Sebuah Catatan di Masa Peralihan

Mendapat Kesempatan Seminar Nasional

Pada akhirnya sebagian keparanoidan saya waktu itu terjawab sudah. Kesempatan antara seminar atau publikasi jurnal untuk mendapatkan LOA sebagai syarat sidang skripsi pun akhirnya saya dapatkan yang seminar nasional (menjadi pemakalah pendamping), yang di adakan di kampus saya sendiri Upgris pada hari Sabtu 14 Juli tepat dua lalu. Padahal saya berharap banget dapat kesempatan yang publikasi jurnal di kampus lain (Unimed). Tapi karena kuota publikasi di kampus Unimed sudah penuh jadilah saya memutuskan untuk mengikuti Seminar Nasional yang alhamdulillah sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah ditutup saya pasti kelabakan nyari channel sana-sini info tentang Seminar atau Publikasi Jurnal.

Alasan mengapa saya sebenarnya lebih berharap mendapat kesempatan publikasi jurnal itu sebenarnya karena publikasi jurnal lebih simpel. Kita tinggal kirim abstrak dan artikel skripsi lalu transfer uang, kita bakalan langsung dapat LOA nya, dan selesai tinggal menunggu jurnal terbit yang menjadi urusan pihak kampus yang menerbitkan (yang penting sudah dapat LOA). Sedangkan untuk seminar, kita mengirim abstrak dan artikel skripsi, transfer uang dapat LOA tapi di hari H nanti mempresentasikan artikel skripsinya. Ya kalau boleh jujur saya paling nggak suka yang namanya presentasi alias ngomong di depan banyak orang xD. Tapi Allah memilihkan jalan itu untukku, yang harus disyukuri sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah tutup saya bakalan kelabakan nyari info seminar/publikasi jurnal di kampus-kampus lain.

ACC Dosen Pembimbing

16 Juli, akhirnya skripsi saya di acc dosbing I, 30 Juli di acc dosbing II. Alhamdulillah banget. Pas di acc Dosbing II itu rasanya senengnya nggak karuan. Itu adalah jawaban dari pertanyaan keparanoidan saya, “kapan ya skripsi di acc?”

Mendaftar Ujian Sidang Skripsi

Tanggal 1 Agustus akhirnya saya mendaftar sidang. Lega? Tentu. Tanggal 8 Agustus info jadwal sidang keluar dan saya mendapat jadwal sidang tanggal 13 Agustus. Waktu itu saat melihat nama penguji III saya kaget karena bukan dari salah satu dosen-dosen dugaan saya. But, Bu Dosen itu baik banget orangnya.

Sidang Skripsi

Temen-teman yang sudah mendapatkan jadwal sidang dan sidang lebih dulu berkata bahwasanya sidang tidak semenakutkan yang dibayangkan. Katanya ya bakalan biasa aja kalau udah di ruangan. Memang pas awal ya takut. Mereka bilang ribetnya nanti pas suruh revisi dan pemberkasan wisuda. Dan saya akhirnya mengalami sendiri, begitulah rasanya. Benar, nggak terlalu deg-degan, he he he. Juga benar kata mereka, ribetnya pas revisi sama pemberkasan wisuda. Saya ngurus revisi dan pemberkasan wisuda ada dua mingguan, jadilah akhir Agustus lalu saya selesai pemberkasan.

Menunggu Wisuda

Finally, saya dalam penantian masa Wisuda yang akan dilaksanakan 11 Oktober. Maka dari itu saya sudah mulai apply lamaran juga, tapi bukan di Sekolah. Saya melamar di BPR dan di Indosat Ooredoo. Saya tidak berharap banyak dipanggil di Bank itu. Untuk yang Indosat Ooredoo kemarin Rabu saya nekat ikut Walk In Interview sebagai Call Center Officer (padahal saya tipe orang yang tidak terlalu suka banyak omong 😂), dan belum tahu hasilnya karena saya sudah sempat lolos wawancara, lalu mengikuti psikotest, test phone teks, dan test call juga, tinggal menunggu Interview User, yang akan dipanggil dalam waktu maksimal tiga hari. Jika mendapat panggilan maka Senin besuk bisa mengikuti training sebagai Call Center Officer. Jika tidak dipanggil sampai besok, berarti saya belum beruntung.

Selagi menunggu, besok saya juga akan mengahadiri Job Fair di kampus Udinus, semoga saja itu menjadi salah satu jalan keberuntungan untuk saya.

Tulisan ini akan menjadi pengingat seorang saya saat berada di masa-masa peralihan. Juga, akan saya kenang dalam hidup saya. See you ^^

For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

“Aku percaya, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada”

Jika boleh jujur, sejak pertemuan itu aku diam-diam jatuh cinta

Meskipun nomormu di handphoneku belum ku namai

Akhirnya aku iseng, menamaimu

Oh, jadi ternyata selama ini kamu menyimpan nomorku?

Karena faktanya setelah aku simpan, aku bisa melihat status wasap mu

Tapi kenapa statusmu selalu terlihat sedih?

Tapi aku sama sekali belum berani membalas statusmu

Hingga akhirnya aku yang bahwasanya jarang membuat status di wasap, akhirnya aku juga membuat status tapi puisinya Chairil Anwar

Selain untuk melampiaskan kelelahan selama KKN, barangkali ia membalas statusku

Setengah modus memang

Akhirnya setelah perjumpaan pertama 14 Februari itu kita memang hanya bisa saling melihat status

Tapi, tanggal Sabtu 3 Maret…

Sabtu, sore hari ketika aku selesai mengantarkan pulang anak yang ikut geladi bersih di kecamatan

Aku mampir di depan Indomaret untuk membeli makanan

Ketika aku turun dari motor, aku sempat melihat wasap dahulu

Nomor baru muncul

Dan aku membukanya

Jantungku. . .

Ingin jingkrak-jingkrak

Ingin teriak kegirangan

tapi banyak orang

Akhirnya aku balas pesan darimu

Hingga akhirnya aku sampai di posko, kita saling wasapan hingga pukul 21:45

Wasapan ditengah-tengah kesibukan masing-masing, sehingga berakhirlah agak malam

Senin, 5 Maret

Setelah rapat malam aku memutuskan pulang ke rumah

Gantian dengan teman-teman yang pulang malam kemarin

Tapi sejujurnya aku bingung akan pulang apa tidak karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam

Dan rapat juga belum selesai

Akhirnya aku menulis status, tapi bukan untuk memancingmu

Setelah itu aku bergegas pulang, ditemani hujan yang mengguyur

Aku orangnya memang suka nekad

Kalau ingin pulang ya pulang nggak peduli sudah larut malam dan hujan

Sudah hampir dekat rumah, aku mampir beli nasi goreng dulu

Dibungkus biar ku makan di rumah

Seraya menunggu

Aku membuka handphone

Sudah bisa kalian tebak

Statusku kamu balas

Aku pengen senyum-senyum sendiri

Lalu ku balas

Dan berakhir dengan berkirim pesan

Nasi goreng udah terbungkus, saatnya saya bayar dan kembali ke motor

Dan kejadian memalukan terjadi

Aku lupa naruh kunci motor

Aku cari di tas, saku jaket, saku celana tidak ada semua

Aku panik

Aku melihat ke arah tempat duduk tadi

Sepasang muda-mudi yang duduk dekat tempat dudukku tadi melihat ke arah ku

“Maskernya ketinggalan mbak?”kata si mbak2 sambil memperlihatkan masker itu. Tapi itu bukan punyaku deh.

“Oh?,” jawabku dengan kebingungan dan penuh tanda tanya lalu aku mendekat.

“Mbak lihat kontak motor nggak?” tanyaku sambil bingung deg-degan sebenernya.

“Kontak motor nggak lihat ik mbak,” jawab mbaknya seraya ikut mencari-mencari.

“Eh ini mbak udah ketemu,” aku memungut kontak motor ku yang terkapar terjatuh dibawah samping tempat duduk ku tadi.

Malu ku. . .

Lalu aku pulang

Sampai rumah aku disambut Bapak

Ibu yang tertidur lelap akhirnya terbangun

Aku memakan Nasi Goreng seraya bercengkerama dengan bapak dan ibu

Dan aku tersadar bahwa aku telat makan

Karena perutku sakit, tapi aku diam saja

Dan sejujurnya aku tidak konsen makan karena perasaan gembira, malu tadi jadi satu

Finally kita tetap wasapan, ku sambil dengan membuat laporan KKN sehingga ku balas agak lama pesannya

Iya aku heran kenapa kau tidak tidur-tidur

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.06 WIB

Kita sudah berada di tanggal 6 Maret, Selasa

Dan kini waktu menunjukkan 00.47 dia juga belum tidur, hingga jika aku tidak mengucapkan selamat beristirahat mungkin dia tidak akan tidur

Obrolan berakhir pukul 00.51

Dan aku masih melanjutkan laporanku sampai selesai

Dan aku tidak tahu kau benar sudah akan tidur atau belum

Rabu, 7 Maret

Ini hari penarikan KKN, setelah makan bersama di resto ayam geprek, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak ikut ke posko untuk beres2 karena badan bener-bener capek dan nggak mood buat melakukan seuatu

Lagipula barang-barang juga sudah ku bawa pulang

Lala yang ikut beres-beres ke posko menelfon ku

“Musda, kamu pergi ya sama NHA?”

“Ha? Ya enggak lah, nggak mungkin.”

“Kirain, tahu gitu aku tadi juga langsung pulang.”

“Hahaha, aku tadi langsung ijin ke ketua buat langsung pulang.”

“Yaah, nggak bilang-bilang.”

Ucapan Lala bikin baper memang

Apalagi Lala pas awal-awal pernah bilang kalau kamu itu habis putus sama pacarnya

Sore harinya kamu membuat status di wasap, sejak aku berteman di wasap seperti yang sudah ku tuliskan diatas bahwasanya statusmu memang sering sedih

For the first time, aku membalas status wasapmu ngasih saran dan semangat

Kamis, 8 Maret

Kamu masih down

Jumat, 9 Maret

Sudah ada kemajuan, aku dan kamu akhirnya membahas hal-hal yang bahagia dan memang berakhir bahagia

Sabtu, 10 Maret

Aku mengantarkan surat ke rumah Ibu RW 15 salah satu tempat yang singgahi uuntuk KKN

Lalu mampir membeli jamur krispi dan pop ice

Lalu aku membuat status, “Jauh-jauh ke Bxxxxxx cuman mau beli pop ice sama jamur krispi” dengan privasi “hanya bagikan dengan”

Tentu saja kamu!

Padahal kalian tahu sendiri, bahwa tujuan pertama adalah mengantar hasil laporan kegiatan

Tapi namanya saja modus, untuk mengetahui apakah dia membalas statusku atau tidak

Bingo!

Dia membalas

Dan akhirnya saling berkirim pesan lagi

Selasa, 13 Maret

Malam, kita masih berkirim pesan,

Rabu, 14 Maret

Pagi, pesanku tadi malam dibuka tapi hanya dibaca

Disini aku merasa dia sudah berbeda

Aku yang dibawa terbang setingi-tingginya merasa tiba-tiba dijatuhkan seketika olehmu

Senin, 19 Maret

Aku mengumpulkan nyali untuk minta maaf jikalau ada yang salah,

Selasa, 20 Maret

Itu waktu-waktu dimana kita berkirim pesan lagi

Kamu juga meminta maaf padaku karena sudah membuatku merasa tidak enak

Kemudian masalah selesai

Tapi pada akhirnya hari-hari setelah itu kita tidak menjadi dekat lagi

Ada perasaan berbeda jika harus membalas status

Maka dari itu akhirnya kita hanya saling melihat status, bahkan sudah jarang melihat

Lalu Senin 2 April

Aku memposting foto tiket kereta ke Jakarta

Aku pikir, kamu sudah tidak peduli lagi

Lalu ketika aku masuk ke sebuah toko dan membuka HP

Aku melihat namamu terpampang di layarku

Sedikit tidak percaya memang

Lalu ku jawab dengan sedikit bercanda

Empat pesan kemudian obrolan berakhir

Karena aku merasa kita sudah beda, jadi ku jawab tidak seantusias dulu

Takut jika aku kamu jatuhkan kembali

Lalu sampai sekarang sudah tidak ada obrolan wasap lagi

Tahukah kalian, pertemuan yang sempat direncanakan juga tidak akan pernah dilakukan

14 Februari aku jatuh cinta

14 Maret aku patah hati

Ini cerita tentang aku dan kamu

Jika boleh jujur sampai sekarang aku belum bisa melupakan kisah itu

Ada pengharapan untuk bisa berteman lagi dengan mu

Ya, meskipun diam-diam aku jatuh cinta

Tapi aku sangat bahagia jika kita hanya berteman saja

Karena aku masih sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi ku

Jadi aku tidak mempedulikan hubungan yang lebih

Teman, ya harusnya kita bisa berteman sangat lama

Tapi Allah tidak mengizinkan

Aku tidak tahu apa alasannya

Dan, semoga ini adalah tulisan terakhir tentangmu

Dan setelah ku tuangkan disini

Aku berharap tidak ada kerinduan-kerinduan lagi

Jumat, 27 Juli

Aku mencoba menghapus jejak di jalanan pelabuhan

Jalanan yang pernah kita lewati

Aku masih ingat di mobilmu waktu itu diputar lagu Menghapus Jejak milik Peterpan

Rasanya bahagia mengingat kisah 14 Februari, tapi sedih karena harus berakhir seperti ini

Semoga kamu baik-baik saja disana karena aku tidak pernah tahu pasti apa yang yang sedang terjadi denganmu~~

“Hubungan kita hanya kebetulan.
Waktu itu kamu kebetulan bertingkah dengan indahnya,
dan aku kebetulan terpesona dengan bodohnya”

[End]

Rindu Sendiri – Iqbal Ramadhan

For The Last Time, Story About NHA – Part 1

Berawal dari salah satu proker bidang pendidikan, yang harus menjemput ibu dosen dengan menggunakan mobil untuk mengisi acara kami. Mengapa harus mobil? Karena sang ibu dosen sedang hamil tua. Malam sebelum hari H, Lala -bukan nama sebenarnya (teman sekelompokku di KKN) memutuskan untuk menghubungi NHA temannya yang kebetulan memiliki mobil. Siapa tahu dia bisa membantu. Lalu jadilah setelah dia menghubungi NHA, Lala memberikan nomorku pada NHA, hingga akhirnya aku dihubungi olehnya. Setelah fix, tiap detik aku selalu diledek Lala gara-gara katanya besok aku mau “jalan-jalan”.

Aku tidak tahu apa yang terjadi besok, aku berharap yang terbaik

Malam turun hujan

Pagi yang dingin

Tapi siang begitu panas

Itulah musim di bulan Februari

Rabu, 14 takdir mempertemukan aku dan kamu

Kamu yang bersedia membantuku, kami.

Kamu baik. . .

Aku berjalan kaki, untuk menemuimu di tempat yang sudah aku katakan sebelumnya

Jantungku berdebar, tapi aku harus tetap melangkah menemuimu, dan segera menyelesaikan tugas ku.

Ingat, tanpamu, tugasku kacau!

Sepanjang menapak jalanan tanah untuk keluar gang posko

Aku selalu memikirkan duduk dimana nanti? Depan atau belakang?

Dan untuk pertama kalinya aku berjumpa denganmu

Lalu sesampainya aku memutuskan untuk di depan

Bukan tanpa alasan, dan itu membuatku serba salah

Jika aku di belakang, kita bagaikan driver taksi online dan penumpangnya

Jika aku di depan, takut kau berpikir apa-apa

Aku tidak peduli, aku hanya ingin kita tidak merasa hening dan membosankan nantinya

Aku terus berpikir~

Kita diam diatas roda empat yang berjalan

Lagu Andra And The Backbone yang Berjudul Main Hati mengalun dengan percaya dirinya

Kau tahu? Diam-diam itu adalah lagu kesukaanku sejak SMP.

Tapi di sepanjang jalan, di dalam hatiku juga mengalun merdunya suara Iqbal yang menyanyikan lagu Rindu Sendiri, original soundtrack film Dilan

Iqbal menjadi Dilan, kau tahu kan?

Itu tidak penting

Tapi aku menyukai original soundtrack-nya

Aku membuka suara, memulai percakapan.

Lucu jika kita saling berdiam

Kamu membalas percakapanku.

Tahukan kalian? Pada akhirnya kita mengobrol dari A sampai M,

Tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini, tentang KKN, tentang kuliah masing-masing, sampai politik

Tapi disaat itu juga kita tertawa karena jujur aku tidak tahu nama mu

Karena sejak semalam kita hanya saling memanggil mas dan mbak

Dan aku lupa Lala pernah menyebut namamu atau tidak

Aku berhasil mencairkan suasana

Sudah sampai di kampus, aku harus menemui Ibu Dosen yang akan mengisi acaraku

Aku disuruh menunggu di depan LPPM oleh Ibu Dosen

Tak berapa lama kita bertiga menuju suatu tempat

Aku duduk di belakang bersama Ibu Dosen

Alhamdulillah sekali, Ibu Dosen sangat ceriwis orangnya

Jadi aku tidak perlu mencari topik pembicaraan

Sampai di tempat, aku meninggalkanmu

Dan mulai sibuk dengan tugasku

Bodohnya, aku lupa memberimu snack

Padahal kau harus menunggu sangat lama

Aku lupa, teman-temanku juga lupa

Terakhir-terakhirnya aku memberimu snack

Tapi tak lama lagi kita kembali ke Kampus

Kembali mengantarkan Ibu Dosen ke kampus

Kau masih berada di atas roda empat, menungguku.

Ketika aku kembali dan mengambilkan beberapa snack Bu Dosen yang tertinggal. Kamu tersenyum.

Aku kembali menemuimu, duduk di sampingmu

Aku meminta untuk mampir ke Indomaret, terserah Indomaret mana

Aku lapar, aku haus

Kau tahu, anak KKN yang lagi dikejar proker bisa lupa makan lupa segalanya

Lalu kamu memilih Indomaret sebelah kanan, lah kan malah menyebrang jadinya

Terserah kamu

Aku turun, kamu juga ikut turun

Aku membeli Pocary Sweat dan Chitato

Bodohnya aku tidak membeli Sari Roti saja

Kamu membeli Onigiri, dan Pulpy Orange

Lalu kita pulang

Aku heran kenapa tidak lewat jalanan biasanya

Oh ternyata dia lewat jalan arah pelabuhan Tanjung Mas

Menurutku itu lebih jauh, tapi itu menurutku

Tidak tahu menurutmu

Di perjalanan aku dan kamu ngobrol lagi dari N sampai Z

Lalu aku jujur padanya, aku bilang,

“Aku itu sebenere orange pendiem, tapi kalau ketemu orang baru ya harus ngobrol” (biar nggak krik-krik)

“Iya sama, aku juga pendiem”, jawabnya

Aku tidak percaya, tapi jika kamu memang pendiam kamu tipe pendiam yang sangat cool

Tapi kamu bilang lagi bahwasanya, sependiemnya cowok kalau udah ada didalam satu gengnya ya nggak bisa diem.

Lalu kita ngobrol tentang anak-anak hits di instagram dan anak-anak yang kebelet hits.

Oh aku lupa bahwasanya Chitatonya kita makan berdua sambil ngobrol ngalor-ngidul

Sepanjang perjalanan arah pelabuhan kamu bercerita tentang pertama kali belajar mengendarai mobil

Tentu saja aku yang mengajukan pertanyaan dahulu

Kamu tampak antusias bercerita pengalamanmu

Lalu kamu ingin makan Onigirinya

Kamu ingin membuka tapi tidak bisa

Lalu aku menawarkan untuk ku bukakan

“Aku baru tahu malah kalau ada jajanan kayak gini di Indomaret”, kataku.

“Aku tahu ini dari temenku. Rasanya kayak arem-arem.”

Lalu kita tertawa

Kamu bercerita lagi sambil makan

Aku mendengarkan

Alhamdulillah aku bersyukur

Aku sempat merasa takut jika perjalanan bersamamu itu terasa krik-krik atau tidak nyambung

Karena sejujurnya aku belum pernah pergi dengan seorang laki-laki sejauh ini

Tapi Allah memberikan jalan untuk saling berbagi cerita

Kamu seru, kamu asik!

Hingga ranting pohon itu iri melihat kita

Bahwasanya ranting itu jatuh di jalanan raya dan sempat akan mengenai bagian depan mobil jika kamu tak pandai menghindar

Bersyukur sekali lagi kita masih dilindungi, aku takut jika terjadi apa-apa.

Aku sampai di gang posko, aku mengucapkan terimakasih padamu.

Aku tidak tahu ini akan jadi yang terakhir untuk bertemu dengannya atau bagaimana hari esok nanti

“Salam buat Lala,” katanya

“Iya nanti aku sampaikan,” jawabku, tersenyum lalu aku berlalu.

Coming soon untuk cerita part 2 🙂

KKN Lyfe

Tanggal 6 Februari 2018 sampai tanggal 7 Maret 2018 sebanyak 2039 mahasiswa UPGRIS semester 8 melakukan kegiatan KKN aka Kuliah Kerja Nyata. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini disebar di 7 wilayah Jawa Tengah, seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati. Sayapun ditempatkan di kota yang sesuai dengan pilihan saya yaitu Kota Semarang, dan kecamatannya Ngaliyan yang juga sesuai dengan pilihan saya. Untuk penempatan kelurahannya pihak LPPM yang memilihkan hingga akhirnya saya ditempatkan di kelurahan Wonosari bersama 21 anak lainnya dari berbagia program studi. Sebenarnya saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya akan ditempatkan di kelurahan Wonosari, karena saya pikir saya akan ditempatkan di Kelurahan Ngaliyan dimana kantor kelurahannya dekat dengan kantor kecamatan Ngaliyan. Kemana-manapun juga strategis. Sedangkan kelurahan Wonosari merupakan kelurahan yang paling jauh dari kecamatan dan merupakan kelurahan dengan tempat paling luas yang berjumlah 16 RW yang terbagi atas perkampungan dan perumahan. Dari lokasi perkampungan ke perumahan ataupun akan menuju kelurahan Wonosari harus melalui jalur pantura Kendal- Semarang dimana banyak sekali truk-truk gandeng, bus besar, mobil, sepeda motor melewati jalanan tersebut dan sangat rawan kecelakaan.

Kegiatan KKN tahun ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Digital Menuju Desa/Kelurahan Mandiri”. Kegiatannya pun terbagi atas empat bidang yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kewirausahaan. Apesnya, di kelompok KKN Kelurahan Wonosari saya ditunjuk sebagai koordinator bidang pendidikan yang sebenarnya saya tidak sanggup karena faktanya saya seseorang yang tidak suka memimpin, saya lebih suka mengikuti aturan main dari pemimpin alias saya hanya ingin menjadi anggota. Cerita mulanya sebenarnya panjang sekali dan tampaknya saya memang tidak akan menuliskan. Pada akhirnya bagi saya menjadi koordinator bidang pendidikan itu berat kamu nggak akan kuat, jadi ya sudah biar aku sajalah. Oh iya, selain koordinator bidang pendidikan ternyata menjadi koordinator bidang kewirausahaan juga cukup berat, jadi biar teman saya saja.

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama melakukan kegiatan KKN di berbagai bidang tersebut. Apalagi bidang pendidikan merupakan bidang yang paling membutuhkan konsultasi sana-sini yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Apalagi kalau bertemu orang-orang POKJA (kelompok Kerja) yang rata-rata orangnya di kompleks perumahan sehingga harus melewati jalur pantura yang sebenarnya saya agak takut. Untuk teman-teman seperjuangan KKN Wonosari Alhamdullilah baik, dan bisa diajak bekerja sama. Pengalaman piket di Kelurahan juga menjadi hal baru untuk saya, bagaimana tidak disana serasa seperti menjadi pegawai kelurahan yang siap melayani masyarakat. Mengalami kebanjiran di perkampungam serta kerja bakti pasca banjir juga menjadi hal baru karena selama tinggal di Semarang saya tidak pernah merasakan banjir yang sangat parah. Saya hanya pernah melihat banjir di berita TV serta hanya mengalami banjir di jalanan raya saja, itupun tidak lebih dari 30cm. Tapi di Wonosari tepatnya yang berada di perkampungan RW 2, 5, 6, dan 7 disitu saya benar-benar melihat dan mengalami kebanjiranya benar-benar parah tingginya saja sampai dada orang dewasa. Di tempat KKN kami memiliki dua posko , dimana poskonya masih satu RW tapi berbeda RT, di posko utama kami hampir kena kebanjiran, teras yang dibuat tinggi telah digenangi air sampai hampir masuk ke dalam rumah. Posko kedua lumayan aman. RW paling parah itu RW 6 dan 7. Berawal dari hujan deras disertai petir yang terjadi pukul lima sore hari Jumat, 9 Februari 2018. Itu tidak pernah kami duga sebelumnya bahwa ternyata peristiwahal itu menandai terjadinya banjir. Apalagi itu terjadi ketika kami baru berada tiga hari disana. Hujan deras itu tidak kunjung usai, sampai-sampai lampu dipadamkan akibat semakin deras dan mengakibatkan banjir. Para mahasiswa beberapa kali melawan rasa takut terhadap kilat demi mengabadikan foto air yang perlahan-lahan meninggi. Cukup berbahaya memang…
Malam pukul 21.30 di beberapa titik air sudah mulai surut, pihak koordinator dari kecamatan datang untuk melihat lokasi banjir, dimana saya dan beberapa teman juga ikut melihat lokasi banjir di RW 7 yang terkena banjir paling parah. Agenda besok pun diadakan kerja bakti. Kerja bakti yang luar biasa pokoknya. Seiring itu kami juga melaksanakan kerja bakti di RW 2 dengan bantuan pihak dinas kebakaran kota semarang untuk membersihkan halaman depan mushala pasca banjir.

FYI, Di bawah ini ini merupakan program kerja yang disusun oleh mahasiswa kelompok KKN Wonosari:

Bidang Pendidikan
1. Bimbingan Belajar
2. Pelatihan Mewarnai TK
3. Pelatihan Menari SD
4. Pelatihan Keterampilan Motorik dan Sosialisasi Cara Mendidik Anak Di Era Digital
5. Sosialisasi Semarang SMART CITY
6. TPQ
7. Pelatihan Fotografi dan Videografi

Bidang Kesehatan
1. Posyandu dan Bumil
2. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
3. Senam
4. Ikanisasi

Bidang Lingkungan
1. Plangisasi
2. Kerjabakti
3. Pengecatan
4. Taman Toga
5. Penghitungan Finishing Plafon

Bidang Kewirausahaan
1. Pelatihan Produk Pangan
2. Pelatihan Kerajinan Tangan
3. Sosialisasi Kewirausahaan

Expo

Diselenggarakan koordinator kecamatan dengan delegasi peserta dari tiap kelurahan
1. Lomba Mewarnai anak TK
2. Lomba Fashion Show Adhiwiyata (usia 10 – 15tahun)
3. Lomba Tari Kreasi (anak PAUD)
4. Lomba Videografi
5. Hasta Karya dan Posdaya
6. Launching Aplikasi
7. Jalan Sehat
8. Servise Motor Murah
9. Cek Kesehatan Gratis
10. Bibit Pohon Gratis
11. Musik
12. Stand Expo
13. Senam Jantung Sehat

Lain-lain
1. Mengikuti sosialisasi Narkoba dan HIV
2. Bazar murah di Kelurahan
3. Kerja bakti bersama PMI dan Damkar
4. Senam di Kelurahan
5. Rapat bersama Karang Taruna
6. Sosialisasi TBC

Begitulah, jika ada program kerja yang lupa saya tulis, pasti saya edit. Oh iya, untuk persiapan expo juga menguras banyak tenaga. Melatih menari anak PAUD, membuat kostum fashion show, membuat produk keterampilan dan olah pangan, mencari delegasi peserta sana-sini, koordinasi kesana-kemari, dekorasi stand sampai hampir subuh membuat paham artinya sebuah perjuangan. Dinikmati dan disyukuri saja sih, karena pada akhirnya kelompok kami memenangkan lomba videografi (mendapat juara I), serta lomba fashion show (mendapat juara II). Alhamdullilah..

Cukup sekian, sebenarnya banyak sekali kisah lain yang pengen ku tulis, tapi saya pikir segini aja deh hehe

See yaw 😉