For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

“Aku percaya, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada”

Jika boleh jujur, sejak pertemuan itu aku diam-diam jatuh cinta

Meskipun nomormu di handphoneku belum ku namai

Akhirnya aku iseng, menamaimu

Oh, jadi ternyata selama ini kamu menyimpan nomorku?

Karena faktanya setelah aku simpan, aku bisa melihat status wasap mu

Tapi kenapa statusmu selalu terlihat sedih?

Tapi aku sama sekali belum berani membalas statusmu

Hingga akhirnya aku yang bahwasanya jarang membuat status di wasap, akhirnya aku juga membuat status tapi puisinya Chairil Anwar

Selain untuk melampiaskan kelelahan selama KKN, barangkali ia membalas statusku

Setengah modus memang

Akhirnya setelah perjumpaan pertama 14 Februari itu kita memang hanya bisa saling melihat status

Tapi, tanggal Sabtu 3 Maret…

Sabtu, sore hari ketika aku selesai mengantarkan pulang anak yang ikut geladi bersih di kecamatan

Aku mampir di depan Indomaret untuk membeli makanan

Ketika aku turun dari motor, aku sempat melihat wasap dahulu

Nomor baru muncul

Dan aku membukanya

Jantungku. . .

Ingin jingkrak-jingkrak

Ingin teriak kegirangan

tapi banyak orang

Akhirnya aku balas pesan darimu

Hingga akhirnya aku sampai di posko, kita saling wasapan hingga pukul 21:45

Wasapan ditengah-tengah kesibukan masing-masing, sehingga berakhirlah agak malam

Senin, 5 Maret

Setelah rapat malam aku memutuskan pulang ke rumah

Gantian dengan teman-teman yang pulang malam kemarin

Tapi sejujurnya aku bingung akan pulang apa tidak karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam

Dan rapat juga belum selesai

Akhirnya aku menulis status, tapi bukan untuk memancingmu

Setelah itu aku bergegas pulang, ditemani hujan yang mengguyur

Aku orangnya memang suka nekad

Kalau ingin pulang ya pulang nggak peduli sudah larut malam dan hujan

Sudah hampir dekat rumah, aku mampir beli nasi goreng dulu

Dibungkus biar ku makan di rumah

Seraya menunggu

Aku membuka handphone

Sudah bisa kalian tebak

Statusku kamu balas

Aku pengen senyum-senyum sendiri

Lalu ku balas

Dan berakhir dengan berkirim pesan

Nasi goreng udah terbungkus, saatnya saya bayar dan kembali ke motor

Dan kejadian memalukan terjadi

Aku lupa naruh kunci motor

Aku cari di tas, saku jaket, saku celana tidak ada semua

Aku panik

Aku melihat ke arah tempat duduk tadi

Sepasang muda-mudi yang duduk dekat tempat dudukku tadi melihat ke arah ku

“Maskernya ketinggalan mbak?”kata si mbak2 sambil memperlihatkan masker itu. Tapi itu bukan punyaku deh.

“Oh?,” jawabku dengan kebingungan dan penuh tanda tanya lalu aku mendekat.

“Mbak lihat kontak motor nggak?” tanyaku sambil bingung deg-degan sebenernya.

“Kontak motor nggak lihat ik mbak,” jawab mbaknya seraya ikut mencari-mencari.

“Eh ini mbak udah ketemu,” aku memungut kontak motor ku yang terkapar terjatuh dibawah samping tempat duduk ku tadi.

Malu ku. . .

Lalu aku pulang

Sampai rumah aku disambut Bapak

Ibu yang tertidur lelap akhirnya terbangun

Aku memakan Nasi Goreng seraya bercengkerama dengan bapak dan ibu

Dan aku tersadar bahwa aku telat makan

Karena perutku sakit, tapi aku diam saja

Dan sejujurnya aku tidak konsen makan karena perasaan gembira, malu tadi jadi satu

Finally kita tetap wasapan, ku sambil dengan membuat laporan KKN sehingga ku balas agak lama pesannya

Iya aku heran kenapa kau tidak tidur-tidur

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.06 WIB

Kita sudah berada di tanggal 6 Maret, Selasa

Dan kini waktu menunjukkan 00.47 dia juga belum tidur, hingga jika aku tidak mengucapkan selamat beristirahat mungkin dia tidak akan tidur

Obrolan berakhir pukul 00.51

Dan aku masih melanjutkan laporanku sampai selesai

Dan aku tidak tahu kau benar sudah akan tidur atau belum

Rabu, 7 Maret

Ini hari penarikan KKN, setelah makan bersama di resto ayam geprek, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak ikut ke posko untuk beres2 karena badan bener-bener capek dan nggak mood buat melakukan seuatu

Lagipula barang-barang juga sudah ku bawa pulang

Lala yang ikut beres-beres ke posko menelfon ku

“Musda, kamu pergi ya sama NHA?”

“Ha? Ya enggak lah, nggak mungkin.”

“Kirain, tahu gitu aku tadi juga langsung pulang.”

“Hahaha, aku tadi langsung ijin ke ketua buat langsung pulang.”

“Yaah, nggak bilang-bilang.”

Ucapan Lala bikin baper memang

Apalagi Lala pas awal-awal pernah bilang kalau kamu itu habis putus sama pacarnya

Sore harinya kamu membuat status di wasap, sejak aku berteman di wasap seperti yang sudah ku tuliskan diatas bahwasanya statusmu memang sering sedih

For the first time, aku membalas status wasapmu ngasih saran dan semangat

Kamis, 8 Maret

Kamu masih down

Jumat, 9 Maret

Sudah ada kemajuan, aku dan kamu akhirnya membahas hal-hal yang bahagia dan memang berakhir bahagia

Sabtu, 10 Maret

Aku mengantarkan surat ke rumah Ibu RW 15 salah satu tempat yang singgahi uuntuk KKN

Lalu mampir membeli jamur krispi dan pop ice

Lalu aku membuat status, “Jauh-jauh ke Bxxxxxx cuman mau beli pop ice sama jamur krispi” dengan privasi “hanya bagikan dengan”

Tentu saja kamu!

Padahal kalian tahu sendiri, bahwa tujuan pertama adalah mengantar hasil laporan kegiatan

Tapi namanya saja modus, untuk mengetahui apakah dia membalas statusku atau tidak

Bingo!

Dia membalas

Dan akhirnya saling berkirim pesan lagi

Selasa, 13 Maret

Malam, kita masih berkirim pesan,

Rabu, 14 Maret

Pagi, pesanku tadi malam dibuka tapi hanya dibaca

Disini aku merasa dia sudah berbeda

Aku yang dibawa terbang setingi-tingginya merasa tiba-tiba dijatuhkan seketika olehmu

Senin, 19 Maret

Aku mengumpulkan nyali untuk minta maaf jikalau ada yang salah,

Selasa, 20 Maret

Itu waktu-waktu dimana kita berkirim pesan lagi

Kamu juga meminta maaf padaku karena sudah membuatku merasa tidak enak

Kemudian masalah selesai

Tapi pada akhirnya hari-hari setelah itu kita tidak menjadi dekat lagi

Ada perasaan berbeda jika harus membalas status

Maka dari itu akhirnya kita hanya saling melihat status, bahkan sudah jarang melihat

Lalu Senin 2 April

Aku memposting foto tiket kereta ke Jakarta

Aku pikir, kamu sudah tidak peduli lagi

Lalu ketika aku masuk ke sebuah toko dan membuka HP

Aku melihat namamu terpampang di layarku

Sedikit tidak percaya memang

Lalu ku jawab dengan sedikit bercanda

Empat pesan kemudian obrolan berakhir

Karena aku merasa kita sudah beda, jadi ku jawab tidak seantusias dulu

Takut jika aku kamu jatuhkan kembali

Lalu sampai sekarang sudah tidak ada obrolan wasap lagi

Tahukah kalian, pertemuan yang sempat direncanakan juga tidak akan pernah dilakukan

14 Februari aku jatuh cinta

14 Maret aku patah hati

Ini cerita tentang aku dan kamu

Jika boleh jujur sampai sekarang aku belum bisa melupakan kisah itu

Ada pengharapan untuk bisa berteman lagi dengan mu

Ya, meskipun diam-diam aku jatuh cinta

Tapi aku sangat bahagia jika kita hanya berteman saja

Karena aku masih sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi ku

Jadi aku tidak mempedulikan hubungan yang lebih

Teman, ya harusnya kita bisa berteman sangat lama

Tapi Allah tidak mengizinkan

Aku tidak tahu apa alasannya

Dan, semoga ini adalah tulisan terakhir tentangmu

Dan setelah ku tuangkan disini

Aku berharap tidak ada kerinduan-kerinduan lagi

Jumat, 27 Juli

Aku mencoba menghapus jejak di jalanan pelabuhan

Jalanan yang pernah kita lewati

Aku masih ingat di mobilmu waktu itu diputar lagu Menghapus Jejak milik Peterpan

Rasanya bahagia mengingat kisah 14 Februari, tapi sedih karena harus berakhir seperti ini

Semoga kamu baik-baik saja disana karena aku tidak pernah tahu pasti apa yang yang sedang terjadi denganmu~~

“Hubungan kita hanya kebetulan.
Waktu itu kamu kebetulan bertingkah dengan indahnya,
dan aku kebetulan terpesona dengan bodohnya”

[End]

Rindu Sendiri – Iqbal Ramadhan

Satu respons untuk “For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s