Sebuah Catatan di Masa Peralihan

Mendapat Kesempatan Seminar Nasional

Pada akhirnya sebagian keparanoidan saya waktu itu terjawab sudah. Kesempatan antara seminar atau publikasi jurnal untuk mendapatkan LOA sebagai syarat sidang skripsi pun akhirnya saya dapatkan yang seminar nasional (menjadi pemakalah pendamping), yang di adakan di kampus saya sendiri Upgris pada hari Sabtu 14 Juli tepat dua lalu. Padahal saya berharap banget dapat kesempatan yang publikasi jurnal di kampus lain (Unimed). Tapi karena kuota publikasi di kampus Unimed sudah penuh jadilah saya memutuskan untuk mengikuti Seminar Nasional yang alhamdulillah sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah ditutup saya pasti kelabakan nyari channel sana-sini info tentang Seminar atau Publikasi Jurnal.

Alasan mengapa saya sebenarnya lebih berharap mendapat kesempatan publikasi jurnal itu sebenarnya karena publikasi jurnal lebih simpel. Kita tinggal kirim abstrak dan artikel skripsi lalu transfer uang, kita bakalan langsung dapat LOA nya, dan selesai tinggal menunggu jurnal terbit yang menjadi urusan pihak kampus yang menerbitkan (yang penting sudah dapat LOA). Sedangkan untuk seminar, kita mengirim abstrak dan artikel skripsi, transfer uang dapat LOA tapi di hari H nanti mempresentasikan artikel skripsinya. Ya kalau boleh jujur saya paling nggak suka yang namanya presentasi alias ngomong di depan banyak orang xD. Tapi Allah memilihkan jalan itu untukku, yang harus disyukuri sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah tutup saya bakalan kelabakan nyari info seminar/publikasi jurnal di kampus-kampus lain.

ACC Dosen Pembimbing

16 Juli, akhirnya skripsi saya di acc dosbing I, 30 Juli di acc dosbing II. Alhamdulillah banget. Pas di acc Dosbing II itu rasanya senengnya nggak karuan. Itu adalah jawaban dari pertanyaan keparanoidan saya, “kapan ya skripsi di acc?”

Mendaftar Ujian Sidang Skripsi

Tanggal 1 Agustus akhirnya saya mendaftar sidang. Lega? Tentu. Tanggal 8 Agustus info jadwal sidang keluar dan saya mendapat jadwal sidang tanggal 13 Agustus. Waktu itu saat melihat nama penguji III saya kaget karena bukan dari salah satu dosen-dosen dugaan saya. But, Bu Dosen itu baik banget orangnya.

Sidang Skripsi

Temen-teman yang sudah mendapatkan jadwal sidang dan sidang lebih dulu berkata bahwasanya sidang tidak semenakutkan yang dibayangkan. Katanya ya bakalan biasa aja kalau udah di ruangan. Memang pas awal ya takut. Mereka bilang ribetnya nanti pas suruh revisi dan pemberkasan wisuda. Dan saya akhirnya mengalami sendiri, begitulah rasanya. Benar, nggak terlalu deg-degan, he he he. Juga benar kata mereka, ribetnya pas revisi sama pemberkasan wisuda. Saya ngurus revisi dan pemberkasan wisuda ada dua mingguan, jadilah akhir Agustus lalu saya selesai pemberkasan.

Menunggu Wisuda

Finally, saya dalam penantian masa Wisuda yang akan dilaksanakan 11 Oktober. Maka dari itu saya sudah mulai apply lamaran juga, tapi bukan di Sekolah. Saya melamar di BPR dan di Indosat Ooredoo. Saya tidak berharap banyak dipanggil di Bank itu. Untuk yang Indosat Ooredoo kemarin Rabu saya nekat ikut Walk In Interview sebagai Call Center Officer (padahal saya tipe orang yang tidak terlalu suka banyak omong 😂), dan belum tahu hasilnya karena saya sudah sempat lolos wawancara, lalu mengikuti psikotest, test phone teks, dan test call juga, tinggal menunggu Interview User, yang akan dipanggil dalam waktu maksimal tiga hari. Jika mendapat panggilan maka Senin besuk bisa mengikuti training sebagai Call Center Officer. Jika tidak dipanggil sampai besok, berarti saya belum beruntung.

Selagi menunggu, besok saya juga akan mengahadiri Job Fair di kampus Udinus, semoga saja itu menjadi salah satu jalan keberuntungan untuk saya.

Tulisan ini akan menjadi pengingat seorang saya saat berada di masa-masa peralihan. Juga, akan saya kenang dalam hidup saya. See you ^^