktu, materi, dan tenaga harus maksimal, apalagi puasa-puasa juga harus latihan. Alhamdulillahnya kita dapat juara 3.

Di semester 5 juga begitu ada pagelaran seni musik, namun tidak mendapat juara.

Semester 6,7 malah udah agak nyantai lagi (menurutku sih). Cuman pas jatah liburan masuk ke semester 7 dipakai buat magang kependidikan 3 selama satu bulan setengah. Now, semester 8 udah sibuk bikin skripsi, dan bikin paranoid, seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Well, saya belum tahu bakal wisuda periode September / Desember harapannya tahun ini, 2018.

Disela-sela aktivitas yang menyenangkan atau sedang santai ketakutan lain juga muncul seperti entar kalau udah lulus saya bakal jadi guru nggak ya? Soalnya selama ini dididik untuk menjadi seorang guru. Saya lupa kapan pertama kali berubah pikiran untuk tidak menjadi guru, ya kalau tidak salah mulai semester 6 saya malah punya tujuan lain seperti akan melamar di kantor yang menerima all jurusan atau melamar di bank-bank yang seringkali menerima pelamar dari all jurusan. Entah sepertinya menjadi guru bukan profesi yang saya ambil nantinya, meskipun waktu kecil kalau ditanya tentang cita-cita saya pasti menjawab guru, begitu kata ibu saya. Lulusan calon guru nggak harus jadi guru kan? Biar waktu yang menjawab jadi apa saya nanti.

Selain pendidikan dan karir, pertanyaan tentang cinta kadang juga muncul. Aneh nggak sih ketika kita merasa suka sama seseorang, eh ternyata seseorang itu biasa aja sama kita. Ketika seseorang begitu perhatian sama kita, eh malah kitanya yang biasa aja. Enggak bisa ditebak memang perasaan suka itu kapan. Dan itu pernah beberapa kali saya alami. Dari mereka, banyak yang perhatian sih dengan saya, tapi saya tidak memiliki perasaan kepada mereka. Waktu itu saya masih usia SMP, SMA. Ada beberapa anak yang naksir saya tapi di usia itu saya belum berani pacaran, dan saya juga tidak memiliki perasaan pada mereka. Intinya bukan untuk sembarang hati perasaan ini wqwq. Kuliah semester 7 waktu magang 3 malah ditaksir sama si A guru di sekolah tempat Saya magang. Lagi-lagi saya juga tidak memiliki perasaan padanya. Lalu ketika saya memutuskan benar-benar jatuh cinta dengan NHA disitulah saya langsung patah hati. Mungkin itu adalah pembalasan buat saya agar lebih menghargai keberadaan orang-orang yang perhatian dengan saya. Orang-orang yang tulus sayang dengan kita. Oh terimakasih atas pelajarannya. Tapi jujur, saya tidak bisa jatuh cinta dengan sembarang hati, jadi maafkan sikap saya di waktu-waktu itu. Saya memilih untuk tidak pernah menjalin hubungan yang namanya pacaran dengan siapapun sampai detik ini. Biarin aja dengan ledekan atau pertanyaan teman-teman seperti, “eh serius kamu belum pernah pacaran?”

Teman di KKN pernah bilang kalau dia itu penasaran banget sama jodohnya kelak dan kemudian dia tanya sama saya juga. Saya jawab enggak terlalu penasaran juga sih. Kelabilan haqiqi saya yaitu saya pernah pengen dapat jodoh bule, atau abdi negara gitu. Tapi seiring waktu keknya kita nggak bisa memutuskan kita harus dapet jodoh kayak gini, atau dapet jodoh kayak gitu deh.

Pendidikan, karir, cinta udah, apalagi ya? Kematian mungkin?

Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan datang. Hari ini masih sehat, tahu-tahu besok tidak ada. Tengah malem kalau kebangun, saya kadang mikir gimana kelak setelah kematian datang menghampiri. Banyak sekali yang harus dipertanggungjawabkan bukan.

Kalian juga pernah berpikir begitukah?

Yah, begitulah postingan yang menceritakan keparanoidan yang saya alami akhir-akhir ini.

See you~

2 respons untuk β€˜Paranoid’

  1. indrihandayani berkata:

    Hai hai…
    Kamu gak sendiri say… Ntar kalo dah lulus juga bakal terulang lagi parno itu. Ntar mo nikah juga parno. Malah ada yg gak jadi nikah gegara parno. Anyway… Stay focus, keep dreamin’ and stay positive.
    Nice blog πŸ‘ keep it up.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s