For The Last Time, Story About NHA – Part 1

Berawal dari salah satu proker bidang pendidikan, yang harus menjemput ibu dosen dengan menggunakan mobil untuk mengisi acara kami. Mengapa harus mobil? Karena sang ibu dosen sedang hamil tua. Malam sebelum hari H, Lala -bukan nama sebenarnya (teman sekelompokku di KKN) memutuskan untuk menghubungi NHA temannya yang kebetulan memiliki mobil. Siapa tahu dia bisa membantu. Lalu jadilah setelah dia menghubungi NHA, Lala memberikan nomorku pada NHA, hingga akhirnya aku dihubungi olehnya. Setelah fix, tiap detik aku selalu diledek Lala gara-gara katanya besok aku mau “jalan-jalan”.

Aku tidak tahu apa yang terjadi besok, aku berharap yang terbaik

Malam turun hujan

Pagi yang dingin

Tapi siang begitu panas

Itulah musim di bulan Februari

Rabu, 14 takdir mempertemukan aku dan kamu

Kamu yang bersedia membantuku, kami.

Kamu baik. . .

Aku berjalan kaki, untuk menemuimu di tempat yang sudah aku katakan sebelumnya

Jantungku berdebar, tapi aku harus tetap melangkah menemuimu, dan segera menyelesaikan tugas ku.

Ingat, tanpamu, tugasku kacau!

Sepanjang menapak jalanan tanah untuk keluar gang posko

Aku selalu memikirkan duduk dimana nanti? Depan atau belakang?

Dan untuk pertama kalinya aku berjumpa denganmu

Lalu sesampainya aku memutuskan untuk di depan

Bukan tanpa alasan, dan itu membuatku serba salah

Jika aku di belakang, kita bagaikan driver taksi online dan penumpangnya

Jika aku di depan, takut kau berpikir apa-apa

Aku tidak peduli, aku hanya ingin kita tidak merasa hening dan membosankan nantinya

Aku terus berpikir~

Kita diam diatas roda empat yang berjalan

Lagu Andra And The Backbone yang Berjudul Main Hati mengalun dengan percaya dirinya

Kau tahu? Diam-diam itu adalah lagu kesukaanku sejak SMP.

Tapi di sepanjang jalan, di dalam hatiku juga mengalun merdunya suara Iqbal yang menyanyikan lagu Rindu Sendiri, original soundtrack film Dilan

Iqbal menjadi Dilan, kau tahu kan?

Itu tidak penting

Tapi aku menyukai original soundtrack-nya

Aku membuka suara, memulai percakapan.

Lucu jika kita saling berdiam

Kamu membalas percakapanku.

Tahukan kalian? Pada akhirnya kita mengobrol dari A sampai M,

Tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini, tentang KKN, tentang kuliah masing-masing, sampai politik

Tapi disaat itu juga kita tertawa karena jujur aku tidak tahu nama mu

Karena sejak semalam kita hanya saling memanggil mas dan mbak

Dan aku lupa Lala pernah menyebut namamu atau tidak

Aku berhasil mencairkan suasana

Sudah sampai di kampus, aku harus menemui Ibu Dosen yang akan mengisi acaraku

Aku disuruh menunggu di depan LPPM oleh Ibu Dosen

Tak berapa lama kita bertiga menuju suatu tempat

Aku duduk di belakang bersama Ibu Dosen

Alhamdulillah sekali, Ibu Dosen sangat ceriwis orangnya

Jadi aku tidak perlu mencari topik pembicaraan

Sampai di tempat, aku meninggalkanmu

Dan mulai sibuk dengan tugasku

Bodohnya, aku lupa memberimu snack

Padahal kau harus menunggu sangat lama

Aku lupa, teman-temanku juga lupa

Terakhir-terakhirnya aku memberimu snack

Tapi tak lama lagi kita kembali ke Kampus

Kembali mengantarkan Ibu Dosen ke kampus

Kau masih berada di atas roda empat, menungguku.

Ketika aku kembali dan mengambilkan beberapa snack Bu Dosen yang tertinggal. Kamu tersenyum.

Aku kembali menemuimu, duduk di sampingmu

Aku meminta untuk mampir ke Indomaret, terserah Indomaret mana

Aku lapar, aku haus

Kau tahu, anak KKN yang lagi dikejar proker bisa lupa makan lupa segalanya

Lalu kamu memilih Indomaret sebelah kanan, lah kan malah menyebrang jadinya

Terserah kamu

Aku turun, kamu juga ikut turun

Aku membeli Pocary Sweat dan Chitato

Bodohnya aku tidak membeli Sari Roti saja

Kamu membeli Onigiri, dan Pulpy Orange

Lalu kita pulang

Aku heran kenapa tidak lewat jalanan biasanya

Oh ternyata dia lewat jalan arah pelabuhan Tanjung Mas

Menurutku itu lebih jauh, tapi itu menurutku

Tidak tahu menurutmu

Di perjalanan aku dan kamu ngobrol lagi dari N sampai Z

Lalu aku jujur padanya, aku bilang,

“Aku itu sebenere orange pendiem, tapi kalau ketemu orang baru ya harus ngobrol” (biar nggak krik-krik)

“Iya sama, aku juga pendiem”, jawabnya

Aku tidak percaya, tapi jika kamu memang pendiam kamu tipe pendiam yang sangat cool

Tapi kamu bilang lagi bahwasanya, sependiemnya cowok kalau udah ada didalam satu gengnya ya nggak bisa diem.

Lalu kita ngobrol tentang anak-anak hits di instagram dan anak-anak yang kebelet hits.

Oh aku lupa bahwasanya Chitatonya kita makan berdua sambil ngobrol ngalor-ngidul

Sepanjang perjalanan arah pelabuhan kamu bercerita tentang pertama kali belajar mengendarai mobil

Tentu saja aku yang mengajukan pertanyaan dahulu

Kamu tampak antusias bercerita pengalamanmu

Lalu kamu ingin makan Onigirinya

Kamu ingin membuka tapi tidak bisa

Lalu aku menawarkan untuk ku bukakan

“Aku baru tahu malah kalau ada jajanan kayak gini di Indomaret”, kataku.

“Aku tahu ini dari temenku. Rasanya kayak arem-arem.”

Lalu kita tertawa

Kamu bercerita lagi sambil makan

Aku mendengarkan

Alhamdulillah aku bersyukur

Aku sempat merasa takut jika perjalanan bersamamu itu terasa krik-krik atau tidak nyambung

Karena sejujurnya aku belum pernah pergi dengan seorang laki-laki sejauh ini

Tapi Allah memberikan jalan untuk saling berbagi cerita

Kamu seru, kamu asik!

Hingga ranting pohon itu iri melihat kita

Bahwasanya ranting itu jatuh di jalanan raya dan sempat akan mengenai bagian depan mobil jika kamu tak pandai menghindar

Bersyukur sekali lagi kita masih dilindungi, aku takut jika terjadi apa-apa.

Aku sampai di gang posko, aku mengucapkan terimakasih padamu.

Aku tidak tahu ini akan jadi yang terakhir untuk bertemu dengannya atau bagaimana hari esok nanti

“Salam buat Lala,” katanya

“Iya nanti aku sampaikan,” jawabku, tersenyum lalu aku berlalu.

Coming soon untuk cerita part 2 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s