Hah?

Hah? Gimana-gimana?

Bohong

Dia bohong, tapi aku percaya gitu aja. Hmmm, bodo banget aku (:

Resign

Enggak tahu lagi ini harus sedih atau seneng. Keputusan besar ini harus aku ambil, setelah aku bekerja lima bulan di sana. Iya lima bulan, waktu yang cukup singkat bukan? Jujur, sebenernya aku itu kayak nggak mau resign dari kerjaan ini. Tapi ketika sebuah tekanan datang bertubi-tubi, resign menjadi alasan paling mujarab menurutku -saat itu-. Bekerja disana sebenarnya enak, apalagi aku di bagian Contact Center Digital Care dimana kerjaannya membantu menjawab pertanyaan/keluhan pelanggan melalui email atau sosial media, jadi nggak ketemu pelanggan langsung dan nggak ngomong by call juga. Pokokmen kerjaannya ngetik terusss. Tapi ada sih dimana kita harus call back pelanggan kalau emang urgent banget. Oh iya, sebenernya angkatanku itu bisa dibilang beruntung, karena untuk menjadi agent Digital Care itu sebelume harus pernah jadi agent Call Inbound terlebih dulu. Aku sih bersyukur banget bisa langsung masuk di bagian Digital Care, soalnya aku tuh nggak suka ditelfon, apalagi ditelfon pelanggan yang pastinya selalu komplain wkwk.

Hal yang menyenangkan kedua yaitu, letak kantor. Kantor si provider kuning ini berada di tengah-tengah pusat kota Semarang. Dengan sepuluh lantai, saya kerjanya di lantai sembilan. Tempatnya nyaman, luas, dan bersih. Makanan di kantin (lantai 4) enak-enak dan terjangkau harganya. Eh jadi kangen ayam geprek sama tahu krispinya nih. Aku suka banget kalau lagi makan milih yang deket jendela biar bisa sambil lihat pemandangan kota Semarang.Untuk urusan pakaian juga santai. Untuk hari ini Senin wajib pakai atasan batik, Selasa sampai Jumat pakai baju bebas yang penting sopan, Sabtu – Minggu boleh pakai kaos.

Btw, aku juga seneng banget ketika mendapatkan teman-teman yang asyik, aku punya temen deket YFI dan HY. Tapi sayang HY udah resign 1 bulan setelah ia bekerja, tinggalah aku sama YFI dan akhirnya aku sendiri akhirnya juga resign. Padahal aku mewanti-wanti nggak bakalan mau resign (hmmm mungkin aku mengatakan saat masih nyaman-nyamannya). Tinggalah YFI, beruntung YFI punya pacar di sana dan seangkatan juga masuknya, jadi aku masih bisa tenang. Kami masih sering ketemuan juga kok, pokoknya terbaiklah mereka.

Di kantor itu, aku juga mendapatkan Team Leader yang amat baik, ARP inisialnya, dia cowok, dan sangat peduli sama anak-anaknya (re: anggota timnya). Sayangnya, kami setim nggak pernah kumpul bareng, makan bareng-bareng di luar, atau foto-foto bareng gitu. Salah satu anak lama (existing) udah ada yang ngode, tapi tetep aja nggak pernah terlaksanakan. Kami yang anak baru mah, nggak berani usul-usul gitu wkwk. Kadang aku iri sama tim yang lain, yang diajak TL nya untuk refreshing.Satu lagi yang membuat aku seneng disana yaitu ketemu gebetan #eh. Hehe enggak sih, entar kapan-kapan aku tulis, cerita tentang dia alias RW inisialnya.Lalu apa sih yang bikin resign, orang semuanya tampak sempurna gitu?Hmmm, salah satu teman seangkatan tiba-tiba mengirimku sebuah pesan, apa alasanku resign. Tapi aku tidak menceritakan alasan utama kenapa aku resign. Akupun menjawab dengan jawaban yang sudah biasa terdengar yaitu “sudah tidak nyaman”. Konyol memang, aku sadar semua pekerjaan pasti tidak nyaman. Entahlah aku tidak ingin bercerita lebih lanjut tentang alasan utama itu.

Aku juga tidak bilang kepada temanku itu kalau aku sebenarnya merasa tertekan karena suatu hal. Sehingga akupun menjawab “ketidaknyamannya” itu karena sistem shift. Btw, disana itu ada 3 shift untuk cewek, dan dua shift untuk cowok. Kalau shift pagi cewek ada pukul 6, 7, 8, 9, dan 10. Untuk sift siangnya, pukul 13. Untuk cowok masuknya mulai sore pukul 15, 16, 17. Untuk Dawn Shift (DS) mulai pukul 22, rata-rata cewek sih, dan cowok hanya beberapa aja yang DS. Libur nggak nentu alias sesuai jadwal. Tanggal merah dan hari Minggu tetap masuk kalau semisal dapat jatdwal masuk. Kalau sering dapat DS, tanggal merah/hari Minggu masuk, gajinya juga nambah banyak lho wkwk.

Sebelumnya enggak ada yang tahu pasti kenapa aku resign, bahkan YFI sendiri sebelumnya enggak pernah aku ceritaan alasan utama kenapa aku resign dan dia sama pacarnya menduga kalau aku resign karena alasan shift. Hingga akhirnya beberapa minggu setelah resign aku pun bercerita apa yang sudah terjadi padaku hingga aku mengambil sebuah keputusan besar itu. YFI kaget, dan enggak tahu dan enggak nyangka soal itu. Ya iyalah, aku kan orange jarang cerita yang sedih-sedih hehehe. YFI bilang kalau seandainya dia diposisiku mungkin ia akan mengambil keputusan yang sama.

Kadang aku bener-bener iri sama mereka yang bisa tahan banting, cuek, dan bodo amat. Kok bisa sih mereka kayak gitu, kenapa aku enggak? Tapi setelah melakukan resign ini aku bener-bener mengambil pelajaran seperti; aku harus lebih kuat dari sebelumnya, aku kudu meluangkan waktu untuk nongkrong sendirian ataupun sama temen-temen biar nggak stres. Iya, soalnya aku kalau udah kerja gitu bawaannya fokus mulu dan jarang meluangkan waktu untuk sekedar nongkrong wkwk. Hmmm harusnya seimbang kan ya…

NHA is Back!

Setelah satu tahun lebih..

Mengejutkan memang, padahal “aku tidak mau menulis tentang dia lagi” dan mengira tulisan ini menjadi tulisan yang terakhir tentang dia. Tapi nyatanya tidak dan dia telah kembali berawal gara-gara. . .

.

.

.

Instagramnya aku follow _____-.

Maksud ku bukan apa-apa sih, aku cuman pengen lihat aktivitas dia sekarang gimana? Soalnya instagramnya tuh diprivate. Kalau enggak diprivate enggak mungkin dong aku follow, karena jujur aku tuh orangnya gengsian wqwq. Hmmm, jadilah dengan pertimbangan yang matang, mencoba mengalahkan rasa gengsi, dan rasa kangen yang udah maksimal (karena jujur aku kadang masih mikirin dia) aku pun akhirnya memberanikan diri buat follow dia.

Selang beberapa jam dia menerima permintaan pertemanan ku, dan dia juga follow balik. Sebagai info, instagram ku tuh feedsnya kosong alias ga pernah upload foto, cuman ada beberapa highlight doang wqwq. Foto profil dan username aman, maksudku aku memakai foto ku sendiri dan username yang tydac alay xD.

Setelah saling follow, semuanya masih terasa hening (tidak ada sapaan apapun melalui media sosial itu). Tanpa babibu aku pun segera memutuskan untuk melihat feedsnya, rupanya ia masih sibuk kuliah dan aku pikir ia paling bertanya2 kenapa instagram ku nggak ada upload-an foto sama sekali.

Waktu pun semakin berlalu, kita cuman saling lihat instastory aja kalau masing-masing lagi upload. Btw, aku juga jarang update story juga sih.

Lalu kurang lebih seminggu kemudian, sekitar jam 2an siang, dia mengirim sebuah DM. Aku otomatis kaget banget dong, soalnya aku tidak memikirkan kita bakal bisa komunikasi lagi. Cukup saling follow aja aku udah seneng. Tapi ternyata semua di luar dugaan dan beruntungnya dia yang duluan nyapa di DM. Terus pas malemnya dia minta nomor WhatsApp ku lagi dan berlanjut lah di aplikasi pesan itu.

Hampir menuju dua mingguan ini, kami saling berkirim pesan. Rencananya sih dia mau ngajak meet up kalau dia udah di Semarang lagi, soalnya dia lagi KKN di Jepara dan Minggu besok baru pulang. Hmmm aku sih oke-oke aja meskipun aku kudu nyiapin nyali karena dia cowok.

Oh iya, menurutku NHA lebih asikan yang sekarang sih daripada dulu wqwq. Tapi yang aku pikirkan bukan itu, yang aku pikirkan semoga aja meet up yang telah direncanakan bukan hanya wacana ha ha ha…

See youuu ^^

Tanpa Judul . . .

Terkadang dengan sendirinya terpikirkan, bahwa rasa-rasanya jiwa raga ini ingin kembali ke masa dimana pertama kali menginjakkan kaki disana, belum banyak tahu hal, belum kenal banyak orang, bertingkah, tertawa, tersenyum dengan polosnya, ketika berjalan pun terasa ringan tanpa beban, dan satu yang terpenting adalah rasa semangatku dan keyakinanku saat itu bahwa aku nggak bakal memutuskan “graduated” sendiri sebelum di “graduated-kan” dari sananya _____-. Ah sudahlah. . .

Just A Poem: A Box

Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi

Bukankah kita sudah berpisah sejak jauh hari?

Aku sudah terbiasa menjalani hari-hari tanpa mu

Tapi kenapa kau sekarang datang kembali?

Itu terasa mengganggu ku

Kau datang mengatakan bahwa kau tidak bisa melupakan ku

Sudahlah, aku tak ingin mendengarkan ocehan mu

Lantas aku akan memberi tahu dirimu

Buang saja semua cinta dan segala kenangan di sebuah kotak

Buang saja semua album foto kita di sebuah kotak

Buang saja semua hadiah dari ku di sebuah kotak

Buang saja semuanya tentang ku

Apapun tentang kita di sebuah kotak

Kau mengatakan bahwa kau merindukan ku

Dengar, bagiku itu hanyalah bualan kosong

Pernahkah kau menyadari tentang dirimu sendiri?

Jika kata maaf yang datang aku pasti menerimanya

Jika rindu, oh maafkan aku

Taruh kotak itu di tempat yang jarang kau jangkau

Biar ia menyendiri dalam diam bisu

Perlahan segala kenangan itu akan hancur

Kau pasti menemukan pengganti yang berbeda dariku

Pengalaman Walk In Interview Call Center Officer di PT. VADS (Indosat Ooredoo) – September 2018

Hollaa, ini sebenarnya adalah tulisan lama.

Cerita kali ini tentang WII (Walk In Interview) di PT VADS (Indosat Ooreedoo) bulan September lalu, ceritanya saya mau ngelamar jadi Call Center Officer (di tempatkan di Inbound: terima call langsung dari customer Indosat Ooredoo). Yap, padahal saya sendiri tipe orang yang nggak suka ditelfon maupun nelfon duluan. Kok nglamar kesitu sih? Enggak nglamar jadi guru aja? Kan kamu jurusan guru. Jawabannya, jujur saja bahwasanya panggilan jiwa untuk mengajar saya sudah lama telah pudar. Padahal sejak kecil kan ingin jadi guru, dan di semester yang lumaya tua waktu itu, impian jadi guru malah pudar dan ingin mengejar karir lain. Entah bagaimana nantinya, saya selalu mencoba pekerjaan yang sesuai kualifikasi saya, maksud saya fokus mencari yang all jurusan :D.

Alasan ikut juga karena, waktu itu wisuda masih nunggu sebulan lagi yaitu tanggal 11 Oktober wisudanya. Jadi kan bisa buat nyoba apply lamaran dulu kan ya daripada bengong di rumah. Akhirnya saya dan satu teman saya pun mencoba ikut WII. Fyi, dia yang pertama dapat info dari kakak kosnya yang bekerja jadi CCO di Indosat Ooreedoo Semarang hingga kemudian dia mengajak saya. Saya mah hayuuk ajaa he he

Tahap 1 : Pra Interview

WII yang hari Rabu 12/9 (hari terakhir), ada 49 orang yang ikut. Kita dibawa ke lantai 5. Sebelum interview kita dijelaskan sistem kerja, training, gaji, dll sama salah satu staff HRD. Jika kita sepakat dengan sistem kerja dll tersebut maka kita harus mengisi semacam CV di kertas yang sudah dibagikan dan kita tandatangani. Disini ada 2 orang yang mengundurkan diri.

Tahap 2 : Interview

Ada 4 HRD yang mewawancarai, kebetulan teman saya mendapat interview yang pertama, kemudian HRD lain memanggil pelamar yang lain dan seterusnya. Intinya hanya 1 orang HRD yang akan mewawancari kita. Si teman keluar ruangan, dan dia bilang jika dia disuruh menunggu 1 – 2 hari hasilnya.

Lama menunggu, akhirnya giliran saya. Saya dipanggil di ruangan yang berbeda dengan si teman. Saat Interview pertanyaannya alhamdulillah sederhana sekali. Lalu bapaknya bilang, kalau saya nanti bisa ikut Psikotest pukul 13.00 WIB. Disini saya kaget tapi campur seneng bisa lanjut, tapi kemudian saya teringat ucapan teman kalau dia disuruh nunggu maksimal dua hari. Saya keluar dan menemuinya, menanyakan disuruh ikut Psikotest atau tidak, dia berkata tidak. Kemudian saya tanya pelamar lain yang kebetulan sempat kenalan, kalau dia ternyata juga ikut psikotest. Disini akhirnya tahu, kalau teman saya ternyata gugur, tapi dia terus memberikan semangat kepada saya. Dia pun akhirnya cerita pertanyaan apa saja yang telah ditanyakan sama petugas HRD, ternyata pertanyaan petugas HRD yang mewawancarainya benar-benar sulit, berbeda dengan saya yang ndelalalah sederhana.

Tahap 2: Psikotest

Pukul 13.00, sekitar 30an orang mengikuti psikotest. Sebelumnya kita diberi soal test materi dan test listening.

Setelah selesai kita diberi lembar jawab dan buku berisi soal-soal psikotest. Psikotestnya meliputi deret angka, lawan kata, logika dll. Lumayan banyak.

Lalu lanjut ada tes menggambar orang beserta aktivitas yang dilakukan, menggambar pohon kecuali 6 gambar pohon yaitu pisang, kelapa, bringin, bambu, cemara, dan yang satu lupa pohon apa ha ha. Waktu itu saya menggambar orang pekerja call center gitu, nah untuk pohonnya saya gagal total. Niatnya mau gambar pohon rambutan tapi daunnya kok love love gitu, finally aku tulis saja pohon waru. Serius, saya nggak bisa berimajinasi tentang pohon selain yang disebutkan di atas. Disini saya punya firasat kalau saya gagal.

Lanjut tes Wartegg dan lanjut tes Kraepelin ,saya pun udah cukup mengerti berkat browsing dihari sebelumnya.

Tahap 3: Roll Play

Di tahap ini, siap-siap HP kita berbunyi karena dihubungi penguji buat mengetahui kualitas suara kita. Disini kita disediakan teks jadi rileks saja. Nanti si penguji menyuruh kita untuk bicara paragraf ke berapa melalui sambungan ponsel yang akan didengarkan penguji langsung.

Tahap 4 : Test Mengetik
Menjadi Call Center Office juga dituntut untuk mengetik dengan cepat, nah disini keakuratan mengetik saya baru 93% (minimal 95%) heu heu

Nah sebelum berakhir kita dikasih kertas berupa alamat e-mail, kita disuruh mengirimkan surat keterangan sehat dari dokter dan No. HP Indosat maksimal esok hari. Jadi bagi yang belum punya bisa beli dulu (seperti saya juga harus beli karena cuman pakai Axis), dikarenakan nomir itu akan dihubungi untuk konfirmasi ikut training.

Kalau di hubungi, berarti bisa ikut tahap training, kalau enggak dihubungi berarti gugur.

Sebenernya saya punya firasat kalau saya paling gugur. Dan entah saya aslinya dihubungi atau enggak saya masih penasaran waktu itu. Soalnya nomor Indosat saya waktu itu belum ada konfirmasi persetujuan registrasi. Dan dodolnya, saya juga mengabaikannya (tidak saya otak-atik lagi).

Saya panik ketika teman kenalan mengabari kalau dia siang-siang ditelfon. Terus aku nyoba nelfon nomor Indosat ku pakai HPnya bapak, ternyata benar nomorku tidak bisa dihubungi. Akupun ngotak-ngatik registrasi lagi dan akhirnya bisa. Tapi sayang posisiku waktu itu udah hampir Maghrib, jadi tidak mungkin dihubungi, atau memang nggak dihubungi juga sih ya. Ah cuman perusahaan yang tahu awkwk. See you ^^

Sebuah Catatan di Masa Peralihan

Mendapat Kesempatan Seminar Nasional

Pada akhirnya sebagian keparanoidan saya waktu itu terjawab sudah. Kesempatan antara seminar atau publikasi jurnal untuk mendapatkan LOA sebagai syarat sidang skripsi pun akhirnya saya dapatkan yang seminar nasional (menjadi pemakalah pendamping), yang di adakan di kampus saya sendiri Upgris pada hari Sabtu 14 Juli tepat dua lalu. Padahal saya berharap banget dapat kesempatan yang publikasi jurnal di kampus lain (Unimed). Tapi karena kuota publikasi di kampus Unimed sudah penuh jadilah saya memutuskan untuk mengikuti Seminar Nasional yang alhamdulillah sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah ditutup saya pasti kelabakan nyari channel sana-sini info tentang Seminar atau Publikasi Jurnal.

Alasan mengapa saya sebenarnya lebih berharap mendapat kesempatan publikasi jurnal itu sebenarnya karena publikasi jurnal lebih simpel. Kita tinggal kirim abstrak dan artikel skripsi lalu transfer uang, kita bakalan langsung dapat LOA nya, dan selesai tinggal menunggu jurnal terbit yang menjadi urusan pihak kampus yang menerbitkan (yang penting sudah dapat LOA). Sedangkan untuk seminar, kita mengirim abstrak dan artikel skripsi, transfer uang dapat LOA tapi di hari H nanti mempresentasikan artikel skripsinya. Ya kalau boleh jujur saya paling nggak suka yang namanya presentasi alias ngomong di depan banyak orang xD. Tapi Allah memilihkan jalan itu untukku, yang harus disyukuri sekali waktu itu masih dibuka pendaftarannya. Kalau sudah tutup saya bakalan kelabakan nyari info seminar/publikasi jurnal di kampus-kampus lain.

ACC Dosen Pembimbing

16 Juli, akhirnya skripsi saya di acc dosbing I, 30 Juli di acc dosbing II. Alhamdulillah banget. Pas di acc Dosbing II itu rasanya senengnya nggak karuan. Itu adalah jawaban dari pertanyaan keparanoidan saya, “kapan ya skripsi di acc?”

Mendaftar Ujian Sidang Skripsi

Tanggal 1 Agustus akhirnya saya mendaftar sidang. Lega? Tentu. Tanggal 8 Agustus info jadwal sidang keluar dan saya mendapat jadwal sidang tanggal 13 Agustus. Waktu itu saat melihat nama penguji III saya kaget karena bukan dari salah satu dosen-dosen dugaan saya. But, Bu Dosen itu baik banget orangnya.

Sidang Skripsi

Temen-teman yang sudah mendapatkan jadwal sidang dan sidang lebih dulu berkata bahwasanya sidang tidak semenakutkan yang dibayangkan. Katanya ya bakalan biasa aja kalau udah di ruangan. Memang pas awal ya takut. Mereka bilang ribetnya nanti pas suruh revisi dan pemberkasan wisuda. Dan saya akhirnya mengalami sendiri, begitulah rasanya. Benar, nggak terlalu deg-degan, he he he. Juga benar kata mereka, ribetnya pas revisi sama pemberkasan wisuda. Saya ngurus revisi dan pemberkasan wisuda ada dua mingguan, jadilah akhir Agustus lalu saya selesai pemberkasan.

Menunggu Wisuda

Finally, saya dalam penantian masa Wisuda yang akan dilaksanakan 11 Oktober. Maka dari itu saya sudah mulai apply lamaran juga, tapi bukan di Sekolah. Saya melamar di BPR dan di Indosat Ooredoo. Saya tidak berharap banyak dipanggil di Bank itu. Untuk yang Indosat Ooredoo kemarin Rabu saya nekat ikut Walk In Interview sebagai Call Center Officer (padahal saya tipe orang yang tidak terlalu suka banyak omong 😂), dan belum tahu hasilnya karena saya sudah sempat lolos wawancara, lalu mengikuti psikotest, test phone teks, dan test call juga, tinggal menunggu Interview User, yang akan dipanggil dalam waktu maksimal tiga hari. Jika mendapat panggilan maka Senin besuk bisa mengikuti training sebagai Call Center Officer. Jika tidak dipanggil sampai besok, berarti saya belum beruntung.

Selagi menunggu, besok saya juga akan mengahadiri Job Fair di kampus Udinus, semoga saja itu menjadi salah satu jalan keberuntungan untuk saya.

Tulisan ini akan menjadi pengingat seorang saya saat berada di masa-masa peralihan. Juga, akan saya kenang dalam hidup saya. See you ^^

For The Last Time, Story About NHA – Part 2 (End)

“Aku percaya, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada”

Jika boleh jujur, sejak pertemuan itu aku diam-diam jatuh cinta

Meskipun nomormu di handphoneku belum ku namai

Akhirnya aku iseng, menamaimu

Oh, jadi ternyata selama ini kamu menyimpan nomorku?

Karena faktanya setelah aku simpan, aku bisa melihat status wasap mu

Tapi kenapa statusmu selalu terlihat sedih?

Tapi aku sama sekali belum berani membalas statusmu

Hingga akhirnya aku yang bahwasanya jarang membuat status di wasap, akhirnya aku juga membuat status tapi puisinya Chairil Anwar

Selain untuk melampiaskan kelelahan selama KKN, barangkali ia membalas statusku

Setengah modus memang

Akhirnya setelah perjumpaan pertama 14 Februari itu kita memang hanya bisa saling melihat status

Tapi, tanggal Sabtu 3 Maret…

Sabtu, sore hari ketika aku selesai mengantarkan pulang anak yang ikut geladi bersih di kecamatan

Aku mampir di depan Indomaret untuk membeli makanan

Ketika aku turun dari motor, aku sempat melihat wasap dahulu

Nomor baru muncul

Dan aku membukanya

Jantungku. . .

Ingin jingkrak-jingkrak

Ingin teriak kegirangan

tapi banyak orang

Akhirnya aku balas pesan darimu

Hingga akhirnya aku sampai di posko, kita saling wasapan hingga pukul 21:45

Wasapan ditengah-tengah kesibukan masing-masing, sehingga berakhirlah agak malam

Senin, 5 Maret

Setelah rapat malam aku memutuskan pulang ke rumah

Gantian dengan teman-teman yang pulang malam kemarin

Tapi sejujurnya aku bingung akan pulang apa tidak karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah 11 malam

Dan rapat juga belum selesai

Akhirnya aku menulis status, tapi bukan untuk memancingmu

Setelah itu aku bergegas pulang, ditemani hujan yang mengguyur

Aku orangnya memang suka nekad

Kalau ingin pulang ya pulang nggak peduli sudah larut malam dan hujan

Sudah hampir dekat rumah, aku mampir beli nasi goreng dulu

Dibungkus biar ku makan di rumah

Seraya menunggu

Aku membuka handphone

Sudah bisa kalian tebak

Statusku kamu balas

Aku pengen senyum-senyum sendiri

Lalu ku balas

Dan berakhir dengan berkirim pesan

Nasi goreng udah terbungkus, saatnya saya bayar dan kembali ke motor

Dan kejadian memalukan terjadi

Aku lupa naruh kunci motor

Aku cari di tas, saku jaket, saku celana tidak ada semua

Aku panik

Aku melihat ke arah tempat duduk tadi

Sepasang muda-mudi yang duduk dekat tempat dudukku tadi melihat ke arah ku

“Maskernya ketinggalan mbak?”kata si mbak2 sambil memperlihatkan masker itu. Tapi itu bukan punyaku deh.

“Oh?,” jawabku dengan kebingungan dan penuh tanda tanya lalu aku mendekat.

“Mbak lihat kontak motor nggak?” tanyaku sambil bingung deg-degan sebenernya.

“Kontak motor nggak lihat ik mbak,” jawab mbaknya seraya ikut mencari-mencari.

“Eh ini mbak udah ketemu,” aku memungut kontak motor ku yang terkapar terjatuh dibawah samping tempat duduk ku tadi.

Malu ku. . .

Lalu aku pulang

Sampai rumah aku disambut Bapak

Ibu yang tertidur lelap akhirnya terbangun

Aku memakan Nasi Goreng seraya bercengkerama dengan bapak dan ibu

Dan aku tersadar bahwa aku telat makan

Karena perutku sakit, tapi aku diam saja

Dan sejujurnya aku tidak konsen makan karena perasaan gembira, malu tadi jadi satu

Finally kita tetap wasapan, ku sambil dengan membuat laporan KKN sehingga ku balas agak lama pesannya

Iya aku heran kenapa kau tidak tidur-tidur

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.06 WIB

Kita sudah berada di tanggal 6 Maret, Selasa

Dan kini waktu menunjukkan 00.47 dia juga belum tidur, hingga jika aku tidak mengucapkan selamat beristirahat mungkin dia tidak akan tidur

Obrolan berakhir pukul 00.51

Dan aku masih melanjutkan laporanku sampai selesai

Dan aku tidak tahu kau benar sudah akan tidur atau belum

Rabu, 7 Maret

Ini hari penarikan KKN, setelah makan bersama di resto ayam geprek, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidak ikut ke posko untuk beres2 karena badan bener-bener capek dan nggak mood buat melakukan seuatu

Lagipula barang-barang juga sudah ku bawa pulang

Lala yang ikut beres-beres ke posko menelfon ku

“Musda, kamu pergi ya sama NHA?”

“Ha? Ya enggak lah, nggak mungkin.”

“Kirain, tahu gitu aku tadi juga langsung pulang.”

“Hahaha, aku tadi langsung ijin ke ketua buat langsung pulang.”

“Yaah, nggak bilang-bilang.”

Ucapan Lala bikin baper memang

Apalagi Lala pas awal-awal pernah bilang kalau kamu itu habis putus sama pacarnya

Sore harinya kamu membuat status di wasap, sejak aku berteman di wasap seperti yang sudah ku tuliskan diatas bahwasanya statusmu memang sering sedih

For the first time, aku membalas status wasapmu ngasih saran dan semangat

Kamis, 8 Maret

Kamu masih down

Jumat, 9 Maret

Sudah ada kemajuan, aku dan kamu akhirnya membahas hal-hal yang bahagia dan memang berakhir bahagia

Sabtu, 10 Maret

Aku mengantarkan surat ke rumah Ibu RW 15 salah satu tempat yang singgahi uuntuk KKN

Lalu mampir membeli jamur krispi dan pop ice

Lalu aku membuat status, “Jauh-jauh ke Bxxxxxx cuman mau beli pop ice sama jamur krispi” dengan privasi “hanya bagikan dengan”

Tentu saja kamu!

Padahal kalian tahu sendiri, bahwa tujuan pertama adalah mengantar hasil laporan kegiatan

Tapi namanya saja modus, untuk mengetahui apakah dia membalas statusku atau tidak

Bingo!

Dia membalas

Dan akhirnya saling berkirim pesan lagi

Selasa, 13 Maret

Malam, kita masih berkirim pesan,

Rabu, 14 Maret

Pagi, pesanku tadi malam dibuka tapi hanya dibaca

Disini aku merasa dia sudah berbeda

Aku yang dibawa terbang setingi-tingginya merasa tiba-tiba dijatuhkan seketika olehmu

Senin, 19 Maret

Aku mengumpulkan nyali untuk minta maaf jikalau ada yang salah,

Selasa, 20 Maret

Itu waktu-waktu dimana kita berkirim pesan lagi

Kamu juga meminta maaf padaku karena sudah membuatku merasa tidak enak

Kemudian masalah selesai

Tapi pada akhirnya hari-hari setelah itu kita tidak menjadi dekat lagi

Ada perasaan berbeda jika harus membalas status

Maka dari itu akhirnya kita hanya saling melihat status, bahkan sudah jarang melihat

Lalu Senin 2 April

Aku memposting foto tiket kereta ke Jakarta

Aku pikir, kamu sudah tidak peduli lagi

Lalu ketika aku masuk ke sebuah toko dan membuka HP

Aku melihat namamu terpampang di layarku

Sedikit tidak percaya memang

Lalu ku jawab dengan sedikit bercanda

Empat pesan kemudian obrolan berakhir

Karena aku merasa kita sudah beda, jadi ku jawab tidak seantusias dulu

Takut jika aku kamu jatuhkan kembali

Lalu sampai sekarang sudah tidak ada obrolan wasap lagi

Tahukah kalian, pertemuan yang sempat direncanakan juga tidak akan pernah dilakukan

14 Februari aku jatuh cinta

14 Maret aku patah hati

Ini cerita tentang aku dan kamu

Jika boleh jujur sampai sekarang aku belum bisa melupakan kisah itu

Ada pengharapan untuk bisa berteman lagi dengan mu

Ya, meskipun diam-diam aku jatuh cinta

Tapi aku sangat bahagia jika kita hanya berteman saja

Karena aku masih sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi ku

Jadi aku tidak mempedulikan hubungan yang lebih

Teman, ya harusnya kita bisa berteman sangat lama

Tapi Allah tidak mengizinkan

Aku tidak tahu apa alasannya

Dan, semoga ini adalah tulisan terakhir tentangmu

Dan setelah ku tuangkan disini

Aku berharap tidak ada kerinduan-kerinduan lagi

Jumat, 27 Juli

Aku mencoba menghapus jejak di jalanan pelabuhan

Jalanan yang pernah kita lewati

Aku masih ingat di mobilmu waktu itu diputar lagu Menghapus Jejak milik Peterpan

Rasanya bahagia mengingat kisah 14 Februari, tapi sedih karena harus berakhir seperti ini

Semoga kamu baik-baik saja disana karena aku tidak pernah tahu pasti apa yang yang sedang terjadi denganmu~~

“Hubungan kita hanya kebetulan.
Waktu itu kamu kebetulan bertingkah dengan indahnya,
dan aku kebetulan terpesona dengan bodohnya”

[End]

Rindu Sendiri – Iqbal Ramadhan