Just A Poem: A Box

Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi

Bukankah kita sudah berpisah sejak jauh hari?

Aku sudah terbiasa menjalani hari-hari tanpa mu

Tapi kenapa kau sekarang datang kembali?

Itu terasa mengganggu ku

Kau datang mengatakan bahwa kau tidak bisa melupakan ku

Sudahlah, aku tak ingin mendengarkan ocehan mu

Lantas aku akan memberi tahu dirimu

Buang saja semua cinta dan segala kenangan di sebuah kotak

Buang saja semua album foto kita di sebuah kotak

Buang saja semua hadiah dari ku di sebuah kotak

Buang saja semuanya tentang ku

Apapun tentang kita di sebuah kotak

Kau mengatakan bahwa kau merindukan ku

Dengar, bagiku itu hanyalah bualan kosong

Pernahkah kau menyadari tentang dirimu sendiri?

Jika kata maaf yang datang aku pasti menerimanya

Jika rindu, oh maafkan aku

Taruh kotak itu di tempat yang jarang kau jangkau

Biar ia menyendiri dalam diam bisu

Perlahan segala kenangan itu akan hancur

Kau pasti menemukan pengganti yang berbeda dariku

Just A Poem: This Way

Perasaanku sedikit cemas

Hubungan kita tidak terkontrol lagi

Kita tidak peduli lagi satu sama lain

Meskipun kita saling menggenggam

Namun akhirnya kita saling melepas lagi

Aku selalu ingin mempertahankan

Kau juga mencoba berjuang

Tapi kenyataannya memang sulit

Aku berterimakasih

Nyatanya kau tidak pernah menyalahkanku

Aku juga tidak akan pernah menyalahkanmu

Mungkin ini jalan kita

Jalan dimana kita harus berpisah

Cinta, waktu, tenaga biar saja menjadi kenangan

Karena nyatanya dengan cara apapun

Tak akan bisa membuat kita merasa hal seperti pertama kali berkencan

Fotomu masih terpajang di dompetku

Haruskah aku keluarkan sekarang?

Lalu kemana akan ku tempatkan?

Akan lebih baik jika ku kembalikan pada mu saja

Jangan sampai ada penyesalan

Hanya karena satu, dua hari ke depan menjadi berbeda

Mari akhiri perpisahan ini dengan bersulang

Seperti saat merayakan pertemuan pertama kali

Just A Poem: Adakah Kesempatan Kedua Untuk ku?

Sudah lama sejak kita berpisah

Namun sekarang kenyataannya aku malah merindukanmu

Aku teringat tentang perdebatan dulu

yang selalu saja terjadi

Ku akui akulah yang paling keras

Dan kau selalu saja mengalah untuk ku

Seharusnya aku tak mengambil keputusan lebih cepat

Kau yang selalu menahanku, tapi aku tak pernah peduli

Seharusnya aku selalu berada disampingmu

Mendukung setiap langkahmu

Karena kau selalu melakukan yang terbaik

Aku yang pernah menjadi perempuan mu

Aku meminta maaf

Aku pikir aku belum dewasa saat itu

Aku belum bisa menerima situasi baru

Lantas bersikeras pergi dari mu

Aku ingin berubah, mencoba menjadi lebih baik

Adakah kesempatan kedua untuk ku?

Dua cangkir kopi yang sering kita gunakan

Masih terpajang di ruang makan

Tak pernah tersentuh lagi

Aku sampai terlupa

Rasa nikmat kopi

Saat bersama mu

Gitar yang selalu kau main kan masih tersender di sudut ruang tamu

Tak pernah kau mainkan lagi

Hanya bisa mengenang

Lagu apa saja yang pernah kau nyanyikan untuk ku

Aku yang pernah menjadi perempuan mu

Aku meminta maaf

Aku pikir aku belum dewasa saat itu

Aku belum bisa menerima situasi baru

Lantas bersikeras pergi dari mu

Aku ingin berubah, mencoba menjadi lebih baik

Adakah kesempatan kedua untuk ku?

Pengalaman Walk In Interview Call Center Officer di PT. VADS (Indosat Ooredoo) – September 2018

Hollaa, ini sebenarnya adalah tulisan lama.

Cerita kali ini tentang WII (Walk In Interview) di PT VADS (Indosat Ooreedoo) bulan September lalu, ceritanya saya mau ngelamar jadi Call Center Officer (di tempatkan di Inbound: terima call langsung dari customer Indosat Ooredoo). Yap, padahal saya sendiri tipe orang yang nggak suka ditelfon maupun nelfon duluan. Kok nglamar kesitu sih? Enggak nglamar jadi guru aja? Kan kamu jurusan guru. Jawabannya, jujur saja bahwasanya panggilan jiwa untuk mengajar saya sudah lama telah pudar. Padahal sejak kecil kan ingin jadi guru, dan di semester yang lumaya tua waktu itu, impian jadi guru malah pudar dan ingin mengejar karir lain. Entah bagaimana nantinya, saya selalu mencoba pekerjaan yang sesuai kualifikasi saya, maksud saya fokus mencari yang all jurusan :D.

Alasan ikut juga karena, waktu itu wisuda masih nunggu sebulan lagi yaitu tanggal 11 Oktober wisudanya. Jadi kan bisa buat nyoba apply lamaran dulu kan ya daripada bengong di rumah. Akhirnya saya dan satu teman saya pun mencoba ikut WII. Fyi, dia yang pertama dapat info dari kakak kosnya yang bekerja jadi CCO di Indosat Ooreedoo Semarang hingga kemudian dia mengajak saya. Saya mah hayuuk ajaa he he

Tahap 1 : Pra Interview

WII yang hari Rabu 12/9 (hari terakhir), ada 49 orang yang ikut. Kita dibawa ke lantai 5. Sebelum interview kita dijelaskan sistem kerja, training, gaji, dll sama salah satu staff HRD. Jika kita sepakat dengan sistem kerja dll tersebut maka kita harus mengisi semacam CV di kertas yang sudah dibagikan dan kita tandatangani. Disini ada 2 orang yang mengundurkan diri.

Tahap 2 : Interview

Ada 4 HRD yang mewawancarai, kebetulan teman saya mendapat interview yang pertama, kemudian HRD lain memanggil pelamar yang lain dan seterusnya. Intinya hanya 1 orang HRD yang akan mewawancari kita. Si teman keluar ruangan, dan dia bilang jika dia disuruh menunggu 1 – 2 hari hasilnya.

Lama menunggu, akhirnya giliran saya. Saya dipanggil di ruangan yang berbeda dengan si teman. Saat Interview pertanyaannya alhamdulillah sederhana sekali. Lalu bapaknya bilang, kalau saya nanti bisa ikut Psikotest pukul 13.00 WIB. Disini saya kaget tapi campur seneng bisa lanjut, tapi kemudian saya teringat ucapan teman kalau dia disuruh nunggu maksimal dua hari. Saya keluar dan menemuinya, menanyakan disuruh ikut Psikotest atau tidak, dia berkata tidak. Kemudian saya tanya pelamar lain yang kebetulan sempat kenalan, kalau dia ternyata juga ikut psikotest. Disini akhirnya tahu, kalau teman saya ternyata gugur, tapi dia terus memberikan semangat kepada saya. Dia pun akhirnya cerita pertanyaan apa saja yang telah ditanyakan sama petugas HRD, ternyata pertanyaan petugas HRD yang mewawancarainya benar-benar sulit, berbeda dengan saya yang ndelalalah sederhana.

Tahap 2: Psikotest

Pukul 13.00, sekitar 30an orang mengikuti psikotest. Sebelumnya kita diberi soal test materi dan test listening.

Setelah selesai kita diberi lembar jawab dan buku berisi soal-soal psikotest. Psikotestnya meliputi deret angka, lawan kata, logika dll. Lumayan banyak.

Lalu lanjut ada tes menggambar orang beserta aktivitas yang dilakukan, menggambar pohon kecuali 6 gambar pohon yaitu pisang, kelapa, bringin, bambu, cemara, dan yang satu lupa pohon apa ha ha. Waktu itu saya menggambar orang pekerja call center gitu, nah untuk pohonnya saya gagal total. Niatnya mau gambar pohon rambutan tapi daunnya kok love love gitu, finally aku tulis saja pohon waru. Serius, saya nggak bisa berimajinasi tentang pohon selain yang disebutkan di atas. Disini saya punya firasat kalau saya gagal.

Lanjut tes Wartegg dan lanjut tes Kraepelin ,saya pun udah cukup mengerti berkat browsing dihari sebelumnya.

Tahap 3: Roll Play

Di tahap ini, siap-siap HP kita berbunyi karena dihubungi penguji buat mengetahui kualitas suara kita. Disini kita disediakan teks jadi rileks saja. Nanti si penguji menyuruh kita untuk bicara paragraf ke berapa melalui sambungan ponsel yang akan didengarkan penguji langsung.

Tahap 4 : Test Mengetik
Menjadi Call Center Office juga dituntut untuk mengetik dengan cepat, nah disini keakuratan mengetik saya baru 93% (minimal 95%) heu heu

Nah sebelum berakhir kita dikasih kertas berupa alamat e-mail, kita disuruh mengirimkan surat keterangan sehat dari dokter dan No. HP Indosat maksimal esok hari. Jadi bagi yang belum punya bisa beli dulu (seperti saya juga harus beli karena cuman pakai Axis), dikarenakan nomir itu akan dihubungi untuk konfirmasi ikut training.

Kalau di hubungi, berarti bisa ikut tahap training, kalau enggak dihubungi berarti gugur.

Sebenernya saya punya firasat kalau saya paling gugur. Dan entah saya aslinya dihubungi atau enggak saya masih penasaran waktu itu. Soalnya nomor Indosat saya waktu itu belum ada konfirmasi persetujuan registrasi. Dan dodolnya, saya juga mengabaikannya (tidak saya otak-atik lagi).

Saya panik ketika teman kenalan mengabari kalau dia siang-siang ditelfon. Terus aku nyoba nelfon nomor Indosat ku pakai HPnya bapak, ternyata benar nomorku tidak bisa dihubungi. Akupun ngotak-ngatik registrasi lagi dan akhirnya bisa. Tapi sayang posisiku waktu itu udah hampir Maghrib, jadi tidak mungkin dihubungi, atau memang nggak dihubungi juga sih ya. Ah cuman perusahaan yang tahu awkwk. See you ^^