Terjemahan Lirik Lagu See U Later – Blackpink

Juni lalu Blackpink comeback dengan 1st mini album yang bertajuk Square Up dengan 4 lagu di dalamnya yaitu Du Ddu Du Ddu, Forever Young, Really, dan terakhir See U Later.

Blackpink yang beranggotakan 4 member yaitu Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa ini menjadi salah satu girlband favorite saya selain GFRIEND, karena lagu-lagu mereka itu memiliki genre HipHop, RnB, Dance, easy listening banget, konsep MV, show di stage sampai kostum pasti unik dan swag, dan yang paling aku suka adalah karakter suara masing-masing member yang begitu khas. Jarang sekali saya menemukan grup girlband yang setiap personelnya “memiliki suara khas”.

Blackpink memiliki satu member yang berasal dari Thailand, she is Lisa (sebelah kiri), lahir tahun 1997 (maknae, re: member termuda). Sebelahnya ada Jisoo (1995), Jennie (1996), dan Rose (1997) yang ketiganya asli Korea. But, Jennie pernah pindah ke New Zealand sedangkan Rose lahir dan besar di Australia. Dan disini saya paling suka suara si Rose, unik banget suaranya.

Kembali ke album Square Up, saya suka banget dengan lagu yang berjudul Forever Young dan See U Later. Tapi untuk kesempatan kali ini saya mau berbagi terjemahan bahasa Indonesia untuk lagu See U Later. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang dikhianatin sama pacarnya. Selamat membaca dan search di Youtube jika penasaran dengan lagunya.

[Indo] See You Later – Blackpink

[Jisoo]

Tidak ada yang perlu disesali

Aku benar-benar sudah melakukan yang terbaik

Bagi ku itu sama saja, memiliki mu atau pun tidak memiliki mu

[Lisa]

Setiap kali janji berubah

Dan itu sudah berulang kali tidak terhitung

Pria yang tidak peduli

Meskipun aku memberi mu segenap hatiku

[Jennie]

Cincin permintamaafan mu seperti kaleng kosong

Sekarang semua itu seperti anjing menggonggong

Setiap kali ku datang, segalanya tentang kau membuat kulit ku merinding

[Rose]

Aku akan membuang mu dan mendaur ulang

Dia yang di sebelahmu adalah seseorang yang bodoh

Aku akan memberitahu mu hari ini

Aku tidak menginginkanmu lagi

[Jennie]

Hold up!

Kau pikir kau akan abadi

Tetapi akhirnya, kau mengacaukannya lagi

Kembali dan berlalu

Kau terlalu ringan untuk ping pong

Sekarang, aku akan mencampakkan mu

[Lisa]

Kau tak tahu kau adalah pemain

Kau memilih orang yang salah

Kamu seharusnya memujaku

Seperti ratu lebah

[Jennie]

See u later boy, see u later

See u later boy, see u later later

See u later boy, see u later

See u later boy, see u later later

[Lisa]

Would have, could have, sould have

Did’nt

[Jisoo]

Aku tidak tergila-gila lagi

Itu bukan masalah jika,

Kau mengejarku setelah ini

Tapi kau plin-plan, blah blah blah, menyedihkan!

[Lisa]

Sekarang kamu tidak memiliki teman terbaik

Kamu akan kesepian akhir pekan nanti

Kamu adalah seorang pengecut, penyendiri

Yang menggertak, haa

[Jennie]

Cincin permintamaafan mu seperti kaleng kosong

Sekarang semua itu seperti anjing menggonggong

Setiap kali ku datang, segalanya tentang kau membuat kulit ku merinding

[Rose]

Aku akan membuang mu dan mendaur ulang

Dia yang ada di sebelahmu adalah seseorang yang bodoh

Aku akan memberitahu mu hari ini

Aku tidak menginginkanmu lagi

[Jennie]

Seperti waktu yang berlalu begitu cepat tanpa luka yang disadari

Kamu pergi juga sekarang

Kamu telah lupa siapa saya

Terus terang, lebih baik mengingat

I’m a boss bitch

[Lisa]

Drama mu sudah ku selesaikan

Aku sudah menghapus nomor mu

Aku telah menyalakan mesin di hatiku lagi untuk menangkap perasaan orang lain

Seperti pedal ke logam

[Jisoo]

Selamat tinggal sayang

Kau harusnya baik padaku saat aku masih berada di sisi mu

Kenapa kamu ingin pergi dan melakukan itu?

[Rose]

Kamu menyukai bagaimana ku menjauh darimu

Lihat, semua yang kau inginkan ini dan ingatlah selamat tinggal

Nah itu dia terjemahannya, see yaw 🙂

For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

“Aku percaya, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada”

Jika boleh jujur, sejak pertemuan itu aku diam-diam jatuh cinta

Meskipun nomormu di handphoneku belum ku namai

Akhirnya aku iseng, menamaimu

Oh, jadi ternyata selama ini kamu menyimpan nomorku?

Karena faktanya setelah aku simpan, aku bisa melihat status wasap mu

Tapi kenapa statusmu selalu terlihat sedih?

Tapi aku sama sekali belum berani membalas statusmu

Hingga akhirnya aku yang bahwasanya jarang membuat status di wasap, akhirnya aku juga membuat status tapi puisinya Chairil Anwar

Selain untuk melampiaskan kelelahan selama KKN, barangkali ia membalas statusku

Setengah modus memang

Akhirnya setelah perjumpaan pertama 14 Februari itu kita memang hanya bisa saling melihat status

Tapi, tanggal Sabtu 3 Maret…

Sabtu, sore hari ketika aku selesai mengantarkan pulang anak yang ikut geladi bersih di kecamatan

Aku mampir di depan Indomaret untuk membeli makanan

Ketika aku turun dari motor, aku sempat melihat wasap dahulu

Nomor baru muncul

Dan aku membukanya

Jantungku. . .

Ingin jingkrak-jingkrak

Ingin teriak kegirangan

tapi banyak orang

Akhirnya aku balas pesan darimu

Hingga akhirnya aku sampai di posko, kita saling wasapan hingga pukul 21:45

Wasapan ditengah-tengah kesibukan masing-masing, sehingga berakhirlah agak malam

Senin, 5 Maret

Setelah rapat malam aku memutuskan pulang ke rumah

Gantian dengan teman-teman yang pulang malam kemarin

Tapi sejujurnya aku bingung akan pulang apa tidak karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam

Dan rapat juga belum selesai

Akhirnya aku menulis status, tapi bukan untuk memancingmu

Setelah itu aku bergegas pulang, ditemani hujan yang mengguyur

Aku orangnya memang suka nekad

Kalau ingin pulang ya pulang nggak peduli sudah larut malam dan hujan

Sudah hampir dekat rumah, aku mampir beli nasi goreng dulu

Dibungkus biar ku makan di rumah

Seraya menunggu

Aku membuka handphone

Sudah bisa kalian tebak

Statusku kamu balas

Aku pengen senyum-senyum sendiri

Lalu ku balas

Dan berakhir dengan berkirim pesan

Nasi goreng udah terbungkus, saatnya saya bayar dan kembali ke motor

Dan kejadian memalukan terjadi

Aku lupa naruh kunci motor

Aku cari di tas, saku jaket, saku celana tidak ada semua

Aku panik

Aku melihat ke arah tempat duduk tadi

Sepasang muda-mudi yang duduk dekat tempat dudukku tadi melihat ke arah ku

“Maskernya ketinggalan mbak?”kata si mbak2 sambil memperlihatkan masker itu. Tapi itu bukan punyaku deh.

“Oh?,” jawabku dengan kebingungan dan penuh tanda tanya lalu aku mendekat.

“Mbak lihat kontak motor nggak?” tanyaku sambil bingung deg-degan sebenernya.

“Kontak motor nggak lihat ik mbak,” jawab mbaknya seraya ikut mencari-mencari.

“Eh ini mbak udah ketemu,” aku memungut kontak motor ku yang terkapar terjatuh dibawah samping tempat duduk ku tadi.

Malu ku. . .

Lalu aku pulang

Sampai rumah aku disambut Bapak

Ibu yang tertidur lelap akhirnya terbangun

Aku memakan Nasi Goreng seraya bercengkerama dengan bapak dan ibu

Dan aku tersadar bahwa aku telat makan

Karena perutku sakit, tapi aku diam saja

Dan sejujurnya aku tidak konsen makan karena perasaan gembira, malu tadi jadi satu

Finally kita tetap wasapan, ku sambil dengan membuat laporan KKN sehingga ku balas agak lama pesannya

Iya aku heran kenapa kau tidak tidur-tidur

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.06 WIB

Kita sudah berada di tanggal 6 Maret, Selasa

Dan kini waktu menunjukkan 00.47 dia juga belum tidur, hingga jika aku tidak mengucapkan selamat beristirahat mungkin dia tidak akan tidur

Obrolan berakhir pukul 00.51

Dan aku masih melanjutkan laporanku sampai selesai

Dan aku tidak tahu kau benar sudah akan tidur atau belum

Rabu, 7 Maret

Ini hari penarikan KKN, setelah makan bersama di resto ayam geprek, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak ikut ke posko untuk beres2 karena badan bener-bener capek dan nggak mood buat melakukan seuatu

Lagipula barang-barang juga sudah ku bawa pulang

Lala yang ikut beres-beres ke posko menelfon ku

“Musda, kamu pergi ya sama NHA?”

“Ha? Ya enggak lah, nggak mungkin.”

“Kirain, tahu gitu aku tadi juga langsung pulang.”

“Hahaha, aku tadi langsung ijin ke ketua buat langsung pulang.”

“Yaah, nggak bilang-bilang.”

Ucapan Lala bikin baper memang

Apalagi Lala pas awal-awal pernah bilang kalau kamu itu habis putus sama pacarnya

Sore harinya kamu membuat status di wasap, sejak aku berteman di wasap seperti yang sudah ku tuliskan diatas bahwasanya statusmu memang sering sedih

For the first time, aku membalas status wasapmu ngasih saran dan semangat

Kamis, 8 Maret

Kamu masih down

Jumat, 9 Maret

Sudah ada kemajuan, aku dan kamu akhirnya membahas hal-hal yang bahagia dan memang berakhir bahagia

Sabtu, 10 Maret

Aku mengantarkan surat ke rumah Ibu RW 15 salah satu tempat yang singgahi uuntuk KKN

Lalu mampir membeli jamur krispi dan pop ice

Lalu aku membuat status, “Jauh-jauh ke Bxxxxxx cuman mau beli pop ice sama jamur krispi” dengan privasi “hanya bagikan dengan”

Tentu saja kamu!

Padahal kalian tahu sendiri, bahwa tujuan pertama adalah mengantar hasil laporan kegiatan

Tapi namanya saja modus, untuk mengetahui apakah dia membalas statusku atau tidak

Bingo!

Dia membalas

Dan akhirnya saling berkirim pesan lagi

Selasa, 13 Maret

Malam, kita masih berkirim pesan,

Rabu, 14 Maret

Pagi, pesanku tadi malam dibuka tapi hanya dibaca

Disini aku merasa dia sudah berbeda

Aku yang dibawa terbang setingi-tingginya merasa tiba-tiba dijatuhkan seketika olehmu

Senin, 19 Maret

Aku mengumpulkan nyali untuk minta maaf jikalau ada yang salah,

Selasa, 20 Maret

Itu waktu-waktu dimana kita berkirim pesan lagi

Kamu juga meminta maaf padaku karena sudah membuatku merasa tidak enak

Kemudian masalah selesai

Tapi pada akhirnya hari-hari setelah itu kita tidak menjadi dekat lagi

Ada perasaan berbeda jika harus membalas status

Maka dari itu akhirnya kita hanya saling melihat status, bahkan sudah jarang melihat

Lalu Senin 2 April

Aku memposting foto tiket kereta ke Jakarta

Aku pikir, kamu sudah tidak peduli lagi

Lalu ketika aku masuk ke sebuah toko dan membuka HP

Aku melihat namamu terpampang di layarku

Sedikit tidak percaya memang

Lalu ku jawab dengan sedikit bercanda

Empat pesan kemudian obrolan berakhir

Karena aku merasa kita sudah beda, jadi ku jawab tidak seantusias dulu

Takut jika aku kamu jatuhkan kembali

Lalu sampai sekarang sudah tidak ada obrolan wasap lagi

Tahukah kalian, pertemuan yang sempat direncanakan juga tidak akan pernah dilakukan

14 Februari aku jatuh cinta

14 Maret aku patah hati

Ini cerita tentang aku dan kamu

Jika boleh jujur sampai sekarang aku belum bisa melupakan kisah itu

Ada pengharapan untuk bisa berteman lagi dengan mu

Ya, meskipun diam-diam aku jatuh cinta

Tapi aku sangat bahagia jika kita hanya berteman saja

Karena aku masih sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi ku

Jadi aku tidak mempedulikan hubungan yang lebih

Teman, ya harusnya kita bisa berteman sangat lama

Tapi Allah tidak mengizinkan

Aku tidak tahu apa alasannya

Dan, semoga ini adalah tulisan terakhir tentangmu

Dan setelah ku tuangkan disini

Aku berharap tidak ada kerinduan-kerinduan lagi

Jumat, 27 Juli

Aku mencoba menghapus jejak di jalanan pelabuhan

Jalanan yang pernah kita lewati

Aku masih ingat di mobilmu waktu itu diputar lagu Menghapus Jejak milik Peterpan

Rasanya bahagia mengingat kisah 14 Februari, tapi sedih karena harus berakhir seperti ini

Semoga kamu baik-baik saja disana karena aku tidak pernah tahu pasti apa yang yang sedang terjadi denganmu~~

“Hubungan kita hanya kebetulan.
Waktu itu kamu kebetulan bertingkah dengan indahnya,
dan aku kebetulan terpesona dengan bodohnya”

[End]

Rindu Sendiri – Iqbal Ramadhan

For The Last Time, Story About NHA – Part 1

Berawal dari salah satu proker bidang pendidikan, yang harus menjemput ibu dosen dengan menggunakan mobil untuk mengisi acara kami. Mengapa harus mobil? Karena sang ibu dosen sedang hamil tua. Malam sebelum hari H, Lala -bukan nama sebenarnya (teman sekelompokku di KKN) memutuskan untuk menghubungi NHA temannya yang kebetulan memiliki mobil. Siapa tahu dia bisa membantu. Lalu jadilah setelah dia menghubungi NHA, Lala memberikan nomorku pada NHA, hingga akhirnya aku dihubungi olehnya. Setelah fix, tiap detik aku selalu diledek Lala gara-gara katanya besok aku mau “jalan-jalan”.

Aku tidak tahu apa yang terjadi besok, aku berharap yang terbaik

Malam turun hujan

Pagi yang dingin

Tapi siang begitu panas

Itulah musim di bulan Februari

Rabu, 14 takdir mempertemukan aku dan kamu

Kamu yang bersedia membantuku, kami.

Kamu baik. . .

Aku berjalan kaki, untuk menemuimu di tempat yang sudah aku katakan sebelumnya

Jantungku berdebar, tapi aku harus tetap melangkah menemuimu, dan segera menyelesaikan tugas ku.

Ingat, tanpamu, tugasku kacau!

Sepanjang menapak jalanan tanah untuk keluar gang posko

Aku selalu memikirkan duduk dimana nanti? Depan atau belakang?

Dan untuk pertama kalinya aku berjumpa denganmu

Lalu sesampainya aku memutuskan untuk di depan

Bukan tanpa alasan, dan itu membuatku serba salah

Jika aku di belakang, kita bagaikan driver taksi online dan penumpangnya

Jika aku di depan, takut kau berpikir apa-apa

Aku tidak peduli, aku hanya ingin kita tidak merasa hening dan membosankan nantinya

Aku terus berpikir~

Kita diam diatas roda empat yang berjalan

Lagu Andra And The Backbone yang Berjudul Main Hati mengalun dengan percaya dirinya

Kau tahu? Diam-diam itu adalah lagu kesukaanku sejak SMP.

Tapi di sepanjang jalan, di dalam hatiku juga mengalun merdunya suara Iqbal yang menyanyikan lagu Rindu Sendiri, original soundtrack film Dilan

Iqbal menjadi Dilan, kau tahu kan?

Itu tidak penting

Tapi aku menyukai original soundtrack-nya

Aku membuka suara, memulai percakapan.

Lucu jika kita saling berdiam

Kamu membalas percakapanku.

Tahukan kalian? Pada akhirnya kita mengobrol dari A sampai M,

Tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini, tentang KKN, tentang kuliah masing-masing, sampai politik

Tapi disaat itu juga kita tertawa karena jujur aku tidak tahu nama mu

Karena sejak semalam kita hanya saling memanggil mas dan mbak

Dan aku lupa Lala pernah menyebut namamu atau tidak

Aku berhasil mencairkan suasana

Sudah sampai di kampus, aku harus menemui Ibu Dosen yang akan mengisi acaraku

Aku disuruh menunggu di depan LPPM oleh Ibu Dosen

Tak berapa lama kita bertiga menuju suatu tempat

Aku duduk di belakang bersama Ibu Dosen

Alhamdulillah sekali, Ibu Dosen sangat ceriwis orangnya

Jadi aku tidak perlu mencari topik pembicaraan

Sampai di tempat, aku meninggalkanmu

Dan mulai sibuk dengan tugasku

Bodohnya, aku lupa memberimu snack

Padahal kau harus menunggu sangat lama

Aku lupa, teman-temanku juga lupa

Terakhir-terakhirnya aku memberimu snack

Tapi tak lama lagi kita kembali ke Kampus

Kembali mengantarkan Ibu Dosen ke kampus

Kau masih berada di atas roda empat, menungguku.

Ketika aku kembali dan mengambilkan beberapa snack Bu Dosen yang tertinggal. Kamu tersenyum.

Aku kembali menemuimu, duduk di sampingmu

Aku meminta untuk mampir ke Indomaret, terserah Indomaret mana

Aku lapar, aku haus

Kau tahu, anak KKN yang lagi dikejar proker bisa lupa makan lupa segalanya

Lalu kamu memilih Indomaret sebelah kanan, lah kan malah menyebrang jadinya

Terserah kamu

Aku turun, kamu juga ikut turun

Aku membeli Pocary Sweat dan Chitato

Bodohnya aku tidak membeli Sari Roti saja

Kamu membeli Onigiri, dan Pulpy Orange

Lalu kita pulang

Aku heran kenapa tidak lewat jalanan biasanya

Oh ternyata dia lewat jalan arah pelabuhan Tanjung Mas

Menurutku itu lebih jauh, tapi itu menurutku

Tidak tahu menurutmu

Di perjalanan aku dan kamu ngobrol lagi dari N sampai Z

Lalu aku jujur padanya, aku bilang,

“Aku itu sebenere orange pendiem, tapi kalau ketemu orang baru ya harus ngobrol” (biar nggak krik-krik)

“Iya sama, aku juga pendiem”, jawabnya

Aku tidak percaya, tapi jika kamu memang pendiam kamu tipe pendiam yang sangat cool

Tapi kamu bilang lagi bahwasanya, sependiemnya cowok kalau udah ada didalam satu gengnya ya nggak bisa diem.

Lalu kita ngobrol tentang anak-anak hits di instagram dan anak-anak yang kebelet hits.

Oh aku lupa bahwasanya Chitatonya kita makan berdua sambil ngobrol ngalor-ngidul

Sepanjang perjalanan arah pelabuhan kamu bercerita tentang pertama kali belajar mengendarai mobil

Tentu saja aku yang mengajukan pertanyaan dahulu

Kamu tampak antusias bercerita pengalamanmu

Lalu kamu ingin makan Onigirinya

Kamu ingin membuka tapi tidak bisa

Lalu aku menawarkan untuk ku bukakan

“Aku baru tahu malah kalau ada jajanan kayak gini di Indomaret”, kataku.

“Aku tahu ini dari temenku. Rasanya kayak arem-arem.”

Lalu kita tertawa

Kamu bercerita lagi sambil makan

Aku mendengarkan

Alhamdulillah aku bersyukur

Aku sempat merasa takut jika perjalanan bersamamu itu terasa krik-krik atau tidak nyambung

Karena sejujurnya aku belum pernah pergi dengan seorang laki-laki sejauh ini

Tapi Allah memberikan jalan untuk saling berbagi cerita

Kamu seru, kamu asik!

Hingga ranting pohon itu iri melihat kita

Bahwasanya ranting itu jatuh di jalanan raya dan sempat akan mengenai bagian depan mobil jika kamu tak pandai menghindar

Bersyukur sekali lagi kita masih dilindungi, aku takut jika terjadi apa-apa.

Aku sampai di gang posko, aku mengucapkan terimakasih padamu.

Aku tidak tahu ini akan jadi yang terakhir untuk bertemu dengannya atau bagaimana hari esok nanti

“Salam buat Lala,” katanya

“Iya nanti aku sampaikan,” jawabku, tersenyum lalu aku berlalu.

Coming soon untuk cerita part 2 🙂